Berkas Perkara Pemalsuan Data Kependudukan Belum Lengkap, Jaksa Beri Petunjuk

  • Bagikan
Berkas Perkara Pemalsuan Data Kependudukan Belum Lengkap, Jaksa Beri Petunjuk

KUPANG, PENATIMOR – Penyidikan kasus dugaan pemalsuan data kependudukan pada Dinas Dukcapil Kabupaten Kupang hingga kini masih bergulir di Polres Kupang.

Kasus ini dengan tersangka Meldi Nalle (30) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Ada pula tiga tersangka lainnya.

Berkas perkara ini telah diteliti oleh pihak Kejari Kabupaten Kupang, dan kemudian dikembalikan kepada penyidik Satreskrim Polres Kupang karena belum lengkap.

“Ada beberapa hal yang harus dilengkapi oleh penyidik. Saya juga telah berkoordinasi dengan pak Kapolres Kupang agar penyidik segera melengkapi semua petunjuk yang diberikan oleh jaksa peneliti,” kata Kajari Kabupaten Kupang, Ridwan Sujana Angsar saat menyambangi redaksi Pena Timor, Senin (5/12/2022) siang.

Menurut Kajari Ridwan, jika petunjuk jaksa sudah dilengkapi oleh penyidik, maka berkas perkara akan segera ditetapkan lengkap (P-21).

Diberitakan sebelumnya, penyidik Unit Tipidter Satreskrim Polres Kupang telah menetapkan Meldi Nalle (30) sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan data kependudukan atau pemindahan data tanpa seizin suami.

Meldi diduga memindahkan data kependudukannya dari Manokwari, Provinsi Papua Barat menjadi warga Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kasus ini dilaporkan oleh Askino G. Sada yang merupakan suami dari tersangka Meldi Nalle.

Askino G. Sada diketahui sudah lama meninggalkan tersangka, dan tidak pernah ada komunikasi lagi.

Meldi pun tidak lagi mengetahui keberadaan suaminya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, penyidik Satreskrim Polres Kupang telah menetapkan empat orang tersangka. (wil)

  • Bagikan