Kajari Sikka Ina Malo Dipromosikan menjadi Asisten Pembinaan Kejati NTT

Kajari Sikka Ina Malo Dipromosikan menjadi Asisten Pembinaan Kejati NTT

KUPANG, PENATIMOR — Dr Henderina Malo, S.H., M.Hum., yang saat ini sebagai Kajari Sikka, mendapatkan promosi jabatan sebagai Asisten Pembinaan (Asbin) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT). Kenaikan jabatan ini tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-1425/10/2025 tanggal 13 Oktober 2025.

Sosok yang akrab disapa Ina Malo ini lahir di Kupang, 13 November 1975. Ia tumbuh di lingkungan sederhana di kawasan Oeba, dari keluarga yang menanamkan nilai disiplin dan kerja keras sejak kecil. Kisahnya tidak jauh berbeda dari banyak anak NTT lainnya, yaitu berjuang dengan segala keterbatasan, namun memegang teguh keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju perubahan.

Sejak kecil, Ina dikenal tekun dan pantang menyerah. Ia menempuh pendidikan di SD Inpres Oeba 1 Kupang (lulus 1988), kemudian SMP Negeri 2 Kupang (lulus 1991), dan SMEA Negeri Kupang (sekarang SMK Negeri 1 Kupang), lulus pada tahun 1994.

Meski hidup sederhana, semangatnya untuk menuntut ilmu tak pernah padam. Ia kemudian melanjutkan ke Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang dan lulus pada tahun 2001. “Sejak kecil saya selalu percaya bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Hidup sederhana bukan penghalang untuk bermimpi besar,” katanya dalam sebuah kesempatan.

Cita-citanya menjadi jaksa tumbuh dari kekaguman pada sosok-sosok penegak hukum yang bekerja dengan integritas di tengah berbagai tantangan moral dan sosial. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan NTT juga mampu berdiri di garda depan penegakan hukum.

Ina Malo memulai kariernya pada 1 Maret 1997 sebagai staf Tata Usaha di Kejaksaan Agung RI. Ia belajar banyak tentang administrasi dan manajemen kelembagaan Kejaksaan sebelum akhirnya dipindahkan ke Kejati NTT pada 1 September 1998.

Kariernya mulai menanjak. Pada 3 Agustus 2004, ia dipercaya menjadi Kepala Sub Seksi Tata Usaha Negara Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati NTT. Tiga tahun kemudian, 19 September 2006, ia dipromosikan sebagai Jaksa Fungsional di Kejari Rote Ndao, dan tak lama berselang menjadi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sikka. Di sinilah kiprahnya mulai dikenal luas.

Sebagai jaksa muda, Ina Malo berhadapan dengan kasus-kasus yang kompleks, namun ia selalu menunjukkan sikap profesional dan hati nurani yang kuat.

Perjalanan kariernya berlanjut. Ia sempat menjabat Kepala Seksi Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi di Kejati NTT (2012), Kepala Seksi Pertimbangan Hukum Kejati NTB (2017), Kepala Seksi Pidum Kejari Kota Kupang (2017–2019), hingga akhirnya dipercaya sebagai Koordinator di Kejati NTT (2019).

Tonggak karier berikutnya adalah ketika ia dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka Utara (Sulawesi Tenggara) pada 8 Agustus 2022. Di sana, ia menunjukkan kepemimpinan yang tegas, empatik, dan hasilnya nyata dengan berhasil menuntaskan kasus korupsi proyek pematangan lahan Bandara Kolaka Utara 2020–2021, yang berujung pada penahanan tiga tersangka.

Keberhasilannya menguak kasus besar tersebut menjadi catatan penting dalam kariernya, sekaligus menegaskan reputasinya sebagai jaksa perempuan tangguh yang tak gentar menghadapi tekanan.

Setelah sukses di Sulawesi Tenggara, Ina Malo dipercaya memimpin Kejaksaan Negeri Sikka. Selama menjabat sebagai Kajari Sikka, ia membangun kultur kerja yang bersih dan kolaboratif, memperkuat hubungan dengan aparat penegak hukum lain.

Di bawah kepemimpinannya, Kejari Sikka sukses menjadi Kejari Tipe B yang meraih peringkat pertama nasional terkait kinerja bidang Tindak Pidana Khusus pada periode semester I tahun 2025.

Kini, dengan kepercayaan baru sebagai Asisten Pembinaan Kejati NTT, ia kembali ke Kupang — bukan sebagai staf muda seperti dulu, melainkan sebagai salah satu pejabat utama di lembaga yang pernah membesarkannya.

Dalam lebih dari 27 tahun pengabdiannya, Ina Malo telah menerima berbagai penghargaan nasional, termasuk Satyalancana Karya Satya X Tahun (2008) dari Presiden RI atas loyalitas dan dedikasi, dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun (2022) atas pengabdian tanpa cela selama dua dekade di Kejaksaan. Penghargaan itu menjadi simbol konsistensi dan ketulusan dalam menjalankan amanah negara.

Di balik sosok jaksa yang tegas, Ina Malo tetaplah sosok ibu yang lembut bagi keluarganya. Ia menikah dengan Absalom Sine, S.E., sosok yang juga dikenal luas di NTT karena pernah menjabat sebagai Plt. Direktur Utama Bank NTT dan saat ini menjadi anggota DPRD Kota Kupang. Keduanya dikenal sebagai pasangan yang saling mendukung dalam karier dan pelayanan publik.

Keluarga, bagi Ina Malo, adalah tempat ia kembali menemukan makna dari setiap perjuangan.

Sebagai Asisten Pembinaan, Ina bertekad menjadikan bidang pembinaan bukan sekadar urusan administratif, tetapi ruang pembentukan karakter dan moralitas aparatur Kejaksaan.
Ia ingin membangun sistem kerja yang efisien dan transparan.

Keberhasilan Ina Malo menduduki jabatan strategis di Kejati NTT membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat NTT. Ia menjadi bukti nyata bahwa anak daerah mampu bersaing dan memimpin di level tinggi, sekaligus membuka ruang bagi perempuan lain untuk bermimpi setinggi langit.

Bagi banyak orang, kisah hidupnya adalah inspirasi — bahwa perempuan NTT bukan hanya mampu hadir di ruang keputusan, tetapi juga menjadi pilar integritas di tengah tantangan besar dunia hukum. “Saya hanya ingin menjadi bagian dari perubahan kecil yang berarti. Selama napas masih ada, saya akan terus mengabdi,” tutupnya dengan nada mantap. (bet)

error: Content is protected !!