KUPANG, PENATIMOR – Tepat pada hari Kamis, tanggal 21 September 2023, suasana di Pasar Kasih Naikoten, Kota Kupang, begitu berbeda dari biasanya. Pasar yang biasanya ramai dengan berbagai pedagang dan pembeli, hari ini menjadi saksi dari sebuah momen yang begitu istimewa.
Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Johni Asadoma, M.Hum, tiba di pasar tersebut untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok, serta untuk menjalin lebih dekat dengan masyarakat.
Kapolda Johni Asadoma adalah seorang pemimpin yang peduli terhadap kesejahteraan rakyatnya. Ia tidak hanya bekerja di balik meja kerja, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memahami dan merasakan kondisi masyarakat di wilayahnya. Hari ini, ia ingin memastikan bahwa harga bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat Kota Kupang.
Di tengah kunjungannya, Kapolda Johni Asadoma tak sengaja melihat seorang wanita lansia yang duduk di bawah sebatang pohon, dengan dagangan sapu lidi yang terpajang di depannya.
Wanita itu bernama Naomi Bois, seorang nenek berusia 83 tahun yang berasal dari Nekamese, Kabupaten Kupang. Ia telah berjualan sapu lidi buatannya sendiri di pasar ini selama bertahun-tahun. Namun, pengalaman berjualan selalu penuh dengan naik turun. Kadang dagangannya laku, tapi kadang juga tidak.
Naomi Bois tersenyum ramah saat Kapolda mendekatinya. Dengan mata yang penuh semangat, ia menjelaskan bahwa harga satu ikat sapu lidi yang ia jual adalah 5.000 rupiah. Kapolda, tanpa ragu, memilih untuk membeli seluruh ikat sapu lidi yang ditawarkan oleh Naomi. Ia tahu bahwa tindakannya akan memberikan kebahagiaan pada nenek tersebut dan sekaligus membantu meringankan beban ekonominya.
Ketika Naomi menerima uang dari Kapolda, matanya berkaca-kaca. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa terharunya. Sebagai seorang nenek yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk bekerja keras, momen ini adalah hadiah yang begitu berharga baginya. Hatinya dipenuhi dengan rasa syukur dan haru. Naomi Bois merasa sangat bersyukur atas kebaikan Kapolda NTT.
“Dagangan Oma laku cepat hari ini. Biasanya, saya harus tinggal hingga jam 12 siang atau jam 1 siang untuk menjual semuanya,” ungkap Naomi dengan suara yang gemetar oleh kebahagiaan.
Ia mengelus sapu lidi yang tersisa di dekatnya, merenung sejenak tentang perjalanan hidupnya dan bagaimana hari ini menjadi titik cerah dalam perjuangannya.
Hasil penjualan sapu lidi tersebut langsung Naomi gunakan untuk membeli kebutuhan pokoknya. Kapolda Johni Asadoma melihatnya dengan senyum puas. Ia tahu bahwa tindakannya bukan hanya mengangkat semangat seorang nenek berusia 83 tahun, tetapi juga menggambarkan kepeduliannya terhadap masyarakat, terutama bagi mereka yang berjuang keras mencari nafkah di tengah berbagai tantangan.
Momen di Pasar Kasih Naikoten itu akan selalu dikenang oleh Naomi Bois sebagai momen kebahagiaan dan kebaikan yang telah datang dalam hidupnya. Bagi Kapolda NTT, itu adalah pengingat bahwa tindakan kecil seperti ini dapat membawa kebahagiaan kepada orang lain dan membantu membangun hubungan yang lebih baik antara pihak kepolisian dan masyarakatnya.
Saat Kapolda melanjutkan kunjungannya ke pasar lainnya, cerita tentang Oma Naomi Bois dan sapu lidi yang laku habis dengan bantuan Kapolda menjadi pembicaraan hangat di kalangan pedagang dan pembeli. Mereka semua merasa terinspirasi oleh tindakan kebaikan itu dan berharap dapat melakukan sesuatu untuk membantu sesama seperti yang telah dilakukan Kapolda Johni Asadoma pada hari itu. (bet)













