KUPANG, PENATIMOR – Pasca kondisi anak Elin Futboe penderita Hemangioma diberitakan sejumlah media massa, bantuan dari berbagai pihak pun berdatangan.
Tidak sedikit orang baik yang manaruh peduli dengan kondisi bocah berusia dua tahun itu. Mereka juga ingin mendukung aksi relawan GESER yang sejak awal menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan.
Tak pelak, media ini pasca memberitakan keberadaan anak Elin, kerap dihubungi sejumlah pihak yang mengaku tergugah dengan kondisi anak Elin dan ingin membantu.
Salah satunya adalah Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.
Orang nomor satu di bank kebanggaan masyarakat NTT itu menanyakan alamat anak Elin, dan langsung diberikan oleh awak media ini sembari menyertakan nomor ponsel dari orangtua Elin.
Alhasil, tanpa menunggu lama, bankir yang akrab dipanggil Alex Riwu Kaho ini langsung menyerahkan bantuan biaya pengobatan kepada anak Elin sebesar Rp5 juta. Donasi dikirimkan langsung ke nomor rekening bank orangtuan anak Elin.
“Semoga bisa membantu meringankan beban pengobatan ananda yang sakit dan keluarganya,” kata Alex usai memberikan donasi nya, Jumat (10/2/2023) siang.
Tak hanya Alex, Kapolda NTT Irjen Pol. Johni Asadoma pun menaruh perhatian terhadap kondisi anak Elin.
Melalui pesan WhatsApp kepada awak media ini, orang nomor satu pada Korps Bhayangkara di NTT itu juga menanyakan alamat dari anak Elin.
Kajari Kota Kupang Banua Purba, SH.,MH., dan Anggota DPRD Provinsi NTT Mohammad Ansor juga menyatakan kepeduliannya. Keduanya berjanji akan membantu biaya pengobatan anak Elin.
Adapula beberapa orang baik yang enggan identitasnya dipublikasi, juga secara spontan berdonasi melalui dompet peduli relawan GESER.
Yunita Kapitan, ibu kandung dari anak Elin mengucapkan limpah terima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing telah menyatakan kepedulian terhadap kondisi buah hatinya.
“Terima kasih banyak-banyak kepada bapak dan mama semua yang telah membantu meringankan beban kami. Kami berencana melakukan pengobatan anak Elin di Bali nanti. Mohon dukungan doanya agar semua proses pengobatan berjalan lancar. Semoga Tuhan membalas semuanya,” ungkap Yunita.
Yunita juga mengaku telah mengurus administrasi kartu keluarga di Dinas Dukcapil Kabupaten Kupang, dan tinggal menunggu jaminan Kesehatan di BPJS Kesehatan Cabang Kupang.
“Kami sudah ajukan di BPJS Kesehatan, tinggal tunggu konfirmasi. Kalau semua administrasi sudah beres , kami langsung membawa anak Elin ke Bali untuk menjalani operasi,” jelas Yunita.
Untuk diketahui, anak Elin Futboe yang adalah buah hati dari Dafid Futbeo dan Yunita Kapitan terlahir normal seperti anak-anak lain pada umumnya.
Hanya saja di sebagian wajahnya terdapat bercak merah, sedikit agak tebal pada beberapa bagian wajah.
Anak Elin dan kedua orangtua tinggal di daerah yang jauh dari rumah sakit, yaitu di Desa Oletsala, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.
Hal ini membuat keluarga ini merasa bahwa apa yang ada di muka Elin itu hanyalah sebuah tanda lahir biasa, dan Elin pung tidak merasa kesakitan dengan bercak merah di wajahnya.
Namun, semua itu berubah sekira lima bulan yang lalu, saat Elin sakit dan menjalani pengobatan di rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan.
Setelah menjalani perawatan yang intensif, sakit yang dideritanya berangsur pulih.
Setelah sembuh dari deritanya, bercak merah yang awalnya terlihat biasa-biasa saja, mulai berubah. Tampak makin menebal dan mulai menyebar dan hampir saja menutupi mulut anak Elin.
Karena keterbatasan ekonomi, dan belum memiliki Kartu BPJS membuat orangtua Elin pun hanya berpasrah diri dan belum melakukan pengecekan ke Dokter untuk mengobati sakit yang dialami anak Elin.
Sempat ada petugas kesehatan yang melihat ciri-ciri yang ada di wajah Elin menyebut bahwa itu merupakan Hemangioma.
Hemangioma adalah benjolan kemerahan yang tumbuh di kulit bayi. Benjolan ini terbentuk dari sekumpulan pembuluh darah yang tumbuh tidak normal dan menjadi satu.
Hemangioma tergolong tanda lahir yang sering muncul di wajah, leher, kulit kepala, dada, dan punggung, pada anak usia 18 bulan ke bawah.
Kondisi ini tidak bersifat kanker dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, pengobatan diperlukan bila benjolan menyebabkan gangguan pada penglihatan dan pernapasan. (bet)













