KUPANG, PENATIMOR — Setelah lima hari bertarung melawan ganasnya ombak selatan Rote, juragan kapal nelayan, Rusdi Andi, akhirnya ditemukan hidup, Kamis (7/8/2025) siang.
Penemuan yang terjadi di hari kedua operasi pencarian ini menghidupkan kembali asa keluarga dan tim penyelamat, meski lima korban lain masih hilang di laut lepas yang sama.
Di hari kedua operasi pencarian dan pertolongan (SAR) enam nelayan yang hilang di perairan selatan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban tambahan dalam kondisi selamat, Kamis (7/8/2025), setelah sebelumnya hanya satu orang yang berhasil diselamatkan.
Korban yang ditemukan selamat adalah Rusdi Andi, juragan kapal yang tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi pada 2 Agustus lalu. Ia ditemukan oleh juragan KMN Usaha Baru Kupang, Firman Rafkah, seorang nelayan asal Buton, saat sedang melaut di perairan selatan Pulau Timor sekitar pukul 13.00 WITA. Titik penemuan berada di koordinat 10°23’54.00″S – 124°20’43.00″E.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Mexianus Bekabel selaku SAR Mission Coordinator langsung memimpin keberangkatan RBB 06 Kupang pukul 17.00 WITA untuk melakukan intercept dan menjemput korban dari KMN Usaha Baru.
Proses transfer korban selesai pukul 19.00 WITA, disertai perawatan medis awal di atas kapal. RBB 06 kemudian melanjutkan pelayaran ke Dermaga Navigasi Kupang dan tiba pukul 20.00 WITA.
Korban langsung dibawa menggunakan ambulans BKK Kelas I Kupang menuju RS Bhayangkara Kupang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Dengan temuan ini, total korban yang berhasil diselamatkan hingga hari kedua operasi menjadi dua orang, yaitu Dominanus Alguinares Liu dan Rusdi Andi.
Sementara itu, lima korban lainnya masih dalam pencarian, yaitu Bani Hanas, Agustinus Efrano Bunga, Putra Henukh, Kevin Martin, dan Bastian.
Untuk diketahui, operasi hari kedua dimulai pukul 06.30 WITA, diawali dengan tim SAR gabungan menggelar briefing dan melanjutkan penyisiran sesuai rencana operasi.
Pencarian difokuskan di sekitar rompong selatan Pulau Rote hingga pukul 15.35 WITA, namun hasilnya nihil sebelum informasi penemuan korban diterima.
Operasi SAR melibatkan 13 unsur, antara lain Kantor SAR Kupang, Pos SAR Rote Ndao, Polair Polda NTT, Lantamal VII Kupang, Bakamla Kupang, KSOP Kupang, KPLP Kupang, BKK Kelas I Kupang, KUPP Rote, Lanal Rote, Kepala Desa Papela, Pengurus kapal, dan masyarakat setempat.
Peristiwa nahas ini berawal pada 2 Agustus 2025 sekitar pukul 03.00 WITA, ketika sebuah perahu memancing dengan tujuh orang Person On Board (POB) terbalik dihantam gelombang tinggi dan angin kencang di sekitar rompong, koordinat 11°03.157′ S – 123°22.008′ E.
Laporan diterima Kantor SAR Kupang pada 6 Agustus pukul 05.35 WITA dari Martinus Nange. Pada hari itu, satu korban berhasil diselamatkan nelayan di Pulau Rote setelah ditemukan di dalam cool box besar.
Kepala Kantor SAR Kupang, Mexianus Bekabel, menegaskan operasi SAR akan dilanjutkan pada Jumat (8/8/2025), mulai pukul 06.30 WITA dengan harapan seluruh korban dapat ditemukan.
“Fokus kami adalah memperluas area pencarian dan memanfaatkan semua unsur yang ada di lapangan, dengan target korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya. (mel)













