Suasana berbeda terlihat di Kantor Kejaksaan Negeri Medan pada Kamis (12/3/2026) petang. Di tengah momentum Ramadan, jajaran Kejari Medan dan insan pers duduk bersama dalam kegiatan tausyiah dan buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Kajari Medan Ridwan Sujana Angsar menegaskan bahwa peran media sangat penting dalam mendukung transparansi dan kinerja institusi yang dipimpinnya tersebut.
OBED GERIMU, Medan
Di tengah kesibukan penegakan hukum yang setiap hari dijalankan, keluarga besar Kejaksaan Negeri Medan sejenak menurunkan ritme kerja mereka.
Para jaksa, pegawai, tenaga honorer, petugas keamanan, hingga insan pers duduk berdampingan dalam satu ruang kebersamaan, menanti azan magrib yang sebentar lagi berkumandang.
Momentum itu hadir dalam kegiatan tausyiah dan buka puasa bersama yang digelar Kejaksaan Negeri Medan.
Bukan sekadar acara berbuka puasa, kegiatan tersebut menjelma menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan aparat penegak hukum dengan insan pers dalam suasana kekeluargaan yang hangat di bulan suci Ramadan.

Acara yang digelar di Kantor Kejari Medan itu dihadiri oleh seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Medan, mulai dari pejabat struktural, jaksa fungsional, pegawai, tenaga honorer, hingga petugas keamanan.
Turut hadir pula para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) yang selama ini aktif meliput berbagai kegiatan dan perkembangan hukum di wilayah Sumatera Utara.
Kegiatan diawali dengan tausyiah Ramadan yang memberikan pesan spiritual mendalam bagi seluruh hadirin.

Dengan gaya ceramah yang santai namun penuh makna, ustadz yang hadir mengingatkan bahwa Ramadan adalah anugerah besar dari Allah SWT yang tidak semua orang dapat rasakan setiap tahunnya.
Menurutnya, bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperbaiki diri, mengendalikan emosi, serta meningkatkan kualitas ibadah.
“Merugilah orang yang menjalani Ramadan tetapi tidak ada perubahan dalam dirinya menjadi lebih baik,” ujar sang ustadz dalam tausiahnya.

Ia juga menekankan pentingnya menahan amarah, memperbanyak sedekah, serta memanfaatkan setiap nikmat yang diberikan Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Ceramah tersebut beberapa kali diselingi humor khas masyarakat Medan yang membuat suasana semakin cair. Namun di balik canda yang memancing senyum para hadirin, terselip pesan moral tentang pentingnya kedisiplinan, kesabaran, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Selain tausyiah dan buka puasa bersama, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bingkisan Ramadan kepada perwakilan pegawai, tenaga honorer, petugas keamanan, serta insan pers yang tergabung dalam Forwakum Sumut.
Bingkisan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Ridwan Sujana Angsar, bersama para kepala seksi (Kasi) dan Kasubbag.

Penyerahan bingkisan itu bukan sekadar simbol formalitas, melainkan wujud nyata kebersamaan dan kepedulian pimpinan terhadap seluruh unsur yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas di lingkungan Kejari Medan.
Senyum para penerima bingkisan menambah hangat suasana sore itu. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab yang besar, momen tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan rasa saling menghargai tetap menjadi fondasi penting dalam sebuah institusi.

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Medan Ridwan Sujana Angsar menyampaikan pesan penting kepada seluruh jajarannya.
Ia mengingatkan bahwa tugas sebagai aparat penegak hukum menuntut profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ridwan mengakui dirinya masih relatif baru memimpin Kejari Medan. Namun ia berharap seluruh jajaran tetap solid dan terus meningkatkan kualitas kinerja.

“Walaupun saya baru sekitar satu bulan bertugas di Kejari Medan, saya berharap seluruh jajaran dapat terus bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas,” kata Ridwan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kejari Medan yang telah memberikan dukungan sejak awal dirinya mengemban amanah sebagai pimpinan.
Menurutnya, dukungan internal merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kinerja institusi yang dipimpinnya tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Angsar secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para wartawan yang selama ini menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Kejari Medan.
Menurutnya, media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara lembaga penegak hukum, khususnya Kejari Medan dengan publik.
“Saya juga memohon dukungan dari rekan-rekan media, khususnya yang tergabung dalam Forwakum Sumut. Karena tanpa dukungan media, saya bukan siapa-siapa. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Ridwan.

Pernyataan itu disambut hangat oleh para wartawan yang hadir, menandakan kuatnya hubungan kemitraan antara Kejari Medan dan insan pers.
Sementara itu, Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution menyampaikan apresiasi kepada Kajari Medan dan seluruh jajaran yang telah menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan insan pers.
Menurut Aris, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa hubungan antara Kejari Medan dan wartawan selama ini berjalan dengan baik.

Ia menilai komunikasi yang intens antara Kejari Medan dan para wartawan turut membantu menyampaikan berbagai informasi hukum kepada masyarakat secara lebih luas dan transparan.
“Kami dari Forwakum Sumut siap mendukung kinerja Kejari Medan. Kami juga mengapresiasi komunikasi yang selama ini terbangun, khususnya dengan Kasi Intel Kejari Medan beserta jajaran serta para Kasi lainnya yang terus bersinergi dan menjaga hubungan baik dengan Forwakum,” ujar Aris.

Menjelang waktu berbuka, seluruh hadirin larut dalam suasana khidmat ketika doa bersama dipanjatkan.
Ketika azan magrib akhirnya berkumandang, para peserta acara berbuka puasa bersama dalam suasana penuh keakraban.
Di meja-meja sederhana itu, para jaksa, pegawai, dan wartawan berbagi cerita, tertawa, serta menikmati hidangan berbuka dengan penuh rasa syukur. (*)













