Kupang, penatimor.com – Pasca badai siklon tropis Seroja yang memporak porandakan Kota Kupang dan wilayah sekitarnya, banyak oknum yang memanfaatkan situasi bencana ini.
Seperti terjadi kenaikan bahan bangunan, maupun dalam penjualan BBM eceran yang di pinggir jalan.
Padahal tidak terjadi kenaikan harga dan kelangkaan BBM di Kota Kupang.
Hal ini disampaikan oleh Dirkrimsus Polda NTT, Kombes Pol. Johanes Bangun ketika diwawancara media ini, Rabu (7/4/2021) petang.
Lanjutnya, telah dilakukan rapat bersama yang dipimpin Waka Polda NTT, Brigjen Pol Ama Kliment Dwikorjanti.
Dalam rapat itu telah disampaikan bahwa Pertamina tidak kekurangan BBM, sedangkan untuk kendala saat ini, dari total 15 SPBU di Kota Kupang, hanya 8 SPBU yang bisa beroperasi.
Namun Pertamina juga sudah menyiapkan kendaraan kantong, dan jika sewaktu-waktu SPBU yang beroperasi habis stok BBMnya, langsung bisa diisi.
“Sehingga tidak ada kekurangan BBM di Kota Kupang. Ini merupakan keterangan dari Pertamina,” kata Kombes Johanes.
“Sehingga kepada para penjual eceran yang berjualan BBM dengan harga tidak wajar, maka Polda NTT akan tindak tegas, karena melangar Undang Undang Pasal 3 KUHP,” tegas mantan Kapolres Kupang Kota itu.
“Sehingga kami mengimbau pada penjual BBM eceran di jalan agar jangan mengambil kesempatan di situasi ini, dan kami akan tindak tegas,” tutup bekas Kabid Humas Polda NTT itu. (wil)













