KUPANG, PENATIMOR – Empat tahun kepemimpinan Petrus Christian Mboeik di Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan sekadar perjalanan mengurus kompetisi sepak bola.
Di bawah kepemimpinannya, sepak bola NTT mencatat sejumlah pencapaian penting, mulai dari menembus babak delapan besar Pekan Olahraga Nasional (PON), mengantarkan klub daerah promosi ke Liga 3 nasional, menghidupkan kompetisi berjenjang, hingga memperkuat fondasi pembinaan pemain usia dini.
Rekam jejak tersebut menjadi modal kuat bagi Chris Mboeik untuk kembali memimpin PSSI NTT periode 2026–2030. Sebab, di tengah persaingan menuju kursi Ketua PSSI NTT, pengalaman, kesinambungan program, dan capaian nyata menjadi faktor penting yang patut dipertimbangkan para pemilik suara atau voters.
Selama periode 2022–2026, Chris bersama jajaran pengurus tidak hanya menjaga roda organisasi tetap berjalan, tetapi juga menghadirkan kompetisi di berbagai kelompok umur, memperluas pembinaan hingga kabupaten, meningkatkan kapasitas pelatih dan wasit, serta membuka jalan bagi klub-klub NTT untuk bersaing di tingkat nasional.
Salah satu pencapaian paling monumental terjadi pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. Tim sepak bola NTT berhasil menembus babak delapan besar. Prestasi tersebut tercatat sebagai pencapaian tertinggi sepak bola NTT sepanjang keikutsertaannya dalam ajang olahraga terbesar di Indonesia.
Capaian itu bukan datang secara tiba-tiba. Perjalanan menuju PON diawali dengan keberhasilan tim NTT melewati babak kualifikasi pada 2023 di wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan dan persiapan kompetisi yang dilakukan secara berkesinambungan dapat menghasilkan prestasi di tingkat nasional.
Kini, dengan NTT bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi tuan rumah PON 2028, kesinambungan kepemimpinan dan program pembinaan menjadi semakin strategis. NTT membutuhkan kepemimpinan yang memahami fondasi sepak bola daerah, memiliki pengalaman organisasi, serta mampu melanjutkan pekerjaan yang telah dibangun.
ETMC, Liga 4, dan Klub NTT Mulai Berbicara di Tingkat Nasional
Salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan Chris Mboeik adalah konsistensi penyelenggaraan El Tari Memorial Cup (ETMC), turnamen sepak bola paling bergengsi di NTT.
Selama masa kepemimpinannya, ETMC tetap menjadi panggung utama kompetisi antarklub sekaligus ruang pembuktian talenta-talenta sepak bola dari berbagai kabupaten dan kota.
ETMC XXXI sukses digelar di Kabupaten Lembata pada 9–29 September 2022. Perse Ende keluar sebagai juara setelah mengalahkan tuan rumah Persebata.
Pada 2023, ETMC XXXII berlangsung di Kabupaten Rote Ndao pada 10 Agustus–2 September. PSN Ngada tampil sebagai juara setelah mengalahkan Bintang Timur Atambua melalui drama adu penalti.
Puncaknya, ETMC XXXIII digelar di Kota Kupang pada 3–24 Maret 2025. Turnamen ini menjadi salah satu penyelenggaraan ETMC yang paling menyita perhatian publik sepak bola NTT, bahkan nasional.
Bintang Timur Atambua keluar sebagai juara, Persebata Lembata menjadi runner-up, sedangkan Perseftim menempati posisi ketiga.
Tidak berhenti di situ, penggunaan aplikasi SIAP untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola di NTT menjadi salah satu terobosan penting dalam modernisasi administrasi dan tata kelola pertandingan.
Tiga tim terbaik ETMC XXXIII kemudian memperoleh kesempatan mewakili NTT pada putaran nasional Liga 4. Persebata Lembata berhasil melangkah lebih jauh hingga mendapatkan tiket promosi ke Liga 3 nasional.
Prestasi serupa kembali ditorehkan PSN Ngada. Setelah menjuarai ETMC XXXIV di Kabupaten Ende pada 9 November–5 Desember 2025, PSN Ngada melanjutkan kiprahnya di putaran nasional Liga 4 hingga menembus babak semifinal dan memastikan tiket promosi ke Liga 3.
Dua keberhasilan klub NTT menembus Liga 3 nasional menjadi catatan penting bagi perkembangan sepak bola daerah. Ini menunjukkan bahwa kompetisi lokal bukan hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga dapat menjadi jalur bagi klub-klub NTT untuk meningkatkan level persaingan.
Pembinaan Usia Dini Tidak Sekadar Seremonial
Keberhasilan kepemimpinan Chris Mboeik juga terlihat dari perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
PSSI NTT secara konsisten menyelenggarakan kompetisi Soeratin U-13, U-15, dan U-17. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.
Pada 2022, Soeratin U-17 digelar di Ende dengan PSN Ngada sebagai juara, sementara Soeratin U-15 berlangsung di Training Ground Bintang Timur Atambua dengan PS Malaka keluar sebagai kampiun.
Pada 2023, PSN Ngada kembali menunjukkan dominasinya dengan menjuarai Soeratin U-17 di Kabupaten Ngada.
Tahun 2024, Bintang Timur Atambua menjadi juara Soeratin U-17, BMU Alor menjuarai U-13, sedangkan Biru Muda Perkasa keluar sebagai juara U-15.
Pada 2025, kompetisi Soeratin U-13 dan U-15 berlangsung di Kota Kupang. Kabupaten Malaka menjuarai U-13, sementara Biru Muda Perkasa menjadi juara U-15. Untuk kelompok U-17 Piala Gubernur, Perss Soe tampil sebagai juara.
Program pembinaan semakin diperluas melalui Lasarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) I, II, dan III di Semau, Kabupaten Kupang. Kompetisi ini menjadi salah satu ruang pembinaan yang memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
LLMC I dimenangkan Lomblen United Lembata, sedangkan LLMC II yang berlangsung pada 12 Oktober–7 November 2025 dijuarai SSB Tunas Muda Kota Kupang. Sementara, LLMC III saat ini sedang berlangsung dan telah memasuki babak 8 besar.
Pada 2026, PSSI NTT untuk pertama kalinya menyelenggarakan Festival Grassroots Piala Presiden kelompok umur U-10 dan U-12 di Kota Kupang pada 19–21 Juni.
Putra Nagekeo Football Academy menjadi juara U-10, sedangkan PS Malaka menjuarai U-12.
PSSI NTT juga menggelar Festival Grassroots dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional di Stadion Gelora Samador, Kabupaten Sikka, dengan melibatkan sekitar 200 anak.
Dukungan pembinaan diperkuat melalui pembagian bola dan jersey Pokemon kepada 10 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang terafiliasi dengan PSSI kabupaten/kota.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembinaan sepak bola tidak hanya berorientasi pada pencapaian juara, tetapi juga pada pembangunan ekosistem sepak bola sejak usia dini.
Pelatih dan Wasit Terus Dicetak, Organisasi Diperkuat
Di balik kompetisi yang berkualitas, terdapat kebutuhan terhadap pelatih, wasit, pengawas pertandingan, dan perangkat organisasi yang memiliki kompetensi.
Aspek ini juga menjadi perhatian dalam kepemimpinan Chris Mboeik.
Sejumlah program peningkatan kualitas SDM telah dilaksanakan di berbagai daerah, antara lain kursus wasit C3 di Manggarai Timur pada 2022 dengan 50 peserta.
Pada 2023, PSSI NTT menggelar pelatihan pelatih Lisensi D di Kabupaten Ende dengan 30 peserta, kursus wasit C3 di Kabupaten Kupang, serta mengirim Muji Burahman mengikuti pelatihan match commissioner nasional di Kaimana, Papua Barat.
Tahun 2024, kursus wasit C2 dilaksanakan di Manggarai Timur dengan 24 peserta.
Program semakin diperluas sepanjang 2025. PSSI NTT menyelenggarakan kursus wasit C3 di Manggarai Timur dengan 45 peserta, pelatihan match commissioner dengan 29 peserta, serta pelatihan pelatih Lisensi D di Borong, Manggarai Timur, yang diikuti 35 peserta.
Pelatihan pelatih Lisensi D juga digelar di Kabupaten Malaka pada Desember 2025 dengan 46 peserta. Selain itu, dilaksanakan Province Fitness Test Education bagi wasit dengan melibatkan 30 peserta.
Pada 2026, kursus wasit C3 kembali digelar di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan 22 peserta dan Manggarai Timur dengan 45 peserta.
Pelatihan pelatih Lisensi D dilaksanakan di Kabupaten Ngada dengan 28 peserta serta Semau, Kabupaten Kupang, dengan 30 peserta.
Dari sisi organisasi, PSSI NTT juga mendorong pembentukan Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia tingkat provinsi, Asosiasi Sepak Bola Pantai Indonesia, serta Asosiasi Pelatih.
Pengembangan perangkat pertandingan juga mencakup instruktur wasit, instruktur kebugaran, dan match commissioner.
Sementara itu, workshop aplikasi SIAP pada 19–20 Oktober 2024 di Kupang menjadi bagian dari penguatan administrasi organisasi dengan melibatkan admin PSSI kabupaten/kota dan klub anggota.
Seluruh program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun organisasi sepak bola yang tidak hanya aktif menyelenggarakan pertandingan, tetapi juga memiliki fondasi sumber daya manusia dan kelembagaan yang semakin baik.
Empat Tahun Rekam Jejak Menjadi Modal Chris Mboeik
Jika melihat perjalanan empat tahun terakhir, kepemimpinan Chris Mboeik memperlihatkan sejumlah capaian konkret yang dapat menjadi dasar evaluasi para pemilik suara.
Mulai dari keberhasilan tim NTT menembus delapan besar PON XXI, penyelenggaraan ETMC secara konsisten, kompetisi Soeratin berbagai kelompok umur, promosi Persebata dan PSN Ngada ke Liga 3, hingga pengembangan pelatih dan perangkat pertandingan.
Capaian tersebut tentu bukan berarti seluruh persoalan sepak bola NTT telah selesai. Masih ada pekerjaan besar yang membutuhkan perhatian, terutama pemerataan infrastruktur, kesinambungan kompetisi, penguatan klub, serta peningkatan kualitas pembinaan di seluruh kabupaten dan kota.
Namun, pengalaman empat tahun memimpin organisasi menjadi modal penting untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.
Di tengah persiapan NTT menyambut PON 2028 bersama NTB, PSSI NTT membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga kesinambungan program sekaligus melakukan pembenahan pada sektor-sektor yang masih membutuhkan peningkatan.
Atas dasar rekam jejak itu, Chris Mboeik dinilai memiliki alasan kuat untuk melanjutkan kepemimpinan PSSI NTT periode 2026–2030.
Chris Mboeik Nomor Urut 1, Fernando Soares Nomor Urut 2
Persaingan menuju kursi Ketua PSSI NTT periode 2026–2030 kini resmi mengerucut pada dua kandidat, yakni Petrus Christian Mboeik dan Fernando Jose Osorio Soares.
Komite Pemilihan (KP) bersama Komite Banding Pemilihan telah menetapkan keduanya sebagai calon tetap dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Ketua PSSI NTT.
Penetapan yang diumumkan pada Selasa, 27 Oktober 2026, menempatkan Chris Mboeik sebagai calon nomor urut 1 dan Fernando Soares sebagai calon nomor urut 2.
Ketua Komite Pemilihan, Piter Fomeni, menjelaskan bahwa kedua nama tersebut akan menjadi pilihan para voters dalam kongres yang dijadwalkan berlangsung di Kupang pada 7 November 2026.
“Hari ini sesuai agenda kita tetapkan Pak Chris dan Pak Nando sebagai calon tetap Ketua PSSI NTT,” ujar Piter.
Ia menjelaskan, penentuan nomor urut dilakukan berdasarkan waktu pendaftaran masing-masing bakal calon.
Setelah penetapan calon tetap, tahapan dilanjutkan dengan pengiriman mandat peserta kongres pada 28 Oktober hingga 1 November 2026.
Mandat wajib dikirim langsung oleh masing-masing pemilik suara, bukan melalui perwakilan. Pihak yang dimandatkan untuk mengikuti kongres juga harus berasal dari unsur pengurus inti masing-masing voters.
7 November Menentukan Masa Depan Sepak Bola NTT
Kongres Luar Biasa Asprov PSSI NTT pada 7 November 2026 di Kupang akan menjadi momentum penting bagi perjalanan sepak bola di daerah ini.
Sebanyak 35 pemilik suara memiliki kewenangan menentukan siapa yang akan memimpin organisasi untuk empat tahun mendatang.
Di satu sisi, Fernando menawarkan sejumlah gagasan pembaruan. Di sisi lain, Chris Mboeik membawa rekam jejak kepemimpinan empat tahun dengan sejumlah capaian yang telah dirasakan dalam perjalanan sepak bola NTT.
Pilihan para voters nantinya bukan semata-mata menentukan siapa yang menduduki kursi ketua, tetapi juga menentukan kesinambungan pembinaan, kualitas kompetisi, penguatan organisasi, serta kesiapan NTT menghadapi PON 2028.
Dengan modal pengalaman dan capaian selama periode 2022–2026, Chris Mboeik memiliki dasar yang kuat untuk kembali dipercaya memimpin PSSI NTT.
Sebab, membangun sepak bola tidak cukup hanya dengan menawarkan janji dan program baru. Dibutuhkan pengalaman, konsistensi, kemampuan menggerakkan organisasi, serta bukti kerja yang telah teruji.
Empat tahun terakhir telah menjadi bagian dari rekam jejak Chris Mboeik. Kini, para voters akan menentukan apakah perjalanan dan fondasi yang telah dibangun itu layak dilanjutkan untuk membawa sepak bola NTT melangkah lebih jauh. (bet)












