Langsung ke konten
Breaking News
KDRT Berujung Maut di TTS, Suami Tewas Diduga Dianiaya Istri, Sok Motor jadi Barang Bukti Dua Hari Dicari Tim SAR, Warga Rote Ndao yang Hilang Saat Ambil Rumput Laut Ditemukan Meninggal Korban Gempa Flores Mulai “Bon” Sembako dan Tenda di Kios, Pemerintah yang Bayar Vonis Bebas PN Kupang Dianulir MA, Umbu Dangu Divonis 18 Bulan Penjara Tim Aksi Peduli Gempa Flores Konsolidasi Penggalangan Bantuan
PENA TIMOR
Indeks
PENA TIMOR
  • HOME
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • HUKRIM
  • POLKAM
  • OPINI
  • PILKADA
  • PENDIDIKAN
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE & KESEHATAN
  • SELEBRITI
  • SPORT
Beranda NASIONAL Kominfo Panggil Facebook soal Video Penembakan Selandia Baru
NASIONAL, UTAMA  

Kominfo Panggil Facebook soal Video Penembakan Selandia Baru

Redaksi Pena
Maret 20, 2019

Jakarta, Penatimor.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta Facebook meningkatkan kemampuan moderasi konten agar cepat memblokir dan mencegah konten negatif.

Hal ini diungkapkan Dirjen Aptika Semuel Pangerapan atas kegagalan Facebook mencegah video penembakan masjid di Selandia Baru yang tersiar langsung.

Semuel mengungkapkan bukan kali ini saja Facebook gagal mencegah konten negatif tersiar langsung. Pada 2017 di Indonesia, seorang pria bernama Pahinggar Indrawan menyiarkan langsung video ketika ia bunuh diri dengan cara gantung diri.

“Sebenarnya sudah ada dua kasus, dulu ada bunuh diri dan ini (penembakan). Kami mengharapkan mereka punya konten moderator yang lebih lebih canggih,” kata Semuel di Kantor Kemkominfo, Rabu (20/3).

Selanjutnya, Semuel mengatakan akan memanggil Facebook untuk membicarakan mengenai penyiaran langsung video penembakkan dua masjid di wilayah Christchurch.

“Saya secara pribadi akan panggil mereka. Kami rencana panggil minggu ini,” kata Semuel.

Semuel berharap Facebook memiliki alat moderasi kelas wahid mengingat status Facebook sebagai raksasa jejaring sosial dengan jumlah pengguna bulanan sebesar 2,1 miliar. Dia mengatakan seharusnya Facebook tidak hanya mengandalkan laporan dari pengguna untuk menyaring konten negatif.

“Jadi kami harap Facebook tidak bergantung pada laporan pengguna. Kalau sudah ada laporan berarti konten negatif sudah sudah beredar,” kata Semuel.

Semuel mengatakan Kemkominfo telah memblokir 2.856 video penembakan dua Masjid di Selandia Baru hingga Senin (18/3) pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan catatan Kemkominfo, pemblokiran video penembakan Selandia Baru melalui Instagram ada 1.501. Disusul 856 video juga melalui platform Twitter.

Selanjutnya terdapat 355 video di Facebook dan 144 video di YouTube. Nando mengatakan video-video ini merupakan video yang beredar di Indonesia. (R2/cnnindonesia)

Berita Terkait
KDRT Berujung Maut di TTS, Suami Tewas Diduga Dianiaya Istri, Sok Motor jadi Barang Bukti
Dua Hari Dicari Tim SAR, Warga Rote Ndao yang Hilang Saat Ambil Rumput Laut Ditemukan Meninggal
Korban Gempa Flores Mulai “Bon” Sembako dan Tenda di Kios, Pemerintah yang Bayar
Vonis Bebas PN Kupang Dianulir MA, Umbu Dangu Divonis 18 Bulan Penjara
Tim Aksi Peduli Gempa Flores Konsolidasi Penggalangan Bantuan
Cerita Nikolaus saat Gempa Besar Hantam NTT, Berlari Gendong Anak sembari Hindari Tembok yang Roboh
headline Kasus Penembakan Selandia Baru Kemenkominfo Kominfo Panggil Facebook soal Video Penembakan Selandia Baru Selandia Baru

Baca Juga

KDRT Berujung Maut di TTS, Suami Tewas Diduga Dianiaya Istri, Sok Motor jadi Barang Bukti
Dua Hari Dicari Tim SAR, Warga Rote Ndao yang Hilang Saat Ambil Rumput Laut Ditemukan Meninggal
Korban Gempa Flores Mulai “Bon” Sembako dan Tenda di Kios, Pemerintah yang Bayar
Vonis Bebas PN Kupang Dianulir MA, Umbu Dangu Divonis 18 Bulan Penjara
Tim Aksi Peduli Gempa Flores Konsolidasi Penggalangan Bantuan
Cerita Nikolaus saat Gempa Besar Hantam NTT, Berlari Gendong Anak sembari Hindari Tembok yang Roboh

Rekomendasi untuk kamu

KDRT Berujung Maut di TTS, Suami Tewas Diduga Dianiaya Istri, Sok Motor jadi Barang Bukti

SOE, PENATIMOR – Pertengkaran rumah tangga di Desa Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah…

Dua Hari Dicari Tim SAR, Warga Rote Ndao yang Hilang Saat Ambil Rumput Laut Ditemukan Meninggal

KUPANG, PENATIMOR — Harapan keluarga untuk menemukan Alexander Bola (66), warga Kampung Soao, Desa Daiama,…

Korban Gempa Flores Mulai “Bon” Sembako dan Tenda di Kios, Pemerintah yang Bayar

BAJAWA, PENATIMOR – Di tengah keterbatasan pascagempa bumi Flores, warga terdampak di Kelurahan Faobata, Kecamatan…

Vonis Bebas PN Kupang Dianulir MA, Umbu Dangu Divonis 18 Bulan Penjara

KUPANG, PENATIMOR – Putusan bebas Andry Santo Umbu Dangu, S.T., M.Ling., dalam perkara dugaan korupsi…

Tim Aksi Peduli Gempa Flores Konsolidasi Penggalangan Bantuan

JAKARTA, PENATIMOR – Tim Aksi Peduli Gempa Flores yang beranggotakan masyarakat perantauan asal Pulau Flores,…

Cerita Nikolaus saat Gempa Besar Hantam NTT, Berlari Gendong Anak sembari Hindari Tembok yang Roboh

RUTENG, PENATIMOR – Matahari baru terbit pada Sabtu (15/8) pagi sekitar pukul 05.58 WITA. Tak…




PENA TIMOR
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
© Penatimor.id 2021
  • EKONOMI
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE & KESEHATAN
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • POLKAM
  • SELEBRITI
  • SOSBUD
  • SPORT
  • –
    • INDEX BERITA
    • KONTAK KAMI
    • PEDOMAN MEDIA SIBER
    • REDAKSI