KUPANG, PENATIMOR – Rotasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di jajaran Kepolisian Republik Indonesia menghadirkan catatan sejarah baru bagi Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).
Dari 20 perwira menengah yang dimutasi di lingkungan Polda NTT berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 25 Juni 2026, satu nama menjadi sorotan utama, yakni Kombes Pol Nelson Filipe Dias Quintas, S.I.K., M.H.
Perwira menengah kelahiran Timor Timur, Februari 1977 itu resmi dipercaya menjabat Kapolresta Kupang Kota, menggantikan Kombes Pol Djoko Lestari yang mendapat promosi sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda NTT.
Penunjukan Nelson bukan sekadar bagian dari rotasi rutin organisasi. Jabatan tersebut menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya sejak Polresta Kupang Kota berdiri pada tahun 2001, posisi Kapolresta dipercayakan kepada seorang putra daerah pulau Timor.
Selama ini, jabatan Kapolresta Kupang Kota selalu diisi oleh perwira menengah yang berasal dari luar NTT. Kini, kepercayaan itu akhirnya diberikan kepada putra terbaik daerah yang telah meniti karier dari bawah, mengabdi di berbagai wilayah di NTT, hingga bertugas di tingkat nasional.
Kepercayaan Kapolri tersebut dinilai menjadi bentuk pengakuan terhadap kapasitas, integritas, pengalaman, dan rekam jejak Nelson selama lebih dari dua dekade mengabdi di Korps Bhayangkara.
Penunjukan Kombes Nelson disambut positif oleh berbagai kalangan karena dianggap sebagai momentum penting bagi putra daerah untuk tampil memimpin institusi strategis di daerahnya sendiri.
Nelson bukan sosok yang datang dari luar daerah. Ia lahir di Timor Timur dan besar dalam kultur masyarakat Timor yang memiliki karakter kuat, terbuka, serta menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
Karier panjangnya di NTT membuat Nelson memahami secara mendalam karakter sosial, budaya, geografis, hingga tantangan keamanan yang dihadapi masyarakat di provinsi kepulauan tersebut.
Pemahaman inilah yang diyakini menjadi salah satu pertimbangan penting pimpinan Polri dalam mempercayakan Nelson memimpin wilayah hukum Polresta Kupang Kota, yang merupakan etalase penegakan hukum di ibu kota Provinsi NTT.
Sebagai putra daerah pertama yang menduduki jabatan Kapolresta Kupang Kota, Nelson memikul harapan besar masyarakat untuk menghadirkan kepemimpinan yang semakin dekat dengan masyarakat, responsif terhadap berbagai persoalan kamtibmas, sekaligus memperkuat profesionalisme institusi Polri.
Bagi masyarakat Kota Kupang, Nelson bukanlah wajah baru. Sebelum dipercaya menjadi Kapolresta Kupang Kota, ia menjalankan penugasan sebagai Pamen Bareskrim Polri untuk penugasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN) dan menjabat sebagai Kepala BNN Kota Kupang.
Kini, setelah menyelesaikan tugas di BNN, Nelson kembali ke Kota Kupang dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar sebagai Kapolresta Kupang Kota.
Kembalinya Nelson dinilai membawa keuntungan tersendiri karena ia telah mengenal kondisi wilayah, karakter masyarakat, hingga pola peredaran narkotika dan berbagai persoalan kriminal yang berkembang di Kota Kupang.
Kombes Nelson merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2001 yang sejak awal karier dikenal memiliki spesialisasi di bidang reserse dan pemberantasan narkotika.
Sebagian besar perjalanan kariernya ditempa di Badan Narkotika Nasional (BNN), sebuah lembaga yang menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba di Indonesia.
Di BNN, Nelson pernah dipercaya menangani berbagai operasi besar pemutusan jaringan narkotika nasional maupun internasional.
Namanya juga sempat menjadi perhatian publik nasional ketika menjadi bagian dari tim penyidik BNN yang menangani kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan artis ternama Raffi Ahmad.
Pengalaman menangani kasus-kasus besar tersebut memperkuat kapasitas Nelson dalam membangun strategi penegakan hukum yang profesional, terukur, dan berbasis intelijen.
Sebelum dipercaya memimpin Polresta Kupang Kota, Nelson telah menunjukkan kapasitas kepemimpinannya di sejumlah wilayah strategis di NTT.
Ia dipercaya menjadi Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) pada periode 2019 hingga 2022.
Selama memimpin Polres TTU yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, Nelson dikenal aktif memperkuat keamanan wilayah perbatasan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, dan tokoh adat.
Keberhasilannya di TTU mengantarkan Nelson dipercaya memimpin Polres Sikka pada tahun 2022.
Di Kabupaten Sikka, ia menghadapi beragam tantangan, mulai dari pengamanan agenda nasional, penanganan berbagai kasus kriminal, hingga menjaga stabilitas keamanan di wilayah Flores bagian timur.
Kepemimpinannya yang komunikatif dan humanis membuat Nelson dikenal dekat dengan masyarakat maupun anggotanya.
Setelah menyelesaikan tugas di Sikka, Nelson kemudian dipercaya menjadi Kabagkerma Roops Polda NTT, sebelum akhirnya mendapat penugasan dari Mabes Polri ke BNN.
Kini, Nelson kembali ke Polda NTT dengan promosi sebagai Kapolresta Kupang Kota.
Karier Nelson menunjukkan perjalanan yang konsisten dan terus meningkat.
Ia pernah mengemban berbagai jabatan penting, antara lain: Kasi Bantuan Teknologi Intelijen Direktorat Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan BNN (2016); Kepala BNN Kota Kupang (2016–2017); Analis Operasi Pemutusan Jaringan Direktorat Tindak dan Kejar Deputi Bidang Pemberantasan BNN (2017–2018); Kasubbid Paminal Bidpropam Polda NTT (2018–2019); Kapolres Timor Tengah Utara (2019–2022); Kapolres Sikka (2022–2023); Kabagkerma Roops Polda NTT; Pamen Bareskrim Polri untuk Penugasan pada BNN; Kepala BNN Kota Kupang (2024-2026); dan Kapolresta Kupang Kota (Juni 2026).
Pengalaman tersebut menjadikan Nelson sebagai salah satu perwira dengan portofolio lengkap, mulai dari bidang intelijen, pengawasan internal, reserse, pemberantasan narkotika, hingga kepemimpinan kewilayahan.
Penempatan Kombes Pol Nelson Filipe Dias Quintas sebagai Kapolresta Kupang Kota bukan hanya menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan Polri, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan institusi terhadap kemampuan putra daerah.
Sebagai putra daerah pertama yang dipercaya memimpin Polresta Kupang Kota sejak satuan tersebut dibentuk, Nelson kini memikul harapan besar masyarakat untuk menghadirkan kepemimpinan yang profesional, humanis, tegas dalam penegakan hukum, serta mampu menjawab berbagai tantangan keamanan di ibu kota Provinsi NTT.
Dengan pengalaman panjang di bidang reserse, pemberantasan narkotika, pengawasan internal, intelijen, serta kepemimpinan di berbagai wilayah, Nelson diharapkan mampu membawa Polresta Kupang Kota semakin adaptif, modern, dan semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri di Nusa Tenggara Timur.
Selain Nelson, mutasi Kapolri juga menyentuh sejumlah jabatan strategis lainnya di lingkungan Polda NTT.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, membenarkan adanya mutasi tersebut. “Ada pamen yang dirotasi sesuai Telegram bapak Kapolri,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Berikut daftar perwira Polda NTT yang dirotasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri 25 Juni 2026:
1. Irwasda: Kombes Enriko Sugiharto Silalahi dimutasi menjadi Irbidjemenopsnal II Itwil IV Itwasum Polri. Posisi Irwasda Polda NTT sendiri belum terisi.
2. Dirreskrimum: Kombes Sigit Haryono dimutasi ke Dirreskrimsus Polda Kalimantan Selatan. Ia digantikan oleh Kombes Ricardo Conrat Yusuf dari Divkum Polri.
3. Dirreskrimsus: Kombes Hans Rachmatulloh Irawan dimutasi menjadi Penyidik Tindak Pidana Madya Bareskrim Polri. Posisinya digantikan Kombes FX. Irwan Arianto yang sebelumnya menjabat sebagai Itwasda Polda NTT.
4. Dirresnarkoba: Kombes Ardiyanto dipindahkan menjadi Pamen Yanma Polri. Ia digantikan oleh Kombes Djoko Lestari, eks Kapolresta Kupang Kota.
5. Dirbinmas: Kombes Sudartomo dimutasi menjadi Dirbinmas Polda NTB. Ia diganti oleh Kombes Sajimin dari Itwasda Polda NTT.
6. Dirlantas: Kombes Dedy Eka Jaya Helmi dimutasi menjadi Dirlantas Polda Maluku. Dedy digantikan oleh Kombes Eva Guna Pandia eks Kapolresta Yogyakarta.
7. Karo SDM: Kombes Juli Agung Pramono dimutasi menjadi Psikolog Kepolisian Madya SSDM Polri. Posisi Juli digantikan oleh Kombes Andi Pramudya Wardana yang sebelumnya menjabat sebagai Karo SDM Polda Kepulauan Riau.
8. Karolog: Kombes Aldinan Manurung dimutasi menjadi Karolog Polda Aceh. Aldinan digantikan oleh Kombes Didi Wahyudi yang sebelumnya menjabat Karolog Polda Aceh.
9. Kapolres Kupang: AKBP Rudy Junus Jacob Lede dipromosikan sebagai Dirtahti Polda NTT. Ia digantikan oleh AKBP Adhitya Octorio Putra yang merupakan mantan Kapolres Flores Timur.
10. Kapolres Flores Timur: AKBP Adhitya Octorio Putra dimutasi menjadi Kapolres Kupang. Ia digantikan AKBP Gede Putra Yase dari Ditpolairud Polda NTT.
11. Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS): AKBP Hendra Dorizen dimutasi menjadi Wadir Polairud Polda Sumatera Barat. Ia digantikan AKBP Kristiyan Beorbel Martino dari Ditres PPA dan PPO.
12. Kapolres Rote Ndao: AKBP Mardiono dipromosi menjadi Wadir Polairud Polda NTT. Posisinya diganti AKBP Hendry Eko Irawan dari Bareskrim Polri.
13. Kapolres Ngada: AKBP Andrey Valentino dipromosikan menjadi Wadirreskrimsus Polda NTT. AKBP Gede Harimbawa yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Sumba Timur mengisi posisi AKBP Andrey.
14. Kapolres Sumba Timur: AKBP Gede Harimbawa dimutasi menjadi Kapolres Ngada. Ia diganti AKBP I Kadek Hery Cahyadi dari Ditreskrimsus Polda NTT.
15. Kapolres Sumba Tengah: AKBP Richard yang sebelumnya bertugas di Korbrimob Polri. Ia merupakan Kapolres pertama untuk Polres Sumba Tengah yang baru terbentuk Juni 2026.
16. Kepala SPN Polda NTT Kombes Ferry Harahap mutasi jadi Kepala SPN Polda Sumatera Selatan, digantikan Kombes Albertus Andreaya yang sebelumnya menjabat sebagai penata kebijakan Kapolri Madya Tingkat III Polda NTT.
17. Wakapolresta Kupang Kota AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata naik menjadi Penata Kebijakan Kapolri Madya III Polda NTT.
18. Kabidkum Polda NTT Kombes Anthon Chriestianto Nugroho mutasi ke Divkum Polri. Ia digantikan Kombes Pambudi dari Divkum Polri.
19. Wadirintelkam Polda NTT AKBP Edwin Saleh dimutasi menjadi Auditor Itwasda Polda NTT.
20. Kapolres Sumba Tengah diisi AKBP Richard dari Korbrimob Polri. Polres Sumba Tengah merupakan Polres yang baru saja terbentuk oleh Mabes Polri pada Juni 2026. Sebelumnya, Sumba Tengah masuk dalam wilayah hukum Polres Sumba Barat. (bet)













