Kupang, penatimor.com – Warga Kelurahan Nunbaun Sabu (NBS), Kecamatan Alak, Kota Kupang digegerkan dengan penemuan mayat.
Korban berjenis kelamin laki-laki itu teridentifikasi bernama Brian Arfan Radja Koda (24).
Korban ditemukan gantung diri menggunakan kabel telepon di sebuah jembatan yang berada Kelurahan Nunbaun Delha, Kota Kupang, Jumat (29/5/2020) sekitar pukul 05.30 Wita.
Hendrik Balle (30), seorang nelayan yang juga warga Kelurahan Nunbaun Delha, yang pertama kali menemukan korban.
Korban didapati dalam posisi tergantung. Saat itu Hendrik sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah melaut.
Setibanya di jalan setapak, samping jembatan Kelurahan Nunbaun Delha, Hendrik Balle melihat ada sesuatu yang tergantung di bagian bawah jembatan.
Hendrik Balle langsung mendekat dan melihat korban sementara tergantung dan sudah tidak bernyawa.
Melihat kejadian tersebut, Hendrik Balle berteriak, sehingga warga lain juga ikut datang.
Pada saat itu juga orangtua korban juga datang untuk membuka ikatan di leher korban dan langsung menurunkan korban, serta membawa korban ke rumahnya dan dilaporkan ke polisi di Polsek Alak.
Atas laporan tersebut, anggota Polsek Alak dipimpin Ka SPKT Aipda Kadek Mardiana langsung datang ke lokasi kejadian, dan mendapati kalau jenazah korban telah dibawa ke rumah duka oleh orangtua korban dan kerabatnya.
Anggota Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Kupang Kota sempat ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Kapolsek Alak AKP Tatang Prayitno Panjaitan, SH.,SIK.,MH., melalui Kanit Reskrim Polsek Alak, Ipda Sunaryo, SH., di Mapolsek Alak, Jumat (29/5/2020) mengakui kalau kondisi tempat kejadian perkara sudah rusak saat polisi ke lokasi kejadian.
“Orangtua korban sendiri yang membuka ikatan tali pada leher korban serta menurunkan dan membawa korban ke rumah sehingga penanganan olah TKP tidak maksimal,” kata Sunaryo.
Soal penyebab korban gantung diri, Kanit Reskrim Polsek Alak menduga ada masalah keluarga sehingga membuat korban berani mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya sendiri.
“Ada informasi yang beredar di sekitaran rumah korban bahwa malam hari sebelum korban ditemukan, telah terjadi selisih paham/pertengkaran antara korban dan orangtuanya dimana korban langsung pergi dari rumah,” tambahnya.
Pihak keluarga korban juga berjanji akan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, sehingga akan melakukan pertemuan keluarga terlebih dahulu untuk merencanakan acara pemakaman sesuai dengan aturan kesehatan dari pemerintah dalam situasi pandemi saat ini.
“Kami juga sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti kasus ini,” tutup Ipda Sunaryo. (wil)













