UTAMA  

Hakim Minta Jaksa Hadirkan Pengusaha Rofinus Fangidae ke Sidang Alfred Baun, Terkait Pemerasan Rp250 Juta

Hakim Minta Jaksa Hadirkan Pengusaha Rofinus Fangidae ke Sidang Alfred Baun, Terkait Pemerasan Rp250 Juta

KUPANG, PENATIMOR – Majelis hakim di Pengadilan Tipikor Kupang meminta Jaksa Penuntut Umum Kejari Timor Tengah Utara agar menghadirkan pengusaha Rofinus Fanggidae dalam sidang dugaan korupsi terdakwa Alfred Baun.

Rofinus Fanggidae sebelumnya telah dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara terdakwa Alfred Baun, namun berhalangan hadir karena sakit.

Sehingga majelis hakim meminta penuntut umum untuk menghadirkan Rofinus Fangidae sebagai saksi, karena namanya disebutkan dalam dakwaan diperas terdakwa Alfred Baun sebesar Rp250 juta.

“Rofinus Fangidae harus dihadirkan sebagai saksi dalam sidang pada Jumat 16 Juni 2023,” kata Ketua Majelis Hakim Sarlota Suek, SH., usai sidang pemeriksaan saksi, Selasa (6/6/2023) siang.

Sidang lanjutan perkara korupsi dengan terdakwa Alfred Baun dengan agenda pemeriksaan saksi Adi Messakh.

Turut hadir JPU Kejari TTU, Andrew Keya, SH., Rey Tacoy, SH., dan Hendrik Tiip, SH.

Sedangkan terdakwa Alfred Baun dalam sidang dampingi oleh penasehat hukumnya, Jemmy Haekase, SH., dan Ferdy Maktaen, SH.

Sebelumnya dalam surat dakwaan JPU, diuraikan bahwa terdakwa Alfred Baun pada tahun 2021 pernah membuat pemberitaan pada beberapa media online.

Setelah terdakwa membuat pemberitaan tersebut, terdakwa memerintahkan Charles Paulus Bakker untuk menghubungi Rofinus Fanggidae salah satu kontraktor yang melaksanakan pekerjaan Jalan Sabuk Merah untuk bertemu dengan terdakwa.

Selanjutnya pada tanggal 16 Juli 2022 terdakwa bertemu dengan Rofinus Fanggidae di rumah Rofinus Fanggidae yang terletak di Jalan Pemuda RT 012/RW 004, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Pada saat pertemuan tersebut terdakwa meminta Rofinus Fanggidae untuk mamatikan handphone dan setelah Rofinus Fanggidae mematikan handphonenya, terdakwa selanjutnya menyampaikan bahwa beberapa hari lalu terdakwa baru dari KPK melaporkan proyek-proyek bermasalah di NTT, selanjutnya terdakwa menunjukan kepada Rofinus Fanggidae berita-berita online sebanyak tiga berita yang ada di handphone terdakwa terkait pekerjaan Jalan Sabuk Merah.

Pada saat itu terdakwa menyampaikan kepada Rofinus Fanggidae bahwa ia akan melaporkan pekerjaan yang dikerjakan oleh Rofinus Fanggidae, dan saat itu Rofinus Fanggidae menyampaikan pekerjaan tersebut sedang dalam masa pemeliharaan selama satu tahun sehingga segala kerusakan yang terjadi masih menjadi tanggungjawab kontraktor.

Pada saat itu terdakwa menyampaikan kepada Rofinus Fanggidae bahwa terdakwa bisa amankan di KPK dan tidak akan melaporkan ke KPK asalkan Rofinus Fanggidae menyiapkan dana sebesar Rp300.000.000 untuk terdakwa, dan Rofinus Fanggidae yang saat itu dalam keadaan sakit dan merasa terancam akan dilaporkan ke KPK terpaksa menyetujui permintaan terdakwa sebesar Rp250.000.000.

Setelah pertemuan tersebut, sejak tanggal 17 Juli 2022 sampai dengan 20 Juli 2022 terdakwa terus menghubungi Rofinus Fanggidae dengan memaksa dan mengancam akan melaporkan ke KPK dan karena merasa terancam maka pada tanggal 20 Juli 2022 Rofinus Fanggidae kemudian meminta anaknya Chintami Fanggidae untuk mengirimkan uang sebesar Rp200.000.000 ke rekening terdakwa pada nomor rekening 027701029469509 Bank BRI atas nama Alfred Baun, dan setelah terdakwa menerima dana sebesar Rp200.000.000 tersebut terdakwa kemudian membagi dana tersebut kepada Charles Paulus Bakker sebesar Rp15.000.000 dengan cara mengirimkan melalui anak Charles Paulus Bakker yang bernama Bryan Pitter Bakker dengan nomor rekening 466801034993***.

Terdakwa setelah menerima pengiriman uang sebesar Rp200.000.000 tersebut dari Rofinus Fanggidae, masih terus menghubungi untuk melunasi sisa sebesar Rp50.000.000, dan karena merasa terganggu akhirnya pada tanggal 15 Agustus 2022 Rofinus Fanggidae mengirimkan lagi kepada terdakwa sebesar Rp5.000.000 dari dana Rp50.000.000 yang diminta.

Terdakwa selain menghubungi Rofinus Fanggidae terkait pekerjaan Jalan Sabuk Merah, terdakwa juga menghubungi Aloysius Mintura alias Aciku salah satu kontraktor pelaksana pekerjaan Jalan Sabuk Merah yang telah dibuatkan pemberitaannya. (wil)