KUPANG, PENATIMOR — Langkah besar tim sepak bola pelajar Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju panggung nasional akhirnya dimulai. Dengan semangat pantang menyerah dan tekad membara, skuad muda NTT siap menantang kekuatan raksasa Jawa Timur dalam laga perdana Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Tahun 2025 yang digelar di Jakarta.
Berlaga di “grup neraka” bersama tiga provinsi bertradisi sepak bola kuat — Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara — tak membuat mental anak-anak Flobamora goyah.
Sebaliknya, tantangan berat ini justru menjadi pelecut semangat untuk membuktikan bahwa sepak bola pelajar dari bumi Flobamorata mampu berbicara di tingkat nasional.
Tim Popnas NTT dijadwalkan melakoni laga pembuka melawan Jawa Timur pada Senin, 3 November 2025 pukul 09.00 WIB di Stadion Asiop, Jakarta.
Dua pertandingan krusial lainnya akan dihadapi melawan Sumatera Utara pada Selasa, 4 November (pukul 11.00 WIB) dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 November (pukul 09.00 WIB), keduanya di Stadion Tugu.
Rombongan tim telah berada di Jakarta sejak 1 November 2025, membawa serta doa dan harapan seluruh masyarakat NTT.
Manajer tim Popnas NTT, Celly Nganggus, menuturkan bahwa keberangkatan tim ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan banyak pihak, terutama Asprov PSSI NTT, yang aktif mengawal proses sejak seleksi awal hingga pemantapan akhir.
“Rencana keberangkatan ini bisa terlaksana berkat kerja keras banyak pihak, terutama dukungan dari PSSI NTT. Meski ini program Dispora, tapi karena besarnya cinta terhadap sepak bola, PSSI ikut turun langsung sejak perekrutan hingga latihan terakhir,” ujar Celly.
Menurutnya, para pemain yang memperkuat tim Popnas NTT merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai kabupaten dan kota di NTT.
“Mereka ini anak-anak terbaik dari daerah. Mereka punya semangat luar biasa, dan kami mohon doa dari masyarakat agar perjuangan mereka di Jakarta bisa membawa harum nama NTT,” tambahnya penuh semangat.
Pelatih kepala Mathias Bisinglasi mengakui waktu persiapan memang tidak panjang, namun semangat para pemain menjadi modal utama menghadapi tiga lawan tangguh di babak penyisihan grup.
“Persiapan kami terbilang singkat, tapi anak-anak menunjukkan dedikasi tinggi. Kami fokus pada endurance training, defensive shape, dan serangan cepat. Mereka menjalani latihan dengan disiplin tinggi dan antusiasme luar biasa,” jelas Mathias.
Ia mengungkapkan bahwa timnya akan menggunakan formasi 3-4-3 untuk menjaga tempo permainan cepat dan efisiensi serangan.
“Target realistis kami adalah lolos ke delapan besar. Tapi kalau Tuhan berkenan, kami ingin membawa pulang medali, minimal perunggu,” ungkapnya optimistis.
Ketua Asprov PSSI NTT, Chris Mboeik, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih, pemain, dan jajaran manajer yang telah mempersiapkan tim dengan maksimal. Ia menegaskan komitmen PSSI NTT untuk terus mendukung pembinaan sepak bola pelajar di daerah.
“Pada POPNAS sebelumnya, kita harus pulang lebih cepat di fase grup. Tahun ini target kami minimal bisa menembus delapan besar. Kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola pelajar NTT sedang berkembang pesat,” tegas Chris.
Menjelang keberangkatan ke Jakarta, tim POPNAS NTT sempat menggelar laga uji coba terakhir melawan SKO NTT untuk menguji kekompakan, kerja sama antar lini, serta ketahanan fisik dan mental bertanding.
Kini, di tengah doa dan dukungan masyarakat dari seluruh penjuru NTT, skuad muda ini membawa beban sekaligus kebanggaan besar. Mereka bukan hanya mewakili sekolah atau kota asal, tetapi membawa nama seluruh rakyat NTT yang rindu melihat bendera daerah berkibar di podium nasional. “Yang penting anak-anak bermain dengan hati, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Menang atau kalah, mereka sudah jadi kebanggaan NTT,” tutup Chris Mboeik. (bet)
Jadwal Pertandingan Tim Sepak Bola Popnas NTT 2025:
3 November 2025, Pukul 09.00 WIB – NTT vs Jawa Timur (Lapangan Asiop)
3 November 2025, Pukul 11.00 WIB – NTT vs Sumatera Utara (Stadion Tugu)
5 November 2025, Pukul 09.00 WIB – NTT vs Jawa Tengah (Stadion Tugu)
Pembagian Grup
Grup A
DKI Jakarta
Gorontalo
Bengkulu
Grup B
NTT
Jawa Timur
Jawa Tengah
Sumatera Utara
Grup C
Sumatera Barat
Bali
Banten
Riau
Grup D
Jawa Barat
Kalimantan Timur
Lampung
Sulawesi Utara













