Jaksa Tuntut Nahkoda Express Cantika 77 Dipenjara 5 Tahun, Bayar Denda Rp50 Juta

  • Bagikan
Jaksa Tuntut Nahkoda Express Cantika 77 Dipenjara 5 Tahun, Bayar Denda Rp50 Juta

KUPANG, PENATIMOR – Nahkoda KMP Express Cantika 77, Erwin Pareda, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman 5 tahun penjara. Erwin menjadi terdakwa kasus kecelakaan laut yang mengakibatkan puluhan penumpang meninggal dunia.

Tuntutan ini disampaikan JPU Herman Deta dalam persidangan di Pengadilan Kupang, Rabu (1/2/2023) siang.

Selain pidana penjara yang dikurangi masa tahanan, jaksa juga menuntut terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp50 juta subsidair 6 bulan kurungan, dan dengan perintah terdakwa tetap berada di tahanan Rutan.

Jaksa juga meminta agar Majelis Hakim PN Kupang dalam putusannya, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana melayarkan kapal sedangkan yang bersangkutan mengetahui bahwa kapal tersebut tidak layak berlayar sehingga mengakibatkan kematian seseorang.

Selain itu mengakibatkan kerugian harta benda sebagaimana dalam dakwaan melanggar Pasal 302 Ayat (3) Jo. Pasal 117 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008, tentang Pelayaran sebagaimana telah diubah dengan UU Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Menyatakan barang bukti 111 life jacket dan serpihan karbon yang terbakar dikembalikan kepada PT. Pelayaran Dharma Indah,” sebut Herman Deta.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Wari Juniati, didampingi Hakim Anggota Murthada Mberu dan Sisera S.N. Nenohaifeto.

Setelah JPU membacakan surat tuntutan, Majelis Hakim kemudian menunda persidangan hingga tangggal 7 Februari 2023 dengan agenda pledoi atau pembelaan terdakwa. (wil)

  • Bagikan