JAKARTA, PENATIMOR — Tak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Setiap langkah, setiap pertemuan, setiap perubahan yang terjadi dalam perjalanan hidup manusia, sesungguhnya telah digariskan oleh Tuhan. Semua terjadi dalam waktu dan rancangan-Nya yang sempurna.
Keyakinan itulah yang kembali dirasakan oleh Dr. Roberth Jimmy Lambila, S.H., M.H., salah satu putra terbaik Nusa Tenggara Timur di Korps Adhyaksa, yang kini menapaki babak baru dalam pengabdian panjangnya di Kejaksaan Republik Indonesia.
Roberth resmi dilantik sebagai Kepala Subdirektorat Layanan Laporan Pengaduan Masyarakat (Kasubdit Lapdumas) pada Direktorat Pengendalian Operasi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Pelantikan yang berlangsung pada Jumat (24/10/2025) itu digelar di Aula Lantai 11 Gedung Bundar JAM Pidsus, Jakarta, dalam suasana yang penuh khidmat dan haru.
Yang membuat momentum ini begitu berkesan bukan sekadar karena jabatan barunya yang prestisius, tetapi karena takdir mempertemukan kembali Roberth dengan sosok yang sama yang pernah melantiknya tujuh tahun silam — Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H., kini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus).
Tujuh tahun lalu, di Aula Lopo Sasando Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), saat Roberth mendapatkan promosi jabatan sebagai Koordinator, ia juga dilantik oleh Dr. Febrie Adriansyah, yang kala itu menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi NTT (Kajati NTT).
Kini, sejarah itu berulang dalam lingkup yang lebih besar, di jantung institusi Korps Adhyaksa, tempat segala kebijakan nasional di bidang tindak pidana khusus digerakkan.
“Semua ini bukan kebetulan. Ini karya Tuhan. Beliau yang dulu melantik saya di NTT, kini melantik saya lagi di Kejaksaan Agung. Siapa yang bisa merancang hal seperti ini kalau bukan Tuhan sendiri?” ujar Roberth dengan mata berbinar, usai acara pelantikan, sembari menyalami rekan-rekan sejawat yang hadir memberi selamat.
Pelantikan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat. Sejumlah pejabat struktural dan jaksa senior di lingkungan JAM Pidsus turut hadir memberikan dukungan dan doa bagi Roberth yang dikenal sebagai figur profesional, berintegritas, dan memiliki rekam jejak kuat dalam pengungkapan berbagai perkara korupsi di daerah.
Dalam sambutannya, JAM Pidsus Dr. Febrie Adriansyah menekankan pentingnya peran Subdirektorat Layanan Laporan Pengaduan Masyarakat (Lapdumas) dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan.
Ia menegaskan, posisi ini bukan sekadar administratif, tetapi memiliki tanggung jawab moral yang besar karena menyangkut aspirasi, laporan, dan keluhan masyarakat terhadap dugaan pelanggaran hukum, khususnya di bidang tindak pidana khusus.
“Subdirektorat Lapdumas adalah pintu pertama yang menyentuh hati masyarakat. Di sinilah citra Kejaksaan dipertaruhkan. Karena itu, dibutuhkan sosok yang punya empati, integritas, dan kepekaan terhadap rasa keadilan. Dan saya yakin, Dr. Roberth Lambila memiliki kualitas itu,” kata Febrie dalam arahannya.
Bagi Roberth, jabatan ini bukan sekadar promosi, melainkan panggilan baru untuk mengabdi dengan standar yang lebih tinggi.
Sebagai Kasubdit Lapdumas, ia akan memimpin tim yang bertugas menangani dan memverifikasi setiap laporan masyarakat yang masuk ke JAM Pidsus, memastikan setiap aduan diproses secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
“Tanggung jawab ini besar, tetapi saya percaya, dengan dukungan tim yang solid dan arahan pimpinan, kami akan bekerja dengan hati dan komitmen penuh. Layanan pengaduan masyarakat adalah wajah moral Kejaksaan. Di sinilah kami diuji untuk benar-benar menjadi pelayan hukum, bukan sekadar penegak hukum,” ujar Roberth dengan penuh keyakinan.
Pria berdarah Alor-Rote Ndao ini memang dikenal luas sebagai jaksa yang tangguh dan berprinsip.
Sebelum menempati jabatan di pusat, ia telah menorehkan berbagai capaian selama bertugas di daerah, termasuk dalam pengungkapan kasus-kasus strategis dan berisiko tinggi.
Keteguhan prinsip, ketenangan dalam mengambil keputusan, serta kepiawaiannya dalam manajemen penanganan perkara membuat namanya sering disebut sebagai salah satu jaksa potensial di generasi menengah Kejaksaan.
Di mata rekan-rekannya, Roberth bukan hanya seorang pemimpin yang cerdas dan disiplin, tetapi juga sosok pembimbing yang selalu menekankan nilai kejujuran, kesetiaan pada institusi, dan keberanian untuk berkata benar, meski dalam tekanan.
Bagi insan Adhyaksa asal NTT, momen ini menjadi sumber inspirasi. Roberth Lambila menjadi bukti nyata bahwa putra daerah dari wilayah Timur Indonesia mampu menembus posisi strategis di Kejaksaan Agung berkat kerja keras, integritas, dan ketulusan pengabdian.
Pelantikan ini juga mengandung makna spiritual yang dalam bahwa perjalanan karier seorang jaksa sejati tidak ditentukan oleh ambisi pribadi, melainkan oleh waktu dan kehendak Tuhan yang bekerja melalui tangan-tangan manusia.
Seperti dikatakan Roberth, “Setiap jabatan adalah ladang pengabdian. Saya percaya, jika kita bekerja dengan hati dan jujur, Tuhan akan membuka jalan, bahkan di tempat yang tidak kita duga.”
Kini, dengan semangat baru di bawah pimpinan JAM Pidsus Dr. Febrie Adriansyah, Roberth siap melangkah menjalankan tugas barunya di pusat — membawa semangat pelayanan hukum yang bersih, berintegritas, dan berpihak pada keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dan di balik semua itu, ada pesan sederhana namun mendalam yang menjadi benang merah kisah hidupnya, bahwasanya tidak ada yang kebetulan di dunia ini — karena setiap langkah yang dijalani dalam ketaatan dan integritas, akan selalu menemukan waktunya untuk berbuah. (bet)













