Berebut Kursi Ketua PSSI NTT, Chris Tawarkan Pengalaman, Fernando Usung Pembaruan

KUPANG, PENATIMOR – Persaingan memperebutkan kursi Ketua PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026–2030 resmi mengerucut pada dua nama.

Komite Pemilihan (KP) bersama Komite Banding Pemilihan menetapkan Petrus Christian Mboeik dan Fernando Soares sebagai calon tetap dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Ketua PSSI NTT.

Penetapan yang diumumkan Selasa, 27 Oktober 2026, tersebut sekaligus menandai dimulainya babak akhir kontestasi kepemimpinan sepak bola NTT.

Chris Mboeik ditetapkan sebagai calon nomor urut 1, sedangkan Fernando Soares memperoleh nomor urut 2.

Dengan demikian, kedua figur tersebut dipastikan menjadi pilihan para pemilik suara atau voters dalam kongres yang bakal digelar di Kupang pada 7 November 2026 mendatang.

Ketua Komite Pemilihan, Piter Fomeni, menjelaskan bahwa penetapan calon tetap dan nomor urut merupakan bagian dari tahapan resmi KLB Pemilihan Ketua PSSI NTT periode 2026–2030.

“Hari ini sesuai agenda kita tetapkan Pak Chris dan Pak Nando sebagai calon tetap Ketua PSSI NTT,” ujar Piter.

Ia menjelaskan, penentuan nomor urut dilakukan berdasarkan waktu pendaftaran masing-masing bakal calon.

“Jadi saat pemilihan nanti hanya dua nama ini yang akan dipilih oleh voters, yakni Pak Chris dan Pak Nando, sesuai nomor urut yang sudah ditetapkan. Penetapan nomor urut sesuai dengan waktu pendaftaran bakal calon,” tegasnya.

MANDAT VOTERS 28 OKTOBER–1 NOVEMBER

Setelah penetapan calon tetap, tahapan KLB berlanjut pada pengiriman mandat peserta kongres.

Piter menjelaskan, sesuai jadwal, pengiriman mandat dari para voters berlangsung mulai 28 Oktober hingga 1 November 2026.

Mandat tersebut wajib dikirim langsung oleh masing-masing pemilik suara, bukan melalui perwakilan. Selain itu, pihak yang dimandatkan untuk mengikuti kongres harus berasal dari unsur pengurus inti masing-masing voters.

“Kami mengharapkan dukungan semua pihak, khususnya voters, agar semua tahapan dan pelaksanaan kongres nanti berjalan aman dan sukses,” katanya.

Piter berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berlangsung sesuai mekanisme organisasi, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa sepak bola NTT semakin maju.

EMPAT TAHUN KEPEMIMPINAN CHRIS MBOEIK: DARI ETMC HINGGA PON

Di tengah mengerucutnya persaingan menjadi dua kandidat, rekam jejak kepemimpinan Chris Mboeik selama periode 2022–2026 menjadi salah satu aspek penting yang menarik untuk dicermati.

Selama memimpin PSSI NTT, Chris bersama jajaran pengurus menjalankan sejumlah program kompetisi, pembinaan usia dini, peningkatan kualitas sumber daya manusia sepak bola, hingga penguatan organisasi.

Di bidang kompetisi, sejumlah agenda besar sepak bola NTT berhasil diselenggarakan, mulai dari El Tari Memorial Cup (ETMC), Liga Pelajar Soeratin berbagai kelompok umur, kompetisi Liga 4, hingga partisipasi tim dan atlet NTT pada ajang nasional.

Salah satu capaian penting terjadi pada 2022. Tim sepak bola NTT berhasil melewati babak kualifikasi Pra-Popnas di Kalimantan Timur dan memastikan tiket ke Popnas 2023 setelah mengalahkan Jawa Timur di partai final.

Pada tahun yang sama, PSSI NTT menggelar Soeratin U-17 di Ende pada 26 Juli–16 Agustus 2022. PSN Ngada keluar sebagai juara setelah mengalahkan Perse Ende.

ETMC XXXI juga sukses digelar di Kabupaten Lembata pada 9–29 September 2022 dengan Perse Ende sebagai juaranya setelah mengalahkan tim tuan rumah Persebata.

Sementara kompetisi Soeratin U-15 berlangsung di Training Ground Bintang Timur Atambua pada 10–20 November 2022, dengan PS Malaka keluar sebagai juara.

Di sektor peningkatan kualitas perangkat pertandingan, PSSI NTT menggelar kursus wasit C3 di Kabupaten Manggarai Timur dengan melibatkan 50 peserta.

2023: NTT LOLOS PON ACEH-SUMUT

Memasuki 2023, agenda kompetisi semakin berkembang.

ETMC XXXII digelar di Kabupaten Rote Ndao pada 10 Agustus–2 September 2023. PSN Ngada keluar sebagai juara setelah mengalahkan Bintang Timur Atambua melalui drama adu penalti.

PSSI NTT juga menyelenggarakan Soeratin U-17 di Kabupaten Ngada pada 27 Oktober–19 November 2023. PSN Ngada kembali menjadi juara setelah mengalahkan Bintang Timur.

Di tingkat nasional, sepak bola NTT mencatatkan keberhasilan penting dengan lolos ke PON XXI Aceh-Sumut 2024 setelah melewati babak kualifikasi di wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

NTT juga berpartisipasi dalam Popnas di Palembang pada 26 Agustus–4 September 2023.

Sementara untuk pengembangan SDM, PSSI NTT menggelar pelatihan pelatih Lisensi D di Kabupaten Ende pada 4–10 Desember 2023 dengan 30 peserta, kursus wasit C3 di Kabupaten Kupang, serta mengirim Muji Burahman mengikuti pelatihan match commissioner nasional di Kaimana, Papua Barat, pada 13–19 Juli 2023.

2024: SEJARAH BARU SEPAK BOLA NTT DI PON

Tahun 2024 menjadi salah satu periode penting dalam perjalanan sepak bola NTT.

Tim sepak bola NTT berhasil lolos hingga babak delapan besar PON XXI Aceh-Sumut. Capaian tersebut tercatat sebagai prestasi tertinggi sepak bola NTT sepanjang keikutsertaan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional.

Pada tahun yang sama, PSSI NTT menyelenggarakan kompetisi Soeratin U-13, U-15, dan U-17 di Kota Kupang.

Bintang Timur Atambua menjadi juara Soeratin U-17, BMU Alor menjuarai Soeratin U-13, sedangkan Biru Muda Perkasa keluar sebagai juara Soeratin U-15.

NTT juga meraih juara ketiga pada kompetisi Beach Soccer di Bali.

Selain kompetisi, Chris Mboeik dan jajaran pengurus menggagas serta mengawal pelaksanaan Lasarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) I di Semau dengan Lomblen United sebagai juaranya setelah mengalahkan Perselaya Lamahala Flores Timur.

Di bidang administrasi dan pengembangan organisasi, PSSI NTT menyelenggarakan workshop aplikasi SIAP pada 19–20 Oktober 2024 di Hotel Pelangi Kupang. Kegiatan ini melibatkan admin PSSI kabupaten/kota dan klub anggota PSSI Provinsi NTT dengan menghadirkan Admin PSSI Pusat, Erwin Suryana.

PSSI NTT juga menggelar kursus wasit C2 di Manggarai Timur dengan 24 peserta.

2025: ETMC TERHITS, LIGA 4 NASIONAL, DAN PEMBINAAN USIA DINI

Tahun 2025 menjadi periode yang cukup menonjol dalam agenda kompetisi PSSI NTT.

ETMC XXXIII berlangsung di Kota Kupang pada 3–24 Maret 2025. Turnamen tersebut menjadi salah satu penyelenggaraan ETMC yang paling menyita perhatian publik sepak bola NTT, bahkan nasional.

Bintang Timur Atambua tampil sebagai juara pertama, Persebata Lembata menjadi runner-up, sedangkan Perseftim menempati posisi ketiga.

Salah satu terobosan penting adalah penggunaan aplikasi SIAP untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola di NTT.

Tiga tim terbaik juga memperoleh kesempatan mewakili NTT pada putaran nasional Liga 4. Persebata Lembata kemudian berhasil melangkah lebih jauh hingga memperoleh tiket promosi ke Liga 3 nasional.

PSSI NTT juga menyelenggarakan Soeratin U-13 dan U-15 di Kota Kupang pada 28 Juni–7 Juli 2025. Kabupaten Malaka menjadi juara U-13, sementara Biru Muda Perkasa menjuarai U-15.

Untuk Soeratin U-17 Piala Gubernur yang berlangsung 21 Juli–5 Agustus 2025 di Kota Kupang, Perss Soe berhasil keluar sebagai juara.

Program pembinaan usia dini juga diperkuat melalui penyelenggaraan LLMC II pada 12 Oktober–7 November 2025 di Semau. SSB Tunas Muda Kota Kupang keluar sebagai juara. Kompetisi ini kemudian menjadi salah satu agenda tetap PSSI NTT.

Selanjutnya, Piala Gubernur ETMC XXXIV diselenggarakan di Kabupaten Ende pada 9 November–5 Desember 2025. PSN Ngada menjadi juara, disusul Persena Nagekeo dan Persada Sumba Barat Daya.

Ketiga tim terbaik tersebut memperoleh kesempatan mewakili NTT pada putaran nasional. PSN Ngada bahkan berhasil menembus semifinal Liga 4 nasional dan memastikan tiket promosi ke Liga 3.

Di cabang Beach Soccer, NTT menempati posisi keempat dalam kompetisi di Bali.

PSSI NTT juga menggelar Festival Grassroots di Labuan Bajo pada 29 November 2025 dengan kehadiran langsung Sekretaris Jenderal PSSI Pusat, Yunus Nusi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama dengan Bidang Pembinaan Usia Muda PSSI Pusat.

PELATIH, WASIT, DAN MATCH COMMISSIONER TERUS DITINGKATKAN

Tidak hanya berfokus pada kompetisi, kepemimpinan Chris Mboeik juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu program utama.

Sepanjang 2025, PSSI NTT menyelenggarakan berbagai pelatihan, antara lain kursus wasit C3 di Manggarai Timur dengan 45 peserta, pelatihan pengawas pertandingan atau match commissioner pada 29 Mei–2 Juni 2025 dengan 29 peserta, serta pelatihan pelatih Lisensi D di Borong, Manggarai Timur, yang diikuti 35 peserta.

Pelatihan pelatih Lisensi D juga digelar di Kabupaten Malaka pada 16–21 Desember 2025 dengan 46 peserta yang dibagi dalam dua kelas.

Selain itu, PSSI NTT menyelenggarakan Province Fitness Test Education bagi wasit pada 15–18 September 2025 dengan melibatkan 30 peserta.

Program peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ketersediaan pelatih dan perangkat pertandingan yang memiliki kompetensi sesuai standar sepak bola nasional.

2026: GRASSROOTS, SOERATIN, DAN PENGUATAN ORGANISASI

Memasuki 2026, program kompetisi dan pembinaan tetap berjalan.

PSSI NTT untuk pertama kalinya menyelenggarakan Festival Grassroots Piala Presiden kelompok umur U-10 dan U-12 di Kota Kupang pada 19–21 Juni 2026.

Putra Nagekeo Football Academy menjadi juara U-10, sedangkan PS Malaka menjuarai kelompok U-12.

Selanjutnya, Piala Gubernur Liga Pelajar Soeratin U-13 dan U-15 digelar di Kota Kupang pada 2–11 Juli 2026. PS Malaka berhasil meraih gelar juara pada kedua kelompok umur tersebut.

Untuk kelompok U-17, kompetisi berlangsung di Maumere, Kabupaten Sikka, pada 25 Juli–14 Agustus 2026. Persami Maumere tampil sebagai juara.

PSSI NTT juga menggelar Festival Grassroots dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional di Stadion Gelora Samador, Kabupaten Sikka, dengan melibatkan sekitar 200 anak usia grassroots.

Program pembinaan usia dini diperkuat melalui pembagian bola untuk mendukung pengembangan sepak bola di daerah serta pembagian jersey Pokemon kepada 10 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang terafiliasi dengan PSSI kabupaten/kota.

Di bidang peningkatan SDM, PSSI NTT menggelar kursus wasit C3 di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan 22 peserta dan di Manggarai Timur dengan 45 peserta.

Pelatihan pelatih Lisensi D juga dilaksanakan di Kabupaten Ngada pada 9–15 Februari 2026 dengan 28 peserta serta di Semau, Kabupaten Kupang, pada 3–12 Juli 2026 dengan 30 peserta.

PENGUATAN ORGANISASI DAN KADERISASI

Selain kompetisi dan pelatihan, penguatan struktur organisasi menjadi bagian dari agenda kepemimpinan Chris Mboeik.

Sejumlah asosiasi yang menjadi perhatian dalam pengembangan organisasi sepak bola NTT meliputi pembentukan Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia tingkat provinsi, Asosiasi Sepak Bola Pantai Indonesia, serta Asosiasi Pelatih.

PSSI NTT juga memiliki sumber daya pelatih dengan berbagai tingkatan lisensi, mulai dari Lisensi D, C, B hingga A. Sejumlah nama yang tercatat memiliki Lisensi A antara lain Patrick Domal dan Ermin Togo, sedangkan pemegang Lisensi B di antaranya Kletus Gabe dan Adnan Mahing.

Pada sektor perangkat pertandingan, PSSI NTT turut mengembangkan instruktur wasit, instruktur kebugaran, serta match commissioner.

Tercatat 29 match commissioner mengikuti pelatihan yang diselenggarakan PSSI Provinsi dan empat orang mengikuti pelatihan secara mandiri. Selain itu, terdapat tiga match commissioner tingkat daerah yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa agenda kepengurusan tidak hanya diarahkan pada penyelenggaraan turnamen, tetapi juga pada pembangunan fondasi sepak bola melalui pembinaan pemain muda, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta penguatan kelembagaan.

Kini, setelah resmi ditetapkan sebagai calon tetap nomor urut 1, Chris Mboeik kembali berhadapan dengan tantangan untuk meyakinkan para pemilik suara.

Di sisi lain, Fernando Soares sebagai calon nomor urut 2 juga memiliki kesempatan menawarkan gagasan dan arah baru bagi sepak bola NTT.

FERNANDO TAWARKAN VAR DAN TIGA STADION BERSTANDAR NASIONAL

Di sisi lain, calon Ketua PSSI NTT nomor urut 2, Fernando Jose Osorio Soares, datang dengan dukungan politik yang cukup signifikan.

Hingga Kamis, 29 Oktober 2026, Fernando mengantongi dukungan 21 dari total 35 pemilik suara (voters) dalam kontestasi pemilihan Ketua PSSI NTT periode 2026–2030.

Jumlah dukungan tersebut disampaikan Ketua Tim Pemenangan Fernando Soares, Muhammad Sipriyadin Pua Rake, setelah penyerahan surat mandat kepada Komite Pemilihan Kongres Asprov PSSI NTT.

Surat mandat dukungan tersebut diterima Abdul Muis selaku perwakilan Komite Pemilihan.

Sipriyadin menjelaskan, dukungan yang diperoleh Fernando berasal dari sejumlah asosiasi sepak bola kabupaten dan klub yang tersebar di berbagai wilayah NTT.

Ia menyebutkan, komunikasi politik dengan para pemilik suara masih terus dilakukan. Bahkan, tim pemenangan memperkirakan masih ada empat voter lainnya yang berpotensi memberikan dukungan.

Dengan demikian, Fernando berpeluang memperluas basis dukungannya menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Asprov PSSI NTT yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026.

Sipriyadin berharap seluruh tahapan pemilihan berjalan tertib, aman, dan lancar serta menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan sepak bola NTT.

USUNG KOMPETISI BERJENJANG DAN WAJIBKAN KLUB MILIKI SSB

Tidak hanya mengandalkan dukungan para pemilik suara, Fernando juga membawa sejumlah gagasan pembaruan yang menyasar pembinaan pemain, kompetisi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga modernisasi tata kelola organisasi.

Salah satu program prioritas yang ditawarkan adalah membangun sistem kompetisi sepak bola yang teratur, berjenjang, dan berkelanjutan, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Fernando menginginkan kompetisi Liga dan Piala Gubernur memiliki sistem penyelenggaraan serta kalender pertandingan yang jelas. Dengan demikian, klub tidak hanya hadir ketika turnamen digelar, tetapi memiliki ruang kompetisi yang berkesinambungan untuk mengembangkan pemain.

Ia juga mendorong setiap klub memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai fondasi pembinaan pemain usia dini.

Program tersebut diarahkan untuk menciptakan jalur pembinaan yang terstruktur sehingga talenta-talenta muda dari berbagai daerah di NTT memiliki kesempatan berkembang dan menembus kompetisi nasional.

Di sektor sumber daya manusia, Fernando menaruh perhatian pada peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan inspektur pertandingan melalui pendidikan, pelatihan, serta sertifikasi berkelanjutan.

Menurut gagasan yang ditawarkan, kualitas kompetisi tidak hanya ditentukan oleh pemain dan klub, tetapi juga sangat bergantung pada profesionalisme perangkat pertandingan dan kualitas pembinaan.

TRANSPARANSI, SIARAN DIGITAL, HINGGA VAR DI ETMC

Gebrakan lain yang ditawarkan Fernando menyasar tata kelola organisasi dan pengembangan industri sepak bola NTT.

Ia mengusulkan agar Asprov PSSI NTT dikelola secara lebih transparan, profesional, dan terbuka dengan melibatkan seluruh asosiasi sepak bola kabupaten/kota.

Fernando juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan industri sepak bola, memperluas publikasi pertandingan, serta meningkatkan daya tarik kompetisi melalui pemanfaatan media.

Salah satu gagasan yang cukup menarik adalah menghadirkan siaran pertandingan sepak bola NTT melalui televisi maupun platform digital.

Dengan sistem penyiaran tersebut, kompetisi lokal diharapkan tidak hanya dinikmati masyarakat di stadion, tetapi juga dapat diakses pencinta sepak bola dari berbagai daerah, termasuk masyarakat NTT di luar daerah.

Bahkan, Fernando mengusulkan penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC).

Namun, penerapan teknologi tersebut tetap harus mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, ketersediaan sumber daya manusia, serta kemampuan anggaran penyelenggara.

Gagasan ini menjadi salah satu tawaran modernisasi kompetisi sepak bola daerah yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas dan teknologi pertandingan.

TARGET TIGA STADION BERSTANDAR NASIONAL

Pada sektor infrastruktur, Fernando juga menawarkan program pembangunan atau peningkatan tiga stadion berstandar nasional di NTT.

Menurut gagasan yang dibawa, keberadaan stadion dengan fasilitas memadai menjadi kebutuhan penting untuk menunjang penyelenggaraan kompetisi, meningkatkan kualitas pertandingan, serta membuka peluang NTT menjadi tuan rumah berbagai agenda sepak bola berskala nasional.

Program pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan berjalan seiring dengan pembenahan kompetisi, pembinaan usia dini, peningkatan kualitas perangkat pertandingan, serta profesionalisme pengelolaan organisasi.

Sipriyadin berharap seluruh pemilik suara dapat mempertimbangkan secara matang program dan gagasan yang ditawarkan Fernando dalam menentukan kepemimpinan PSSI NTT untuk empat tahun mendatang.

Ia juga mengajak seluruh elemen sepak bola di NTT menjaga suasana tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.

Musprov Asprov PSSI NTT yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 akan menjadi forum penentu. Sebanyak 35 pemilik suara memiliki peran strategis dalam menentukan siapa yang akan memimpin organisasi sepak bola NTT periode 2026–2030.

Persaingan Chris Mboeik dan Fernando Soares pun bukan sekadar pertarungan dua figur, melainkan juga pertarungan gagasan mengenai bagaimana sepak bola NTT dibangun, dibenahi, dan dibawa ke level yang lebih tinggi dalam empat tahun mendatang.

Kedua kandidat akan berhadapan dalam kontestasi yang menentukan arah kepemimpinan PSSI NTT untuk empat tahun mendatang.

Pada akhirnya, keputusan berada di tangan para voters. Kongres mendatang bukan sekadar memilih ketua, tetapi juga menentukan arah pembinaan, kompetisi, profesionalisme organisasi, dan masa depan sepak bola Nusa Tenggara Timur, apalagi kita akan menyambut PON tahun 2028 dimana NTT bersama NTB akan menjadi tuan rumah. (bet)