KUPANG, PENATIMOR — Warga di sekitar Pantai Warna, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, gempar saat menemukan seorang anak laki-laki berusia 9 tahun tewas tenggelam di perairan pantai tersebut, Sabtu (14/6/2025) siang.
Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Aldinan R.J.H Manurung, S.H., S.I.K., M.Si., saat dihubungi wartawan, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, korban merupakan seorang anak laki-laki inisial RB, 9 tahun. Korban ditemukan tidak bernyawa di kedalaman sekitar 2 meter di perairan Pantai Warna Oesapa pada Sabtu sore (14 Juni 2025),” ujar Kapolresta.
Berdasarkan keterangan saksi RH, pada sekitar pukul 10.00 WITA, ia tengah berada di tempat penjualan ikan dan mendengar teriakan dari seorang anak bahwa temannya tenggelam.
“RH kemudian segera mendatangi pantai dan menanyakan kepada teman-teman korban yang tengah mandi, lalu diberitahu bahwa memang ada seorang anak yang tengah tenggelam di perairan tersebut,” katanya.
Kapolresta melanjutkan, RH kemudian meminta dua orang pemuda, S dan R, untuk menyelam dan mencari korban.
“Awalnya pencarian tidak menemukan apa-apa, namun saat S hendak naik ke permukaan, kakinya menyentuh tubuh korban di kedalaman 2 meter. S kemudian mengangkat korban dan dibawa ke tepi pantai. Setelah diberikan pertolongan awal, korban masih tidak sadarkan diri, lalu dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan,” terang Kapolresta.
Berdasarkan pemeriksaan luar di RS Bhayangkara Drs. Titus Ully, diduga korban meninggal akibat kehabisan oksigen. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Pihak keluarga kemudian menandatangani penolakan visum dalam, sehingga jenazah dibawa pulang ke rumah duka di Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang, untuk disemayamkan,” ujar Kapolresta.
Kapolresta Aldinan juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih ketat mengawasi dan mengontrol keberadaan anak-anak saat bermain di luar, demi mencegah terjadinya peristiwa tragis serupa.
“Korban sebenarnya tengah bersiap bersama ibunya untuk mengambil raport, namun sebelum dapat bergabung, korban lebih dahulu turun ke pantai dan terjadi kecelakaan. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk lebih peduli dan menjaga keselamatan keluarga, terutama anak-anak,” imbuh Kapolresta.
Selain itu, Kapolresta juga meminta peran aktif masyarakat dan instansi terkait demi terciptanya keamanan di kawasan pantai, yang merupakan tempat rekreasi dan destinasi wisata.
“Diperlukan peran semuanya, agar kawasan pantai yang menjadi ikon pariwisata dapat terus dinikmati masyarakat secara aman dan nyaman, tanpa terjadi lagi peristiwa serupa di masa mendatang,” harap Kapolresta. (mel)













