BADUNG, PENATIMOR – Jalur padat Canggu–Pererenan kembali memakan korban. Seorang pemotor asal Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas mengenaskan di tempat setelah diduga menjadi korban tabrak lari dan terlindas kendaraan yang melaju dari arah berlawanan, Senin (2/2/2026) sekitar pukul 06.20 Wita.
Korban diketahui bernama Samuel Umbu Seri (29), warga Desa Ole Ate, Kecamatan Mamboro, Sumba Tengah.
Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Raya Canggu–Pererenan, tepatnya di Banjar Tiying Tutul, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung—salah satu ruas jalan yang dikenal padat aktivitas, terutama pada jam berangkat kerja.
Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario DK 4125 FA dengan membonceng rekannya, Samuel Wunu Saingo (36). Keduanya melaju dari arah timur menuju barat.
PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan, kecelakaan bermula ketika korban berusaha mendahului kendaraan di depannya dengan mengambil jalur kanan.
“Setibanya di lokasi kejadian, korban mencoba mendahului. Namun saat itu ia mendadak kaget karena melihat kendaraan melaju cukup kencang dari arah berlawanan,” jelas Aiptu Ayu, Rabu (4/2/2026).
Diduga panik, korban langsung mengerem mendadak. Sepeda motor yang dikendarainya kehilangan kendali, terpeleset, lalu terjatuh ke badan jalan. Nahas, pada saat bersamaan muncul kendaraan dari arah berlawanan yang diduga langsung melindas tubuh korban sebelum kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.
Benturan keras tak terhindarkan. Tubuh korban tergeletak di tengah jalan dalam kondisi luka berat.
Akibat kejadian tersebut, Samuel Umbu Seri mengalami luka terbuka di bagian belakang kepala, lecet pada tangan kanan, serta pendarahan dari mulut, telinga, dan hidung.
“Korban mengalami cedera kepala berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” tegas Aiptu Ayu.
Sementara pemboncengnya, Samuel Wunu Saingo, mengalami retak tulang tengkorak, lebam pada wajah, serta cedera kepala berat. Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof dr I Gusti Ngurah Ngoerah (Sanglah), Denpasar.
Jenazah korban dievakuasi ke kamar jenazah rumah sakit yang sama menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung.
Kasus kecelakaan maut tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Badung. Aparat masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.
“Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kendaraan yang diduga terlibat dan melarikan diri,” pungkas Aiptu Ayu.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan tingginya risiko kecelakaan di jalur Canggu–Pererenan yang padat dan kerap dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama pada jam sibuk.
Polisi mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, tidak memaksakan diri saat mendahului kendaraan, serta selalu mengutamakan keselamatan demi menghindari tragedi serupa. (bet)













