UTAMA  

9 Kamar Kos di Oesapa Hangus Dilalap Si Jago Merah

9 Kamar Kos di Oesapa Hangus Dilalap Si Jago Merah

Kupang, penatimor.com – Si jago merah kembali mengamuk di Kota Kupang.

Akibatnya, 9 kamar kos milik Martinus Bulu Pote yang beralamat di RT 16/RW 6, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, hangus terbakar.

Kejadian kebakaran ini terjadi sekira pukul 19.20, Rabu (24/4).

Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti terjadinya kebakaran.

Stevanus Ferdi selaku penjaga kos-kosan tersebut, mengaku kejadian itu terjadi begitu cepat.

Tiba-tiba saja dia melihat api merambat begitu cepat melalap bangunan kos.

“Jarak kamar yang begitu dekat sehingga api menyambar cepat. Kami bersama mahasiswa bantu memadamkan api namun tak bisa,” ungkapnya.

Hampir semua penghuni kos-kosan tersebut adalah mahasiswa. Terdiri dari 4 pria dan 6 perempuan.

Sementara salah satu mahasiswa penghuni kos-kosan tersebut, Kristianto Kaja, mengisahkan bahwa saat itu dia lagi tertidur dan baru kaget terbangun ketika asap tebal mengepul.

“Tiga laptop, berkas penting lainnya dan pakaian tak sempat diselamatkan, semua barang di dalam kamar terbakar habis,” jelas mahasiswa semester 10 Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FKIP Undana.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang, Alex Bunga, menjelaskan bahwa dalam musibah kebakaran tersebut sebanyak 15 personel diturunkan disertai 4 armada.

Api yang merampat dengan begitu cepat hingga melalap bangunan kos-kosan dan seluruh isinya.

Kaitan dengan musibah kebakaran tersebut, Lurah Oesapa Kiai Kia, ketika ditemui di lokasi kejadian, menjelaskan pihaknya akan melaporkan secara berjenjang, terutama kepada instansi terkait.

Sementara proses penyelidikan akan dilakukan oleh aparat kepolisian untuk mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran.

” Untuk gambaran kerugian belum bisa ditaksir berapa. Saya secara pribadi sangat prihatin dengan nasib mahasiswa-mahasiswi yang menjadi korban. Tapi apa mau dikata karena ini adalah musibah. Prinsipnya kami akan laporkan ke intansi terkait akibat musibah ini,” ungkap dia.

Terpantau, sembilan kamar kos-kosan rata tanah, tertinggal hanya puing-puing bangunan. (R1 )