Beranda POLKAM Pemkot Tak Hadiri RDP, DPRD Perjuangkan Nasib 80 PTT yang Dirumahkan POLKAM, UTAMA Pemkot Tak Hadiri RDP, DPRD Perjuangkan Nasib 80 PTT yang DirumahkanmbahdotAgustus 3, 2021 KUPANG, PENATIMOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tidak hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kota Kupang. Ketidak hadiran Pemkot dalam RDP itu berdasarkan surat ketidakhadiran karena masih dalam massa PPKM. Hal ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Yuven Tukung dalam rapat bersama anggota Komisi I dan 80 tenaga PTT yang diberhentikan, di gedung DPRD, Selasa (3/8/2021) siang. Dijelaskan Yuven, sebenarnya hari ini dijadwal RDP antara Pemkot Kupang dan Komisi I, terkait agenda pemberhentian 80 tenaga kerja PTT. “Teman-teman dari Pemkot Kupang belum bisa hadir, sehingga kita belum bisa RDP hari ini,” kata Yuven. “Karena ada surat dari Pemkot Kupang, belum bisa hadir karena masih dalam tahap PPKM,” lanjut dia. Masih menurut Yuven, walaupun tanpa kehadiran Pemkot, pihaknya melakukan rapat internal bersama anggota Komisi I. “Hasil rapat internal, kami komit tetap semangat bersama dengan pimpinan DPRD dan teman Komisi II, III dan IV,” imbuhnya. Pihaknya mengambil sikap untuk memperjuangkan kembali nasib 80 orang tenaga kerja PTT untuk kembali bekerja. Kepada tenaga PTT, pihaknya memberikan waktu agar dapat berkoordinasi dengan Pemkot Kupang, agar PTT dapat dipekerjakan kembali. “Harusnya akan lebih sempurna jika hari ini jadi pembahasan, dan pasti sudah ada kesimpulannya, apabila teman-teman pemerintah hadir. Namun kita juga sangat pahami karena saat ini dalam situasi PPKM dengan pembatasan level 4,” jelas Yuven Tukung. (wil) Berita Terkait KDRT Berujung Maut di TTS, Suami Tewas Diduga Dianiaya Istri, Sok Motor jadi Barang Bukti Dua Hari Dicari Tim SAR, Warga Rote Ndao yang Hilang Saat Ambil Rumput Laut Ditemukan Meninggal Korban Gempa Flores Mulai “Bon” Sembako dan Tenda di Kios, Pemerintah yang Bayar Vonis Bebas PN Kupang Dianulir MA, Umbu Dangu Divonis 18 Bulan Penjara Tim Aksi Peduli Gempa Flores Konsolidasi Penggalangan Bantuan Cerita Nikolaus saat Gempa Besar Hantam NTT, Berlari Gendong Anak sembari Hindari Tembok yang Roboh Baca JugaKDRT Berujung Maut di TTS, Suami Tewas Diduga Dianiaya Istri, Sok Motor jadi Barang BuktiDua Hari Dicari Tim SAR, Warga Rote Ndao yang Hilang Saat Ambil Rumput Laut Ditemukan MeninggalKorban Gempa Flores Mulai “Bon” Sembako dan Tenda di Kios, Pemerintah yang BayarVonis Bebas PN Kupang Dianulir MA, Umbu Dangu Divonis 18 Bulan PenjaraTim Aksi Peduli Gempa Flores Konsolidasi Penggalangan BantuanCerita Nikolaus saat Gempa Besar Hantam NTT, Berlari Gendong Anak sembari Hindari Tembok yang RobohRekomendasi untuk kamuKDRT Berujung Maut di TTS, Suami Tewas Diduga Dianiaya Istri, Sok Motor jadi Barang BuktiSOE, PENATIMOR – Pertengkaran rumah tangga di Desa Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah… Dua Hari Dicari Tim SAR, Warga Rote Ndao yang Hilang Saat Ambil Rumput Laut Ditemukan MeninggalKUPANG, PENATIMOR — Harapan keluarga untuk menemukan Alexander Bola (66), warga Kampung Soao, Desa Daiama,… Korban Gempa Flores Mulai “Bon” Sembako dan Tenda di Kios, Pemerintah yang BayarBAJAWA, PENATIMOR – Di tengah keterbatasan pascagempa bumi Flores, warga terdampak di Kelurahan Faobata, Kecamatan… Vonis Bebas PN Kupang Dianulir MA, Umbu Dangu Divonis 18 Bulan PenjaraKUPANG, PENATIMOR – Putusan bebas Andry Santo Umbu Dangu, S.T., M.Ling., dalam perkara dugaan korupsi… Tim Aksi Peduli Gempa Flores Konsolidasi Penggalangan BantuanJAKARTA, PENATIMOR – Tim Aksi Peduli Gempa Flores yang beranggotakan masyarakat perantauan asal Pulau Flores,… Cerita Nikolaus saat Gempa Besar Hantam NTT, Berlari Gendong Anak sembari Hindari Tembok yang RobohRUTENG, PENATIMOR – Matahari baru terbit pada Sabtu (15/8) pagi sekitar pukul 05.58 WITA. Tak…