KUPANG, PENATIMOR – Akses vital penghubung antarwilayah di Pulau Timor mendadak lumpuh. Oprit Jembatan Naibonat di Jalan Timor Raya Km 31, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, dilaporkan amblas akibat terjangan arus sungai yang deras pada Rabu malam (25/3/2026).
Peristiwa ini langsung berdampak besar terhadap arus lalu lintas lintas kabupaten hingga lintas negara.
Jalur utama yang menghubungkan Kota Kupang dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, bahkan menuju Timor Leste, kini tidak dapat dilalui secara normal.
Lokasi amblasnya oprit berada tepat di sekitar gerbang Mako Brigif 21 Komodo, yang selama ini menjadi salah satu titik strategis di jalur Trans Timor.
Aparat kepolisian bergerak cepat. Jajaran Polres Kupang bersama Polsek Kupang Timur langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta pengalihan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan risiko kecelakaan.

Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H melalui Kasi Humas Polres Kupang Ipda Lalu Rohandy Hidayat menegaskan, seluruh kendaraan dari arah Kupang menuju wilayah TTS, TTU, Belu, Malaka hingga Timor Leste untuk sementara dialihkan melalui jalur alternatif.
“Pengalihan arus kami lakukan melalui jalan tani di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur. Personel sudah kami tempatkan di sejumlah titik untuk membantu pengendara dan memastikan kelancaran lalu lintas,” jelasnya.
Meski jalur utama terganggu, akses menuju Kelurahan Naibonat dan kawasan Kantor Bupati Kupang dilaporkan masih aman dan dapat dilalui kendaraan.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih berjaga di lokasi guna mengatur arus lalu lintas serta memberikan imbauan kepada masyarakat. Pengendara diminta tetap waspada, terutama saat melintas di jalur alternatif yang kondisi jalannya terbatas.
Warga juga diimbau untuk menghindari area oprit jembatan yang amblas, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk, demi keselamatan bersama.
Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk menangani kerusakan oprit Jembatan Naibonat, mengingat jalur ini merupakan akses vital penghubung ekonomi dan mobilitas masyarakat di Pulau Timor hingga ke perbatasan negara. (bet)













