Gubernur Angkat Bicara Soal Musprov Taekwondo: Ridwan dan Fransisco Layak Memimpin

Gubernur Angkat Bicara Soal Musprov Taekwondo: Ridwan dan Fransisco Layak Memimpin

Kontestasi menuju kursi Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur mulai memantik perhatian publik olahraga. Ridwan Angsar dan Fransisco Bernando Bessie dipastikan akan bertarung dalam Musprov TI NTT. Gubernur NTT Melki Laka Lena pun turun tangan memberikan dukungan, menyebut keduanya sebagai figur terbaik yang layak memimpin masa depan taekwondo di daerah ini.

OBED GERIMU, Kupang

DINAMIKA menuju Musyawarah Provinsi (Musprov) Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun ini mulai terasa semakin hangat.

Dua figur kuat yang selama ini dikenal aktif membangun olahraga bela diri di daerah ini, Ridwan Angsar dan Fransisco Bernando Bessie, dipastikan akan bertarung dalam perebutan kursi Ketua TI NTT periode berikutnya.

Di tengah meningkatnya perhatian publik olahraga terhadap kontestasi tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena angkat bicara. Ia menyambut positif munculnya dua tokoh yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memimpin serta membawa taekwondo NTT melangkah lebih jauh.

Bagi Melki, kehadiran Ridwan Angsar dan Fransisco Bessie dalam bursa pemilihan Ketua TI NTT bukan sekadar kompetisi organisasi olahraga, tetapi juga momentum penting bagi masa depan pembinaan taekwondo di provinsi kepulauan ini.

“Saya dukung penuh kalau Pak Ridwan dan Sisco maju dalam bursa calon Ketua Taekwondo NTT. Keduanya putra terbaik NTT yang memiliki kapasitas untuk memajukan taekwondo di daerah ini,” ujar Melki Laka Lena kepada awak media, Senin (16/3/2026), di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kota Kupang.

Dalam pandangan Gubernur Melki, Ridwan Angsar merupakan figur yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan olahraga, khususnya taekwondo di NTT.

Komitmen tersebut tidak hanya terlihat dari aktivitas organisasi, tetapi juga dari langkah konkret yang dilakukan Ridwan dalam membangun ekosistem pembinaan atlet.

Salah satu bukti nyata adalah keberadaan dojang taekwondo di lingkungan Kejaksaan Tinggi NTT, yang menjadi tempat latihan dan pembinaan bagi atlet-atlet muda.

“Dengan memiliki dojang sendiri, itu membuktikan bahwa beliau serius dalam mengurus dan membina taekwondo,” kata Melki.

Tidak berhenti di situ, Ridwan Angsar juga dikenal sebagai sosok di balik suksesnya penyelenggaraan turnamen Adhyaksa Cup, sebuah kejuaraan taekwondo yang digelar di Kota Kupang dan menyedot perhatian peserta dari berbagai daerah bahkan negara tetangga Timor Leste.

Event tersebut bahkan dinilai sebagai salah satu kejuaraan taekwondo terbaik di Indonesia karena mampu menghadirkan atmosfer kompetisi yang profesional sekaligus menjadi ruang pembinaan bagi atlet muda.

“Event Adhyaksa Cup kemarin menjadi salah satu event taekwondo terbaik yang pernah digelar. Dengan pengalaman seperti ini, tentu kita berharap ke depan taekwondo NTT bisa semakin maju dan mencetak lebih banyak prestasi,” ujarnya.

Namun dukungan Gubernur Melki tidak hanya tertuju pada satu figur. Ia juga memberikan apresiasi terhadap Fransisco Bernando Bessie, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia NTT.

Sebagai pemimpin organisasi dalam periode berjalan, Fransisco dinilai telah menjalankan berbagai program pembinaan dan kegiatan kejuaraan yang ikut menjaga denyut perkembangan taekwondo di daerah ini.

“Sisco juga memiliki pengalaman sebagai ketua pada periode saat ini. Tentu berbagai kegiatan sudah dilakukan dalam menunjang prestasi taekwondo di NTT,” ungkap Melki.

Pengalaman organisasi tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam melanjutkan program pembinaan atlet, membangun jaringan kompetisi, serta memperkuat struktur organisasi taekwondo hingga ke daerah-daerah.

Musyawarah Provinsi Taekwondo Indonesia NTT tahun ini dipandang sebagai momen strategis bagi masa depan olahraga bela diri tersebut di NTT.

Tidak hanya menentukan siapa yang akan memimpin organisasi untuk periode berikutnya, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi seluruh pengurus dan insan taekwondo dalam merumuskan arah pembinaan atlet yang lebih terstruktur.

Gubernur Melki berharap proses pemilihan ketua dalam Musprov nanti dapat berlangsung secara demokratis, penuh sportivitas, dan tetap menjaga semangat persaudaraan di antara para pelaku olahraga.

“Yang paling penting, prosesnya harus berjalan aman, lancar, dan penuh semangat sportivitas, sehingga siapa pun yang terpilih nanti bisa membawa taekwondo NTT ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Lebih jauh, Melki Laka Lena menaruh harapan besar terhadap masa depan taekwondo NTT. Dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan semua pihak, ia optimistis cabang olahraga ini mampu meningkatkan prestasi atlet di level nasional.

Salah satu target yang diharapkan adalah tampil lebih kompetitif pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.

Menurut Melki, taekwondo memiliki potensi besar untuk menyumbangkan prestasi bagi NTT jika pembinaan atlet dilakukan secara konsisten dan didukung dengan sistem kompetisi yang baik.

“Saya optimistis taekwondo NTT nanti bisa memberikan yang terbaik di PON dengan periodesasi kepemimpinan yang baru dan terbaik hasil Musprov,” pungkasnya.

Di tengah dinamika menuju Musprov, perhatian publik olahraga NTT kini tertuju pada dua nama yang sama-sama memiliki pengaruh kuat dalam dunia taekwondo daerah, Ridwan Angsar dan Fransisco Bernando Bessie.

Siapa yang akan dipercaya memimpin Taekwondo NTT ke depan? Jawabannya akan ditentukan dalam Musprov yang dipastikan menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan olahraga bela diri ini di Bumi Flobamorata. (*)

error: Content is protected !!