KUPANG, PENATIMOR — Dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT), total kekayaan Zet Tadung Allo, S.H., M.H., tercatat meningkat tajam.
Berdasarkan data resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nilai kekayaan pejabat tinggi Korps Adhyaksa itu naik hingga Rp 3.534.000.000.
Kenaikan signifikan tersebut tercermin dari laporan periodik tahun 2024 yang disampaikan pada 20 Maret 2025, di mana total kekayaan Zet Tadung Allo mencapai Rp 4.965.000.000.
Jumlah itu jauh meningkat dibanding laporan sebelumnya bertanggal 27 Maret 2023 untuk periode 2022, saat ia baru menjabat Kajati NTT, di mana kekayaannya tercatat sebesar Rp 1.431.000.000.
Dengan demikian, selama sekitar 17 bulan memimpin Kejati NTT, kekayaan Zet bertambah Rp 3.534.000.000 atau melonjak lebih dari tiga kali lipat dari posisi awalnya.
Zet Tadung Allo dikenal sebagai pejabat publik yang disiplin dalam menjalankan kewajiban pelaporan kekayaan.
Sejak menjabat di berbagai satuan kerja kejaksaan, ia tercatat rutin menyampaikan LHKPN setiap tahun secara periodik melalui sistem elektronik e-LHKPN KPK.
Langkah itu mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagaimana diwajibkan kepada seluruh penyelenggara negara.
Rincian Kekayaan Tahun 2024: Didominasi Tanah dan Bangunan
Berdasarkan data LHKPN periode 2024, komponen terbesar kekayaan Zet Tadung Allo berasal dari aset tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp 3.970.000.000 yang tersebar di Palangka Raya, Bandung, dan Luwu.
Di antaranya, aset bernilai tertinggi berupa tanah dan bangunan seluas 100/90 meter persegi di Kota Bandung senilai Rp 2,5 miliar, serta beberapa bidang tanah di Palangka Raya dengan nilai total lebih dari Rp 1 miliar.
Selain itu, ia juga tercatat memiliki empat unit mobil, yakni Pajero Sport Dakar tahun 2018, Honda City tahun 2021, Daihatsu Ferosa 1997, dan Daihatsu Hiline Long 1991 dengan total nilai sekitar Rp 850 juta.
Aset lain yang dilaporkan meliputi harta bergerak lainnya senilai Rp 250 juta, serta kas dan setara kas Rp 10 juta, dengan utang Rp 115 juta, sehingga total bersihnya mencapai Rp 4,965 miliar.
Perbandingan dengan Laporan 2022: Aset Masih Sederhana
Sementara itu, dalam laporan tahun 2022 (yang disampaikan 27 Maret 2023), kekayaan Zet Tadung Allo tercatat Rp 1.431.000.000 saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Pada periode itu, ia memiliki total aset tanah dan bangunan senilai Rp 995 juta dan dua kendaraan roda empat, yakni Pajero Sport Dakar 2018 dan Honda City 2021, dengan total nilai Rp 550 juta. Kas dan setara kas hanya Rp 1 juta, dengan utang tercatat Rp 115 juta.
Dari data tersebut terlihat bahwa peningkatan nilai harta paling signifikan dalam dua tahun terakhir berasal dari penambahan aset properti di Palangka Raya, Luwu, dan Bandung. (bet)













