KUPANG, PENATIMOR — Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas pembangunan infrastruktur pendidikan, PT. Debitindo Jaya menunjukkan komitmen nyata terhadap tanggung jawab moral dan profesionalnya sebagai kontraktor pelaksana proyek.
Perusahaan tersebut baru saja menyelesaikan perbaikan plafon ruang kelas baru (RKB) di 17 sekolah di wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyusul insiden robohnya plafon di beberapa sekolah hasil proyek rehabilitasi dan renovasi.
Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp30,8 miliar tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional rehabilitasi dan renovasi prasarana sekolah pascabencana di wilayah NTT yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.
PT. Debitindo Jaya bertanggung jawab sebagai pelaksana fisik pekerjaan untuk beberapa titik sekolah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Direktur PT. Debitindo Jaya, Jance Markus Dere, yang ditemui awak media di Kupang, Selasa (29/7/2025), menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat segera setelah menerima laporan kerusakan plafon di sejumlah sekolah.
Menurutnya, langkah perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan ditingkatkan kualitasnya demi memastikan keamanan serta kenyamanan siswa dan guru.
“Kami telah menyelesaikan seluruh proses perbaikan plafon di 17 sekolah. Kami tidak hanya mengganti plafon yang rusak, tetapi juga menaikkan kualitas material dari gypsum menjadi PVC yang lebih tahan lama dan tidak mudah lapuk. Selain itu, lampu downlight juga kami ganti dengan lampu LED yang lebih terang, hemat energi, dan berumur panjang,” ujar Jance.
Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan ini dikebut dalam waktu singkat agar ruangan-ruangan kelas tersebut dapat segera difungsikan kembali pada awal tahun ajaran baru.
Jance juga memastikan bahwa perbaikan ini dilakukan atas inisiatif dan komitmen perusahaan, tanpa menggunakan dana tambahan dari pemerintah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dunia konstruksi tidak hanya soal menyelesaikan proyek sesuai kontrak, tetapi juga soal integritas, etika kerja, dan tanggung jawab jangka panjang terhadap hasil pekerjaan yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya dunia pendidikan,” tambah Jance.
Langkah perbaikan ini pun diapresiasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Viktor, S.T., M.T.
Dalam pernyataannya secara terpisah, Viktor membenarkan adanya perbaikan yang telah dilakukan oleh PT. Debitindo Jaya.
“Benar, pihak pelaksana telah melakukan perbaikan pada 17 titik sekolah di Kabupaten Kupang. Perlu kami tegaskan bahwa tidak ada anggaran negara yang digunakan dalam proses perbaikan ini. Ini murni tanggung jawab pihak kontraktor sesuai dengan komitmen dalam pelaksanaan kontrak,” jelas Viktor.
Menurut Viktor, tindakan responsif seperti ini mencerminkan praktik pembangunan yang sehat dan profesional. Apalagi proyek tersebut berada dalam pengawasan ketat dari pemerintah pusat mengingat statusnya sebagai proyek strategis nasional yang menyangkut kepentingan ribuan siswa di daerah tertinggal.
Insiden robohnya plafon sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama para orang tua siswa yang berharap ruang kelas baru hasil program pemerintah dapat menjadi tempat belajar yang layak dan aman bagi anak-anak mereka. Namun dengan langkah cepat perbaikan dan peningkatan mutu material, kini kekhawatiran itu mulai mereda.
Dengan rampungnya perbaikan ini, diharapkan seluruh aktivitas belajar-mengajar di 17 sekolah tersebut dapat kembali berjalan dengan normal, tanpa gangguan dan dengan fasilitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Pemerintah pun mendorong seluruh kontraktor pelaksana proyek infrastruktur pendidikan lainnya agar menjadikan tindakan PT. Debitindo Jaya sebagai contoh dalam menjunjung tanggung jawab profesional.
Sebagai informasi, proyek rehabilitasi dan renovasi prasarana sekolah pascabencana di NTT mencakup puluhan sekolah yang tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan beberapa kabupaten lainnya yang terdampak bencana badai seroja tahun 2021. (bet)













