KUPANG, PENATIMOR — Tongkat kepemimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat segera beralih. Jaksa madya Yoanes Kardinto, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Koordinator pada Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), resmi mendapat kepercayaan baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manggarai Barat di Labuan Bajo.
Ia menggantikan Sarta, S.H., yang kini mendapat penugasan baru sebagai Kajari Sumedang, Jawa Barat, berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-IV/1425/10/2025 tentang Promosi dan Mutasi Pejabat Struktural di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.
Rotasi ini merupakan bagian dari langkah strategis Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam memperkuat institusi Kejaksaan dengan menempatkan jaksa-jaksa berintegritas, berpengalaman, dan berdedikasi tinggi di berbagai daerah, termasuk wilayah strategis seperti Nusa Tenggara Timur yang kini tengah tumbuh pesat dalam pembangunan dan investasi nasional.
Dengan latar belakang panjang di berbagai bidang hukum dan pengalaman lintas daerah, penunjukan Yoanes Kardinto di Manggarai Barat bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi merupakan penegasan kepercayaan institusi terhadap figur yang dikenal memiliki kedisiplinan, integritas, dan kecakapan manajerial yang kuat. Lagi pula, kawasan Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo, kini menjadi sorotan dunia sebagai destinasi pariwisata super prioritas.
Di tengah derasnya arus investasi, mobilitas ekonomi, dan pembangunan infrastruktur, tantangan hukum semakin kompleks, dari pengawasan penggunaan anggaran hingga penegakan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat lokal. Di sinilah peran penting Kajari baru dibutuhkan.

Sosok Yoanes Kardinto hadir membawa semangat baru, yaitu penegakan hukum yang tegas namun humanis, dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, dan transparansi dalam setiap tindakan.
“Saya percaya, dengan pengalaman dan karakter beliau, Kejari Manggarai Barat akan semakin kuat dalam mengawal penegakan hukum, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan yang bersih dan berkeadilan,” ujar seorang pejabat di lingkungan Kejati NTT, memberi komentar atas penugasan tersebut.
Lahir di Jakarta Utara, 8 Oktober 1979, Yoanes Kardinto menapaki kariernya dari bawah. Ia pertama kali bergabung di Kejaksaan pada tahun 2003 sebagai Staf Tata Usaha di Kejari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dari posisi itu, ia perlahan membangun reputasi sebagai jaksa muda yang teliti, tekun, dan berintegritas tinggi.

Sejak diangkat resmi sebagai Jaksa pada 19 September 2006, Yoanes telah menempuh lebih dari dua dekade pengabdian di berbagai daerah dan bidang hukum. Ia dikenal sebagai figur yang komit terhadap nilai-nilai Adhyaksa, yakni kesetiaan kepada negara, kebenaran, dan keadilan.
Berikut perjalanan tugasnya yang kaya pengalaman. Pada tahun 2003–2005, ia menjadi Staf Tata Usaha pada Kejari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kemudian secara berturut-turut, pada tahun 2006 sebagai Jaksa Fungsional Tindak Pidana Umum, Kejari Banjarbaru. Tahun 2007–2010 Yoanes menjadi Kepala Sub Seksi Orang dan Harta Benda, Kejati Kalimantan Selatan.
Pada tahun 2010–2012, Yoanes menjabat Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Kejari Hulu Sungai Tengah. Kemudian, tahun 2012–2014, ia menjadi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Kejari Pacitan, Jawa Timur.
Selanjutnya, tahun 2014–2016 menjadi Kepala Seksi Intelijen, Kejari Flores Timur, NTT. Pada tahun 2016–2017, Yoanes menjabat Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Kejari Ende, NTT.
Tahun 2018, Yoanes bertugas sebagai Kepala Seksi Intelijen, Kejari Sukoharjo, Jawa Tengah. Kemudian, pada tahun 2020, Yoanes menjadi Kepala Subbagian Pembinaan, Kejari Kota Tegal.
Pada tahun 2022, Yoanes menjadi Kepala Subbidang Pengendalian Sentra Diklat Wilayah II, Kejaksaan Agung RI, dan pada tahun 2023 dipromosikan sebagai Koordinator Bidang Pidsus, Kejati NTT hingga saat ini.

Selama bertugas, Yoanes dikenal konsisten dalam menjalankan tugasnya tanpa cela. Ia banyak terlibat dalam pengawalan perkara penting, baik di bidang pidana umum, pidana khusus, maupun perdata, serta aktif dalam kegiatan intelijen penegakan hukum di daerah terpencil.
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta tahun 2002 ini melanjutkan pendidikan magisternya di Universitas Pancasakti Tegal dan meraih gelar Magister Hukum (M.H.) pada tahun 2021 dengan IPK 3,75. Ia dikenal sebagai sosok pembelajar sejati yang selalu haus ilmu dan berkomitmen meningkatkan kualitas diri.
Yoanes menikah dengan Kristiani, seorang perempuan asal Yogyakarta yang berprofesi di bidang swasta. Dari pernikahan mereka, pasangan ini dikaruniai dua anak laki-laki yaitu Moses Nirwasita yang lahir di Banjarmasin pada 12 September 2009, kemudian Joshua Narendra, yang lahir di Yogyakarta pada 15 September 2012.

Dalam kesehariannya, Yoanes dikenal sebagai sosok hangat, bersahaja, dan dekat dengan siapa saja. Meski memiliki gaya kepemimpinan yang tegas di lapangan, ia tetap mengedepankan pendekatan komunikasi dan empati, terutama dalam membangun sinergi dengan aparat penegak hukum lain, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat.
Sejak diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2003, Yoanes menunjukkan peningkatan karier yang konsisten dan berbasis prestasi. Ia kini menyandang pangkat Jaksa Madya (IV/a) dengan masa kerja lebih dari 18 tahun 4 bulan, serta memiliki reputasi sebagai jaksa yang loyal dan tidak pernah lepas dari semangat korps. Perjalanan kepangkatan itu menjadi bukti nyata komitmen dan loyalitasnya terhadap institusi Kejaksaan.
Ia juga dikenal tak hanya cakap dalam menangani perkara, tetapi juga piawai dalam administrasi, pembinaan, dan pengembangan SDM di lingkungan kerja. Penugasan di Manggarai Barat bukan sekadar promosi jabatan, melainkan amanah besar yang menuntut kepemimpinan matang dan kepekaan sosial. Wilayah ini bukan hanya jantung pariwisata nasional, tetapi juga menjadi etalase tata kelola hukum Indonesia di hadapan mata dunia.

Dengan karakter masyarakat yang dinamis dan arus investasi yang terus meningkat, Kajari di daerah ini dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara kepastian hukum, rasa keadilan, dan stabilitas sosial. Yoanes memahami hal itu. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun Kejari Manggarai Barat sebagai institusi yang transparan, cepat melayani, dan bebas dari praktik penyimpangan. “Bagi saya, menjadi jaksa bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan untuk menjaga kebenaran dan keadilan dengan hati nurani,” ungkap Yoanes yang pernah dipercaya menjadi Plt. Kajari Belu dalam waktu yang cukup lama.
Penugasan Yoanes Kardinto diharapkan memperkuat kinerja Kejari dalam mendukung pembangunan nasional di daerah pariwisata unggulan. Dengan rekam jejak panjang di bidang Pidana Khusus, ia diyakini akan memberi perhatian besar pada pengawasan terhadap proyek-proyek strategis pemerintah, penegakan hukum ekonomi, serta pemberantasan tindak pidana korupsi.
Pilar Kuat di Balik Prestasi Nasional Kejati NTT
Di tengah sorotan publik atas prestasi luar biasa yang baru saja ditorehkan Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) di tingkat nasional, sosok Yoanes Kardinto, S.H., M.H., merupakan salah satu pilar pada Bidang Pidsus yang menjadi simbol integritas dan dedikasi.
Yoanes dikenal berkarakter tenang namun tajam dalam analisis hukum. Promosi jabatan sebagai Kajari Manggarai Barat menjadi bentuk apresiasi langsung dari Kejaksaan Agung RI atas kontribusinya sebagai salah satu pilar terkuat di Bidang Pidsus Kejati NTT, bidang yang baru saja membawa NTT menembus peringkat tiga nasional dalam kinerja penegakan hukum tindak pidana khusus.

Sebelum menerima amanah baru sebagai Kajari Manggarai Barat, Yoanes Kardinto memang dikenal sebagai salah satu arsitek kinerja gemilang Pidsus Kejati NTT. Yoanes ikut berperan penting dalam menangani sejumlah perkara korupsi besar yang menjadi perhatian nasional.
Nama Yoanes kerap disebut di lingkungan internal Kejati NTT sebagai “otak strategis” dalam penyusunan langkah penyidikan dan pembuktian kasus-kasus korupsi yang kompleks, baik yang melibatkan proyek infrastruktur pendidikan, pengelolaan keuangan negara, maupun pelanggaran dalam proyek pasca-bencana.
Keahliannya dalam mengurai konstruksi perkara dan menuntun tim hingga ke tahap pembuktian di pengadilan menjadi salah satu alasan mengapa Bidang Pidsus Kejati NTT dikenal solid, efisien, dan berprestasi tinggi.
Penempatan Yoanes Kardinto di Manggarai Barat, pusat pariwisata super prioritas nasional, memiliki makna strategis. Daerah ini tidak hanya menjadi etalase wisata Indonesia, tetapi juga wilayah yang dinamis dengan beragam proyek pembangunan berskala besar — mulai dari infrastruktur, investasi, hingga tata kelola sumber daya alam dan kawasan konservasi.
Dalam konteks itu, kehadiran seorang jaksa dengan reputasi bersih dan rekam jejak profesional seperti Yoanes menjadi jawaban atas kebutuhan daerah yang sedang tumbuh pesat namun juga rentan terhadap potensi penyimpangan.
Di tangan Yoanes, Kejari Manggarai Barat diharapkan akan tampil sebagai lembaga penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berintegritas tinggi, sejalan dengan semangat reformasi kejaksaan yang digelorakan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Promosi Yoanes Kardinto tak lepas dari keberhasilan kolektif Bidang Pidsus Kejati NTT. Dalam Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Tahun 2025 yang digelar Kejaksaan Agung RI, Kejati NTT berhasil menempati peringkat III nasional sebagai Kejati dengan kinerja Pidsus terbaik, hanya berada di bawah Kejati DKI Jakarta dan Kejati Sumatera Selatan.
Prestasi ini kian membanggakan karena Kejati NTT berstatus Tipe B (Kelas II), namun mampu mengungguli lima Kejati Tipe A (Kelas I) besar seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Dengan skor 29,0 persen, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kinerja luar biasa tidak ditentukan oleh besarnya anggaran atau jumlah personel, melainkan oleh integritas dan semangat kerja tim yang solid.
Yoanes adalah salah satu bagian penting dari sistem itu. Di tangan para jaksa muda seperti dirinya, wajah Kejati NTT tampil sebagai simbol efisiensi, profesionalisme, dan kejaksaan modern di wilayah timur Indonesia.
Di lingkungan internal, Yoanes dikenal tidak banyak bicara, namun tegas dalam prinsip dan konsisten dalam setiap tindakan hukum. Bagi rekan-rekannya, ia adalah figur yang mampu menggabungkan ketajaman analisis hukum dengan empati sosial — dua hal yang semakin langka di tengah tekanan tugas penegakan hukum.
“Yoanes itu tipe jaksa yang tidak mencari sorotan, tapi hasil kerjanya selalu terlihat. Banyak capaian besar Pidsus NTT yang tidak lepas dari tangannya,” ungkap salah satu kolega di Kejati NTT.
Kini, dengan jabatan barunya sebagai Kajari Manggarai Barat, Yoanes diharapkan membawa semangat itu ke wilayah yang lebih luas. Di Labuan Bajo, ia akan berhadapan dengan tantangan baru, namun juga memiliki peluang untuk meneguhkan reputasinya sebagai jaksa reformis yang tumbuh dari tim berprestasi Kejati NTT.
Bagi Kejati NTT, promosi Yoanes bukan sekadar mutasi personal, melainkan simbol regenerasi sehat di tubuh kejaksaan NTT. Ia membawa nama baik institusi yang baru saja menorehkan sejarah — menembus papan atas nasional — sekaligus menjadi duta integritas dari timur.
Seperti dikatakan salah satu sumber internal Kejati NTT, “Prestasi ini lahir dari kerja kolektif. Yoanes adalah bagian dari semangat itu. Ia ikut berkontribusi membawa nama NTT ke level nasional, dan kini ia kembali mengembannya di Labuan Bajo.”
Dalam sosok Yoanes Kardinto, publik melihat perpaduan antara profesionalisme dan pengabdian — representasi nyata dari wajah baru Kejaksaan Republik Indonesia yang lahir dari tanah Flobamorata. (bet)
Profil Singkat Yoanes Kardinto, S.H., M.H.
Nama Lengkap: Yoanes Kardinto, S.H., M.H.
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta Utara, 8 Oktober 1979
Umur: 46 tahun
Golongan Darah: B
Status: Menikah
Istri: Kristiani
Anak: Moses Nirwasita, Joshua Narendra
Alamat: Gabugan RT 005/015, Kelurahan Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta
Pendidikan: S1 Hukum (Univ. Atma Jaya Yogyakarta, 2002), S2 Hukum (Univ. Pancasakti Tegal, 2021)
Pangkat/Golongan: Jaksa Madya (IV/a)
Jabatan Sebelumnya: Koordinator Bidang Pidsus Kejati NTT
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat
Tanggal Diangkat Sebagai Jaksa: 19 September 2006
Masa Kerja: 18 tahun 4 bulan
Riwayat kepangkatan:
2003: Yuana Wira TU (III/a)
2006: Ajun Jaksa Madya (III/a)
2008: Ajun Jaksa (III/b)
2011: Jaksa Pratama (III/c)
2015: Jaksa Muda (III/d)
2022: Jaksa Madya (IV/a)
Jabatan Strategis yang Pernah Diembannya:
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Hulu Sungai Tengah (2010),
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Pacitan (2012),
Kepala Seksi Intelijen Kejari Larantuka (2014),
Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Ende (2016–2017),
epala Seksi Intelijen Kejari Sukoharjo (2018),
Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejari Kota Tegal (2020),
Kepala Subbidang Pengendalian Sentra Diklat Wilayah II Kejagung RI (2022),
Koordinator Bidang Pidsus Kejati NTT (2023–2025) sebelum kini menakhodai Kejari Manggarai Barat.













