KUPANG, PENATIMOR – Semangat juang dan tekad baja terpancar dari wajah delapan atlet taekwondo Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan berlaga di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025 di Semarang, Jawa Tengah.
Kejuaraan yang dijadwalkan berlangsung 19–27 September 2025 itu menjadi panggung penting bagi para mahasiswa-atlet ini untuk membuktikan diri sekaligus mengharumkan Nusa Tenggara Timur di level nasional.
Bagi NTT, keberangkatan delapan atlet muda ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. POMNAS 2025 menjadi ajang uji nyali, uji mental, sekaligus batu loncatan menuju PON 2028, ajang olahraga paling bergengsi tanah air yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Di pundak mereka tersimpan harapan besar ribuan pecinta taekwondo NTT yang kini kian berkembang pesat.
Latihan Terpusat, Persiapan Lima Bulan Penuh
Pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan Daerah (PPLD) Dispora NTT, Sabeum Nim Rocky Lay, menegaskan bahwa seluruh atlet sudah menjalani persiapan panjang dan terukur.
“Sejak awal Mei kami melakukan latihan intensif di PPLD Dispora NTT. Fokusnya tidak hanya fisik dan teknik, tetapi juga mental bertanding agar siap menghadapi tekanan kompetisi nasional,” ujar Rocky saat ditemui di Kupang, Rabu (17/9/2025).
Selama lima bulan, program latihan mencakup sparring rutin, penguatan fisik, latihan taktik, hingga simulasi pertandingan.
Menurut Rocky, delapan atlet tersebut menunjukkan disiplin tinggi dan semangat juang luar biasa. “Kami tidak menargetkan medali tertentu, tetapi dengan persiapan seintensif ini, saya sangat yakin mereka akan tampil maksimal,” tegasnya.
Mahasiswa Pilihan dari Empat Kampus Besar
Para atlet yang akan berlaga di Semarang ini merupakan mahasiswa pilihan dari berbagai perguruan tinggi ternama di Kota Kupang. Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi penyumbang terbesar dengan empat atlet. Sementara itu, dua atlet dari Universitas Widya Mandira (Unwira), sedangkan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), dan Universitas Citra Bangsa (UCB) masing-masing mengirimkan satu perwakilannya.
Mereka akan turun di dua nomor bergengsi, dimana tujuh atlet di kategori Kyorugi (pertarungan) dan satu atlet di kategori Poomsae (jurus seni). Kombinasi ini diharapkan mampu menorehkan prestasi sekaligus menambah pengalaman tanding di level nasional.
Keikutsertaan mereka di POMNAS tentunya merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat NTT. Semoga kerja keras berbulan-bulan membuahkan hasil manis.
Momentum Mengasah Mental Menuju PON 2028
Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) NTT, Fransisco Bernando Bessi, menyambut hangat keberangkatan tim ini dan menilai ajang POMNAS sebagai bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang.
“POMNAS bukan hanya soal medali, tetapi ajang mengasah mental, teknik, dan fisik atlet sebelum menuju PON 2028. Kami mendukung penuh, karena pengalaman bertanding di luar daerah akan mematangkan mereka,” kata Fransisco penuh optimisme.
Fransisco juga menekankan pentingnya peran keluarga dan doa dalam perjalanan para atlet. “Keberhasilan lahir dari latihan keras, dukungan keluarga, dan campur tangan Tuhan. Kami yakin dengan fondasi ini, taekwondo NTT akan terus melesat,” ujarnya.
Ledakan Pertumbuhan Taekwondo di NTT
Dalam lima tahun terakhir, olahraga taekwondo di NTT mencatat perkembangan luar biasa. Data Pengprov TI NTT menunjukkan, jumlah dojang (tempat latihan) di Kota Kupang melonjak dari hanya 14 menjadi 58, dengan hampir 3.000 atlet aktif.
Secara keseluruhan, NTT kini memiliki sekitar 18.000 atlet taekwondo, menjadikannya salah satu provinsi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. “Semakin banyak kejuaraan yang diikuti, semakin terasah mental dan teknik atlet kita. Itu modal besar untuk menatap PON 2028, di mana NTT menjadi tuan rumah,” tambah Fransisco.
Selain dukungan dari Pengprov TI, keberangkatan tim ini juga mendapatkan perhatian dari Dinas Pemuda dan Olahraga NTT, para orang tua, serta komunitas taekwondo se-NTT. Banyak yang berharap POMNAS menjadi ajang pembuktian bahwa generasi muda NTT mampu bersaing di panggung nasional.
Dengan persiapan matang, dukungan penuh masyarakat, dan semangat pantang menyerah, delapan atlet taekwondo muda ini siap membuktikan bahwa NTT bukan hanya gudang talenta, tetapi juga rumah bagi para juara. (bet)













