Kapolres Kupang Turun Tangan Redam Konflik Fatuleu, Buka Dialog Damai hingga Kerahkan 100 Personel

Kapolres Kupang Turun Tangan Redam Konflik Fatuleu, Buka Dialog Damai hingga Kerahkan 100 Personel

KUPANG, PENATIMOR – Situasi mencekam akibat bentrokan dua kelompok warga di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, akhirnya mulai mereda.

Di tengah ketegangan yang sempat memuncak, Kapolres Kupang, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H., tampil di garis depan, tak hanya meredam amarah massa, tetapi juga membuka jalan damai melalui dialog dan mediasi yang menyentuh akar persoalan.

Langkah cepat dan humanis itu menjadi titik terang pasca bentrokan antara warga Perumahan 2100 dan masyarakat Dusun IV Oelkuku, Desa Kuimasi, yang pecah pada Sabtu (11/4/2026).

Tak menunggu lama, Kapolres Rudy langsung turun ke lokasi konflik. Dengan keberanian dan ketegasan, ia bahkan masuk ke tengah kericuhan yang melibatkan warga bersenjata parang, panah, hingga senapan angin.

Aksi heroik itu berhasil menghentikan bentrokan dan mencegah jatuhnya korban jiwa. “Kami minta semua pihak menahan diri. Jangan terpancing emosi. Serahkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum,” tegasnya di lokasi kejadian.

 

 

Kapolres Kupang Turun Tangan Redam Konflik Fatuleu, Buka Dialog Damai hingga Kerahkan 100 Personel

Memasuki fase pemulihan, Kapolres Kupang menginisiasi dialog dan mediasi damai pada Senin (13/4/2026) di dua titik, yakni rumah Kepala Desa Kuimasi dan Perumahan 2100.

Pertemuan tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah kecamatan, aparat TNI-Polri, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat dari kedua kelompok yang bertikai.

Hadir dalam kegiatan itu Camat Fatuleu Abdi Ida Setia Wati Rohi, Kepala Desa Kuimasi Maksen A. Lifu, Kapolsek Fatuleu Ipda Markus Tameno, S.H., serta tokoh agama seperti Anselmus Lau dan Lila Indriyani Rahelson.

Kapolres Kupang Turun Tangan Redam Konflik Fatuleu, Buka Dialog Damai hingga Kerahkan 100 Personel

Dalam dialog, warga Dusun Oelkuku berharap penyelesaian dilakukan secara adat, namun tetap meminta keadilan bagi pihak-pihak yang memicu konflik.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendekatan hukum dan kearifan lokal.

“Kita semua harus berdoa dan menjaga situasi tetap kondusif. Jangan mudah percaya isu yang belum tentu benar,” ujarnya.

Kapolres Kupang Turun Tangan Redam Konflik Fatuleu, Buka Dialog Damai hingga Kerahkan 100 Personel

Dalam mediasi lanjutan di Perumahan 2100, terungkap bahwa konsumsi minuman keras (miras) menjadi salah satu pemicu utama konflik.

Kapolres pun mendorong langkah konkret berupa pemasangan plang larangan miras melalui koordinasi antara pengelola kawasan, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan.

“Masalah ini berawal dari miras. Harus ada komitmen bersama agar tidak terulang,” tegasnya.

Kapolres Kupang Turun Tangan Redam Konflik Fatuleu, Buka Dialog Damai hingga Kerahkan 100 Personel

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyimpan senjata tajam serta aktif melaporkan potensi gangguan keamanan.

Tokoh agama Katolik, Anselmus Lau, dalam pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya menghapus sekat sosial di tengah masyarakat, termasuk stigma antara “warga eks Timor-Timur” dan “warga lokal”.

Kapolres Kupang menegaskan bahwa seluruh masyarakat memiliki kedudukan yang sama sebagai warga negara Indonesia. “Tidak boleh ada perbedaan. Kita semua satu,” tegasnya.

Kapolres Kupang Turun Tangan Redam Konflik Fatuleu, Buka Dialog Damai hingga Kerahkan 100 Personel

Untuk memastikan situasi tetap aman, Polres Kupang mengerahkan 100 personel bersama satu tim Brimob Polda NTT yang disiagakan di sejumlah titik strategis sejak Minggu (12/4/2026).

Pengamanan diperkuat dengan patroli intensif di kawasan Perumahan 2100 dan wilayah rawan lainnya guna mencegah konflik susulan.

“Kehadiran aparat adalah bentuk perlindungan bagi masyarakat. Kami pastikan situasi tetap kondusif,” ujar Kapolres.

Kapolres Kupang Turun Tangan Redam Konflik Fatuleu, Buka Dialog Damai hingga Kerahkan 100 Personel

Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 13.50 WITA itu berjalan aman dan penuh komitmen damai. Semua pihak sepakat untuk mengedepankan dialog, menjaga persatuan, serta menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

Langkah cepat, tegas, dan humanis yang dilakukan Kapolres Kupang ini diharapkan menjadi awal rekonsiliasi dan pemulihan hubungan sosial masyarakat di Fatuleu. (bet)

error: Content is protected !!