Neda Lalay Berbagi Kisah Inspiratif di Seminar Nasional Prodi Ilmu Politik Undana

Neda Lalay Berbagi Kisah Inspiratif di Seminar Nasional Prodi Ilmu Politik Undana

KUPANG, PENATIMOR – Program Studi Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar Seminar Nasional dengan tema “Keterwakilan Perempuan Pada Pemilu 2024: Antara Prosedural dan Ketimpangan,” pada Senin, 13 Mei 2024.

Acara yang bertempat di ruang teater rektorat Undana ini menghadirkan beberapa narasumber terkemuka, termasuk Neda Ridla Lalay, S.H., Anggota DPRD Kota Kupang yang baru terpilih pada Pemilu 2024.

Dalam seminar tersebut, Neda Ridla Lalay menyampaikan pengalamannya sebagai salah satu perempuan tangguh yang berhasil menembus dunia politik di Kota Kupang.

Ia menceritakan perjuangannya di daerah pemilihan Maulafa, di mana ia harus menghadapi berbagai tantangan dan persoalan di lapangan.

“Semangat dan kerja keras menjadi kunci utama bagi saya untuk melalui setiap tahap dalam pemilu,” ungkap Neda.

Neda, seorang ibu rumah tangga, menekankan pentingnya dukungan dari keluarga dan kerabat dalam perjalanan politiknya.

“Berkat dorongan dari keluarga, kerabat, dan kenalan, saya terus bergerak di tengah-tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi mereka dan memperjuangkannya jika dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

Dengan semangat tak kenal lelah, Neda berkunjung ke setiap keluarga di dapil Maulafa dari pagi hingga larut malam. Usahanya yang gigih membuahkan hasil dengan meraih 3.446 suara, yang mengantarkannya duduk di kursi DPRD Kota Kupang untuk periode 2024-2029 dari Partai NasDem.

“Semangat dan keyakinan akhirnya membuahkan hasil,” tutur ibu tiga anak itu penuh syukur.

Neda Lalay Berbagi Kisah Inspiratif di Seminar Nasional Prodi Ilmu Politik Undana

Selain Neda, seminar ini juga menghadirkan narasumber lainnya seperti Dr. Ince D.P. Sayuna, M.Hum., M.Kn., selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Golkar; Dr. Siti Aminah, Dra., M.A., dari Universitas Airlangga; Dr. Rudi Rohi, M.Si., dari Universitas Nusa Cendana; dan Jemris Fointuna, S.Pi., M.H. selaku Ketua KPU Provinsi NTT.

Koordinator Program Studi Ilmu Politik, Esrah D.N.A. Benu, S.Sos., M.A., menegaskan pentingnya peran perempuan dalam politik dan mengajak para mahasiswi untuk tidak merasa terbebani dengan kuota yang diberikan pemerintah.

“Dalam implementasi di tingkat partai, KPU, dan masyarakat, masih banyak tantangan dan ketimpangan yang harus dihadapi,” ujar Esrah.

Esrah juga berharap agar mahasiswa Ilmu Politik tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis dari pengalaman para praktisi politik.

“Mahasiswa harus memahami bahwa antara politik praktis dan teori sering kali terdapat perbedaan,” tambahnya.

Seminar ini berlangsung dengan diskusi yang alot namun konstruktif, menyoroti isu-isu penting seperti nilai feminisme, partisipasi perempuan, dan kesetaraan gender dalam pengambilan keputusan kebijakan publik.

Dr. Ince D.P. Sayuna mengungkapkan perlunya rekayasa sistem pemilu untuk mempercepat partisipasi perempuan, salah satunya dengan membuat kertas suara yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Acara ini mendapat apresiasi luas dari para peserta, termasuk Dr. Ince yang memuji pemilihan tema seminar yang komprehensif.

“Kegiatan ini penting untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman yang lebih lengkap tentang praktek politik,” katanya.

Dengan berakhirnya seminar ini, diharapkan semangat keterwakilan perempuan dalam politik semakin menguat, dan perempuan-perempuan tangguh seperti Neda Ridla Lalay dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. (bet)