KKP Gagalkan Penyelundupan WNA Ke Australia di Perairan Kupang

KKP Gagalkan Penyelundupan WNA Ke Australia di Perairan Kupang

KUPANG, PENATIMOR – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengamankan dua kapal ikan yang diduga terlibat dalam penyelundupan manusia dan pelanggaran penangkapan ikan lintas negara.

Keberhasilan operasi tersebut terjadi di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (8/5/2024).

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Dr. Pung Nugroho Saksono, mengungkapkan bahwa Stasiun Pusat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang berhasil menghentikan dua kapal ikan mencurigakan saat melaksanakan patroli rutin menggunakan Speedboat Hiu Biru 04.

Kedua kapal tersebut tidak memiliki nama dan berukuran kurang dari 10 GT. Di dalamnya ditemukan 12 orang, termasuk enam warga negara asing asal Tiongkok yang diduga akan diselundupkan ke Australia, serta enam orang WNI yang bertugas sebagai awak dan operasional kapal.

“Modus baru yang kami temui dibalik pelanggaran penangkapan ikan ini sangat mengkhawatirkan. Kapal tanpa nama tersebut merupakan bagian dari beberapa kapal yang akan melintas batas perairan Indonesia-Australia,” ujar Dr. Pung Nugroho kepada awak media, Senin (13/5/2024) siang.

KKP Gagalkan Penyelundupan WNA Ke Australia di Perairan Kupang

Lanjut katanya, bahwa dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan, diperoleh informasi bahwa ada beberapa kapal yang akan melintas batas perairan tersebut.

Pada Rabu, 8 Mei 2024, kapal ikan tanpa nama terlihat melintas tanpa dilengkapi nama dan identitas kapal yang jelas.

“Saat dilakukan penghentian, kapal tersebut meningkatkan kecepatannya sehingga menimbulkan kecurigaan dan terjadi kejar-kejaran antara kapal patroli dan kapal ikan tersebut,” katanya.

Pada pukul 03.00 WITA, di Perairan Ujung Pulau Semau, kapal ikan tanpa nama berhasil diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Kapal tersebut kemudian diaduhokasikan ke Dermaga Perikanan Tenau Kupang.

“Pukul 15.00 WITA, proses serah terima penanganan dugaan kasus penyelundupan manusia tersebut dilakukan ke Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda NTT, yang disaksikan oleh Divisi Keimigrasian hingga Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT. Kedua belas orang tersebut kemudian dibawa ke Ditkrimum Polda NTT untuk diperiksa lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara, Wakapolda NTT, Irjen Pol. Awi Setiono, menjelaskan bahwa para pelaku menyelundupkan WNA dengan imbalan masing-masing ABK diberi uang sebesar Rp 5 juta yang dibagi 6 orang, dan jika para WNA sampai Australia maka akan ditambah menjadi Rp 50 juta.

Para pelaku ditangkap pada tanggal 8 Mei 2024 dinihari oleh kapal patroli Hiu Biru 004 milik Dinas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kupang.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 120 ayat 1 dan 2 UU No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda Rp 500 juta dan paling banyak Rp 1,5 miliar. (wil)