KUPANG, PENATIMOR – Daya juang memang sangat berperan dalam membentuk seseorang menjadi tanggu dan tidak kenal menyerah.
Kesuksesan seseorang pun tergantung pada perjuangannya.
Karena hasil yang baik juga tak akan pernah tercapai dengan mudah, dan dengan perjuangan keras dapat dipastikan akan memetik hasil yang maksimal.
Hal ini tercermin pada sepak terjang Shirley Manutede, SH.,M.Hum., dalam menjalani kehidupannya.
Perempuan yang satu ini berbicara dalam irama laut. Kadang lembut beralun, kadang bergelora. Kata-katanya tangkas, terpilih. Bicaranya mengalir, runtun, lugas dan sangat menghargai lawan bicara.
Dari gaya bicaranya terpancar kepribadiannya yang tegas, cerdas, dan memegang prinsip.
Berwibawa dan hangat bersahabat, menjadi kesan pertama bagi siapa saja yang bertemu dengannya.
Dia sungguh memikat dengan pembawaannya yang kalem, dan ucapan-ucapannya yang mudah dicerna. Tidak heran pengalaman-pengalamannya ikut memperkaya perjalanan hidupnya.
Karier Shirley di Kejaksaan Republik Indonesia terbilang moncer.
Untuk sampai pada jabatan saat ini sebagai Asisten Bidang Pembinaan (Asbin) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), anak kedua dari empat bersaudara pasangan Drs. Daniel Rihi Manutede dan Adriana Kanahebi ini telah melewati sejumlah jenjang karier, dan tentunya perjuangan yang tak mudah.
Satu per satu anak tangga karier di korps Adyaksa dilewatinya dengan penuh optimistis.
Mengawali karier sebagai CPNS pada Kejati NTT tahun 1998, Shirley berhasil mendedikasikan kemampuannya sehingga langsung diangkat menjadi PNS pada Kejati NTT tahun 1999.
Tujuh tahun kemudian, tepatnya tahun 2006, Shirley diangkat menjadi jaksa dan ditempatkan di Kejari Kabupaten Sikka sebagai jaksa fungsional selama 2 bulan.
Setelah di Kejari Sikka, Shirley dipindahkan ke Kupang dan menjabat sebagai Kasubsi Pidum Kejari Kota Kupang tahun 2007. Pada tahun yang sama, Shirley naik tingkat menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang tahun 2007-2012.
Setelah 5 tahun menjabat Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang, Shirley naik lagi menjadi Kasi I pada Bidang Intelijen Kejati NTT tahun 2012-2015.
Tiga tahun menjabat Kasi I pada Bidang Intelijen Kejati NTT, karier Shirley terus menanjak dan naik menjadi Kasi Humas & Penkum Kejati NTT tahun 2015-2017.
Dua tahun menduduki jabatan itu, Shirley dipercayakan menjabat Kabag Tata Usaha Kejati NTT pada Oktober 2017 – Oktober 2019. Dari jabatan inilah Shirley naik lagi dan diangkat menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang pada Oktober 2019.
Selanjutnya, pada Juli 2021, Shirley kembali dimutasi dalam jabatan yang sama sebagai Kajari Klungkung di Bali, dan pada 6 Februari 2023 resmi dilantik dalam jabatan baru sebagai Asbin Kejari NTT hingga sekarang. Shirley menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan Asisten Pembinaan di Kejati NTT.
Tak hanya di lembaga kejaksaan, Shirley juga aktif di dalam organisasi, yakni sebagai Sekretaris Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) NTT, Ketua Bidang Hukum Iwapi NTT, dan juga sebagai Ketua Dojang Adhyaksa Taekwondo Club Kejati NTT.
Shirley mengaku bahagia dan bersyukur kepada Tuhan karena mendapat kepercayaan dipromosi dalam jabatan barunya ini.
“Bagi saya jabatan adalah kepercayaan dari Tuhan dan pimpinan yang harus dipertanggungjawabkan. Apalagi sebagai anak NTT yang diberikan kesempatan mengabdi di kampung halaman sendiri, tentu harus lebih baik,” kata sosok yang juga serius menekuni hobby nya merancang busana modifikasi tenun ikat dari berbagai kabupaten di NTT.
Sosok yang lahir di Kupang 11 Oktober 1975 ini juga optimis bisa menjalankan tugasnya dengan baik karena didukung penuh oleh rekan-rekannya dan tim kerja yang solid.
“Kami aparat Kejaksaan mempunyai doktrin Tri Krama Adhyaksa yang terus kami dengungkan untuk mengingatkan kami agar bisa selalu bekerja penuh kejujuran dan tanggung jawab kepada Tuhan, kepada diri pribadi dan keluarga serta terhadap sesama manusia,” ungkap Shirley memegang teguh motto nya dalam bekerja yaitu, “Bekerjalah seperti bekerja untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”.
Shirley juga tak lupa memotivasi jaksa perempuan lainnya, untuk tidak pernah membatasi diri hanya karena seorang perempuan.
“Jangan pernah berpikir kemudian merasa tidak mampu, hanya karena seorang perempuan. Tugas tanggung jawab apapun pasti dapat dilakukan dengan baik oleh kaum perempuan. Maka jadilah pribadi tangguh yang bertanggungjawab,” pesan Shirley.
Menurutnya, kesuksesan perempuan, bukan saja semata terletak pada dia bisa berkarier atau menjadi ibu rumah tangga yang baik, tapi bagaimana perempuan itu bisa berguna bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, sesama manusia, lingkungannya, bahkan bagi daerah dan negara.
“Bagi saya, sukses dan mandiri saja tidak penting. Karena lebih penting, saya bisa berguna dan bisa membantu orang lain, bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga, bagi sesama manusia dan bagi daerah dan negara,” ungkap Shirley.
Perempuan menurut Shirley, harus tangguh menghadapi berbagai tantangan di setiap zaman. Maka dalam menjalani setiap pekerjaannya, perempuan harus mengedepankan profesionalitas, integritas dan berhati nurani.
“Untuk menjadi profesional, berintegritas dan berhati nurani, tentu ada banyak aspek harus dipelajari. Ketangguhan itu harus disertai kualitas diri, diawali dengan merubah mindset atau pola pikir,” tandas perempuan yang selalu mengisi waktu senggangnya dengan membaca buku.
Shirley juga mengaku selalu belajar dari kehidupannya, karena dengan belajar ia bisa tahu banyak hal.
“Semakin saya belajar, semakin saya tahu bahwa masih banyak hal yang saya tidak tahu. Karena itu saya akan terus belajar dan belajar,” kata Shirley.
Motivasi untuk selalu belajar diperoleh Shirley dari mamanya, Adriana Kanahebi yang berprofesi sebagai guru.
Mamanya adalah seorang guru perempuan tangguh yang berhasil mengurus keluarga dan anak-anak sampai semua anaknya berhasil hidup mandiri.
“Mama saya sangat mandiri, tidak pernah bergantung pada papa saya, semua bisa mama lakukan. Dan juga mama aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di luar rumah, menjalankan hobinya yang menambah penghasilan keluarga selain penghasilannya sebagai Guru dan Bapak saya yang seorang PNS. Semua dijalankan dengan baik, tidak ada yang terbengkelai,” kata Shirley.
Shirley juga mendapat warisan tegas, disiplin serta rapi dalam mengatur ruangan-ruangan di rumah dari mamanya, sehingga hal itu terbawa sampai saat ini dimana saja dia dipindah tugaskan maka ruang kerja tertata seindah dan senyaman mungkin agar ia betah berkerja berjam-jam di dalam.
Selain itu, bisa memberi inspirasi bagi orang lain untuk juga memperhatikan kerapihan dan keindahan ruangan kerjanya. Hal itulah yang telah membentuk karakternya hingga saat ini.
Tak heran jika, baru seminggu bertugas, Shirley mampu menyulap ruang kerjanya menjadi sangat nyaman.
Penataan ruang kerjanya tampak menggunakan konsep minimalis-modern sehingga terlihat rapi dan kekinian.
“Supaya bisa bekerja dengan nyaman, karena suasana ruang kerja yang nyaman dan menyenangkan akan membuat kita menjadi lebih produktif dan bersemangat dalam bekerja,” kata Shirley.
Tidak hanya itu, Shirley juga mewarisi sikap ayahnya, Drs. Daniel Rihi Manutede yang selalu bijaksana dalam mendengar segala sesuatu selalu dari kedua pihak, serta rendah hati dan selalu peduli sesama. (*/bet)
BIODATA
Nama Lengkap: Shirley Manutede, SH.,M.Hum.
Suami: Juliando E. Mas, SH.
Anak:
Dr. Dyana Evelyn, SH.,MH.
Dynda Angelya yang tengah Studi S1 Hukum pada UPH Jakarta.
Orangtua:
Drs. Daniel R. Manutede dan
Adriana R. Manutede Kanahebi.
Saudara:
Shirley Manutede terlahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara yakni
- Karolina Manutede, SE (Wiraswasta),
Lenny Manutede, SE (Kayawati Perum Pegadaian)
- Joy Manutede, SH (Karyawan Bank NTT).
Formal:
SD Bonipoi 4 Kupang
SMPN 2 Kupang
SMPN 1 Sumba Timur
SMAN 1 Sumba Timur
D1 Sekretaris & Kepribadian Pada Intitut Minerva Surabaya.
S1 Hukum Pada UKAW Kupang.
S2 Hukum Pada UNDANA
Non Formal:
Pendidikan Kepribadian pada John Robert Power Surabaya.
- Pendidikan Jaksa – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidkan Tindak Pidana Korupsi – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidikan Monay Laudering – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidikan Tindak Pidana Perikanan – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidikan Tundak Pidana Pemilu – Badiklat Jakarta
- Pendidikan Terpadu Hakim Jaksa – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidikan Tindak Pidana Teroris – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidikan Intelijen – Badiklat Kejagung Jakarta.
- Pendidikan Keahlian Pengadaan Barang & Jasa – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa – Jakarta.
- Pendidikan Pengadaan Barang & Jasa – LKPP.
- Pendidikan Peningkatan Kapasitas Aparat Penegah Hukum – KPK
- Pendidikan Kehumasan – Badiklat Kejaksaan Agung RI
- Pendidikan Kepemimpinan Tingkat III – Badiklat Kejagung Jakarta.
- Diklat Kepemimpinan Wanita Penegak Hukum – Institut ILEA Thailand Bangkok.
Perjalanan Karir:
* 1997: CPNS pada Kejati NTT.
* 1998: PNS pada Kejati NTT
* 2006: Jaksa Pd Kejari Maumere slm 2 bulan.
* 2006: Jaksa Pada Kejari Kota Kpg.
* 2007: Kasubsi Pada Pidum Kejari Kota Kpg.
* 2007 sd 2012: Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang (selama 5 thn)
* 2012 : Kasi 1 Pada Intelijen Kejati NTT (3,5 thn)
* 2016: Kasi PPH pada Datun Kejati NTT ( 2 minggu)
* 2016: Kasi Penkum Kejati NTT (1 thn) – 2017: Kabag TU Kejati NTT.
* 2019: Kajari Kabupaten Kupang.
* 2021: Kajari Klungkung, Bali
* 2023: Asisten Pembinaan Kejati NTT
Tanda Penghargaan:
- Piagam Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya X Tahun – Presiden Republik Indonesia
- Piagam Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya XX Tahun – Presiden Republik Indonesia.
- Piagam Penghargaan Rakernis Intelijen & Tindak Pidana Khusus – Jampidsus
- Piagam Penghargaan Sebagai Peserta Munas PJI 2016
- Piagam Penghargaan Sebagai Peserta Munas PJI 2017.
- Piagam Penghargaan Sebagai Peserta Munas PJI 2018.




















