Polisi Gadungan di NTT Beraksi, Gadis Desa Ditipu Lulus Polwan Tanpa Tes, Uang Ratusan Juta Melayang

Polisi Gadungan di NTT Beraksi, Gadis Desa Ditipu Lulus Polwan Tanpa Tes, Uang Ratusan Juta Melayang

KUPANG, PENATIMOR – Seorang gadis desa asal Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur bernama LAN (21), bernasib nahas.

Dia ditipu DT (27) seorang Polantas gandungan yang merupakan saudara sepupunya sendiri, yang menjanjikan dirinya akan  menjadi seorang Polwan dengan dalil menyerahkan sejumlah uang.

Tak tanggung-tanggung korban bersama orangtuanya digarap si Polantas gadungan berupa uang dengan total Rp117.000.000 yang diberikan secara bertahap, mulai dari bulan Mei hingga November 2022.

Yang lebih menyakitkan lagi adalah uang-uang tersebut adalah hasil jual sapi milik orangtua korban yang sudah mencapai 40 ekor.

Polisi Gadungan di NTT Beraksi, Gadis Desa Ditipu Lulus Polwan Tanpa Tes, Uang Ratusan Juta Melayang

Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H., membenarkan adanya penipuan tersebut, sesuai dengan laporan yang diterima SPKT Polres Kupang pada Jumat (2/6/2023) pagi.

“Ya, benar. Korban bersama orangtuanya sudah melaporkan kejadian tersebut pagi tadi,” terangnya.

AKBP Agung menambahkan pula bahwa pelaku juga sudah diamankan dan saat ini sudah ditahan di ruang tahanan Polres Kupang.

“Terduga pelaku kami sudah tahan guna kepentingan penyidikan,” tambahnya.

Leonard Naidjuf, selaku ayah korban, menuturkan bahwa awalnya pelaku yang adalah keponakannya mengaku sudah menjadi anggota Polri yang bertugas di SoE, Polres TTS, dan menunjukan foto berpakaian Polantas, datang kerumah dan menawarkan kepada LAN untuk menjadi Polwan, dengan persayaratan korban harus menyiapkan uang sesuai dengan permintaan pelaku.

Meski ragu namun ia juga mengharapkan kelulusan putrinya, sehingga akhirnya Leonard menyiapkan uang yang diminta pelaku.

Dimulai pada tanggal 5 Mei 2023 pelaku meminta uang pertama kali sejumlah Rp800.000 dengan alasan untuk mengikuti rapat, berlanjut terus hingga bulan November 2022 dengan alasan untuk diserahkan kepada sejumlah orang termasuk untuk Kapolri dan Kapolda NTT.

Semakin besar jumlah uang yang diserahkan kepada pelaku, korban bersama orangtuanya sudah mulai ragu dan menanyakan hasil upaya pelaku terkait kelulusan korban.

Namun pelaku selalu menghindar dan akhirnya tanggal 1 Juni 2023 lalu pelaku janji untuk menemui Leonard di Kupang.

Saat itu ia ke Kupang namun tidak berhasil mendapatkan pelaku dan akhirnya pulang ke Lelogama dengan penuh kekecewaan.

Malam harinya ia kaget setelah anggota Polsek Amfoang Selatan mengantarkan pelaku yang saat itu penuh dengan luka akibat kecelakaan untuk dirawat.

Setelah dicari tahu, pelaku ternyata mengalami kecelakaan saat menuju Amfoang Tengah dengan sepeda motornya.

Polisi Gadungan di NTT Beraksi, Gadis Desa Ditipu Lulus Polwan Tanpa Tes, Uang Ratusan Juta Melayang

Kesempatan inilah yang dimanfaatkan Leonard untuk dimintai pertanggungjawabannya. Dan akhirnya pelaku mengakui kalau semuanya adalah bohong belaka.

Korban bersama orangtuanya langsung membawa pelaku ke Polres Kupang untuk diproses hukum.

Korban yang adalah tamatan salah satu SMA di Lelogama ini mengakui kalau dirinya sudah mulai curiga saat pelaku menjanjikan kalau dirinya bisa lulus Polwan tanpa tes.

“Beta su ragu waktu dia bilang beta bisa lolos meski tanpa tes masuk asalkan kasih uang,” jujurnya.

Keraguan korban ternyata terbukti namun segalanya sudah dikorbankan.

Sedangkan pelaku mengakui semua perbuatannya dan mengatakan bahwa uang yang digarap dari korban dan orangtuanya,  digunakannya untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk mengelabui korban, ia membelikan korban susu, teh, gula, biskuit, kacang hijau, beras merah dan sirup. (*/bet)