KUPANG, PENATIMOR – Suasana pagi di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, mendadak mencekam setelah kabar duka yang beredar begitu cepat.
Sesosok mayat ditemukan di gudang penyimpanan barang minimarket Indomaret Penkase.
Korban yang diketahui bernama Irfantus Koana, seorang pemuda 20 tahun, meninggalkan misteri di balik kematiannya yang mengejutkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, tragedi ini pertama kali diketahui pada Senin, 20 Januari 2025, sekitar pukul 06.50 Wita.
Korban ditemukan oleh rekan kerjanya tergeletak di lantai gudang dengan kondisi tali plastik (rafia) terikat di leher.
Irfantus, yang juga merupakan warga Jalan M. B. Mail, RT 009/RW 007, Kelurahan Penkase Oeleta, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.
Sekitar pukul 07.30 Wita, personel piket Polsek Alak menerima laporan dari masyarakat.
Lima menit kemudian, tim kepolisian tiba di lokasi kejadian dan menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah korban kemudian dievakuasi pada pukul 09.10 Wita ke Rumah Sakit Bhayangkara Drs. Titus Uly Kupang untuk pemeriksaan medis.
Saksi Iren Modok (21) yang juga rekan kerja korban, adalah orang pertama yang menemukan korban. Ia tiba di minimarket pada pukul 06.55 Wita untuk memulai shift pagi.
Saat mendapati pintu minimarket tidak terkunci, Iren langsung masuk dan menemukan korban tergeletak di lantai gudang dengan tali plastik terikat di leher.
“Saya langsung menghubungi supervisor dan memberitahukan keluarga korban,” ungkapnya dengan nada sedih.
Selain itu, Rian Koana (25), kakak kandung korban, menyebutkan bahwa ia terakhir kali berkomunikasi dengan Irfantus pada dini hari sebelum kejadian.
Menurut Rian, pada pukul 02.17 Wita, korban mengirim bukti transfer uang sebesar Rp 600.000 dan beberapa pesan singkat, termasuk “Bt pu uang terakhir tuh” dan “Bt pu pin HP tgl lahir.”
Pesan-pesan tersebut kini menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan.
Informasi lain menyebutkan, rekaman CCTV menunjukkan bahwa korban memasuki minimarket pada pukul 02.21 Wita.
Ia terlihat menuju ke gudang dan menaiki tangga lipat untuk menggantungkan dirinya dengan tali plastik.
Namun, beberapa saat kemudian, tali tersebut putus, dan korban jatuh ke lantai.
Berdasarkan rekaman ini, polisi menduga kuat korban meninggal dunia karena gantung diri.
Pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah untuk menangani kasus ini, di antaranya melakukan olah TKP.
Tim Identifikasi Sat Reskrim Polresta Kupang Kota, yang dipimpin Aipda Yopi Kasten, melakukan analisis mendalam di lokasi kejadian.
Kemudian, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami fakta dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
Penemuan mayat ini mengejutkan masyarakat setempat, terutama warga di sekitar Kelurahan Penkase Oeleta.
Banyak yang merasa kehilangan atas kepergian Irfantus, yang dikenal sebagai sosok ramah dan pekerja keras. Ungkapan duka terus mengalir, baik dari tetangga, rekan kerja, maupun kerabat korban.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlanjut. (ric)













