KUPANG, PENATIMOR — Ribuan mahasiswa di Kota Kupang berpeluang kehilangan bantuan pendidikan akibat kendala administratif yang belum terselesaikan.
Menyikapi hal ini, Komisi IV DPRD Kota Kupang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk segera mengambil kebijakan yang lebih fleksibel agar akses beasiswa tidak terhambat.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay, S.H., menegaskan bahwa pemerintah perlu memastikan beasiswa ini dapat terserap sepenuhnya.
Dalam berbagai pertemuan dengan calon penerima beasiswa, banyak mahasiswa mengeluhkan persyaratan bukti registrasi pembayaran uang kuliah (SPP), sementara beberapa perguruan tinggi di Kota Kupang belum membuka registrasi semester baru.
“Ada beberapa universitas yang sampai saat ini belum membuka registrasi pembayaran uang kuliah. Padahal, salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa dari Pemkot adalah memiliki bukti registrasi tersebut,” ujar Neda, Senin (17/2/2024).
Ia berharap Pemkot Kupang dapat segera mencari solusi atas kendala ini, mengingat batas waktu pendaftaran beasiswa senilai Rp4 juta per mahasiswa akan berakhir pada awal Maret 2025.
Tanpa kebijakan yang lebih adaptif, banyak mahasiswa berisiko kehilangan kesempatan untuk mendapatkan bantuan pendidikan tersebut.
Neda Ridla Lalay yang juga selaku Ketua Fraksi NasDem itu juga, mengajak mahasiswa asli Kota Kupang yang belum mendaftar untuk segera memanfaatkan program beasiswa ini.
Adapun persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki KTP dan Kartu Keluarga Kota Kupang, surat keterangan kurang mampu dari kelurahan, serta tidak sedang menerima beasiswa dari program lain.
Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Semester III hingga VIII, dengan total kuota sebanyak 885 orang untuk tahun 2025.
Neda berharap agar anggaran beasiswa ini dapat terserap 100% sehingga DPRD bisa mendorong penambahan kuota dalam pembahasan perubahan APBD 2025.
“Kalau tahun ini kuotanya terpenuhi, tentu dalam perubahan APBD nanti kita akan dorong Pemkot untuk menambah kuota agar lebih banyak mahasiswa yang bisa menerima manfaat,” tutupnya. (mel)













