KUPANG, PENATIMOR – Gerbong mutasi besar kembali bergerak di tubuh Korps Adhyaksa.
Dalam keputusan strategis untuk memperkuat performa kelembagaan dan mempercepat roda organisasi, Jaksa Agung RI, Burhanuddin, merotasi belasan pejabat penting di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: 352 dan 353 tertanggal 4 Juli 2025, sebanyak 15 posisi penting di lingkungan Kejati dan Kejari se-NTT resmi berganti nahkoda.
Termasuk di antaranya posisi Wakajati, empat asisten, delapan kepala Kejaksaan Negeri.
Empat posisi kosong, yaitu posisi Asisten Pengawasan, Asisten Pidana Umum, Kajari Belu, dan Kajari Ngada, akhirnya terisi.
Wakajati NTT, Ikhwan Nul Hakim, S.H., dipindahkan menjadi Wakajati Kalimantan Selatan. Posisi strategis ini diisi oleh Prihatin, S.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM DATUN).
Sosok Prihatin bukan orang asing di NTT, sebab ia pernah bertugas sebagai Koordinator di Kejati NTT.
Mutasi juga menyentuh jajaran asisten. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., dimutasi menjadi Kepala Subdirektorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Lainnya dan Tindak Pidana Pencucian Uang pada Direktorat Penyidikan JAM PIDSUS Kejagung.
Posisinya digantikan Alfonsius Gebhard Loe Mau, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kajari Tomohon, Sulawesi Utara.
Sebelumnya Alfonsius juga pernah menjadi Koordinator di Kejati NTT, kemudian menjabat Kajari Belu.
Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun), Jaja Raharja, S.H., M.H., kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Bidang Keuangan pada Sekretariat JAM PIDMIL Kejagung. Kursi yang ditinggalkan diisi oleh Choirun Parapat, S.H., M.H., eks Kajari Ogan Komering Ulu, Baturaja.
Asisten Pidana Umum (Aspidum) yang selama ini kosong, kini resmi diisi oleh Dr. Bayu Setyo Pratomo, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Labuhanbatu Selatan.
Posisi Asisten Pengawasan (Aswas) yang juga sempat vakum, kini diisi oleh Alfred Tasik Palullungan, S.H., M.H., Kajari Sarolangun.
Sebanyak delapan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah NTT mengalami mutasi, sementara dua posisi kosong akhirnya terisi pejabat definitif.
Kajari Kabupaten Kupang Muhammad Ilham, S.H., M.H. dipromosikan menjadi Asintel Kejati Sulawesi Tenggara.
Posisinya diisi oleh Yupiter Selan, S.H., M.Hum., eks Kajari Lembata.
Kajari Lembata diisi oleh Raden Arie Wijaya Kawedhar, S.H., Koordinator Kejati Papua Barat.
Kajari Alor Devi Love Marbuhal Oktario Hutapea, S.H., M.H. dimutasi menjadi Kajari Penajam Paser Utara. Penggantinya, Mohammad Nursaitias, S.H., M.H., Koordinator Kejati Sulawesi Barat.
Kajari Ende Zulfahmi, S.H., M.H. dimutasi ke Kajari Muara Enim. Dia digantikan Adi Rifani, S.H., M.H., Koordinator Kejati Kalimantan Selatan.
Kajari Flores Timur Rolly Manampiring, S.H., M.H., digeser menjadi Kajari Sarolangun. Penggantinya Teddy Rorie, S.H., M.H., Koordinator Kejati Sulawesi Tengah.
Kajari Sumba Timur Victoris Parlaungan Purba, S.H., M.H., dimutasi ke Labuhanbatu Selatan. Ia digantikan Akwan Anas, S.H., M.H., Kabag TU Kejati Gorontalo.
Selanjutnya, jabatan Kajari Ngada kini diisi Nurul Hidayat, S.H., M.H., eks Koordinator Kejati Sulawesi Selatan.
Begitupun Kajari Belu kini diisi Johannes Harysuandy Siregar, S.H., M.H., eks Koordinator Kejati Maluku Utara.
Selain pergeseran struktural di NTT, dua putra daerah NTT juga mendapat promosi jabatan, yaitu Yosef Umbu Hina Marawali, S.H., Kasi V Bidang Intelijen Kejati NTT, kini menjadi Koordinator di Kejati Papua Barat, dan Arif Mirra Kanahau, S.H., sebelumnya Kasi Penindakan Pidmil Kejati Maluku, kini promosi sebagai Koordinator Kejati Sulawesi Tenggara.
Tokoh NTT lainnya, Roberthus Melchisedek Tacoy, S.H., M.H., yang kini Wakajati Papua, juga dimutasi menjadi Wakajati Sulawesi Selatan.
Sementara mantan Wakajati NTT, Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol, S.H., M.H., mendapat promosi sebagai Kajati Kalimantan Tengah.
I Putu Gede Astawa, S.H., M.H., eks Kajari Flores Timur dan Koordinator Kejati NTT, kini menjabat Wakajati Bali.
Mutasi ini mencerminkan komitmen Kejaksaan Agung untuk terus melakukan penyegaran organisasi, menempatkan pejabat yang berintegritas dan profesional di posisi strategis, serta menjawab tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks di daerah.
Hingga berita ini diturunkan, Kejati NTT belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jadwal pelantikan dan serah terima jabatan para pejabat baru. (bet)













