Diperiksa Terkait Perkara Korupsi PDAM, Wabup Kupang: Saya Sudah Jawab Sejujur-jujurnya

Diperiksa Terkait Perkara Korupsi PDAM, Wabup Kupang: Saya Sudah Jawab Sejujur-jujurnya

OELAMASI, PENATIMOR – Selama dua jam Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, Rabu (15/6/2022).

Dalam pemeriksaan yang berlangsung dari pukul 10.00-12.00 Wita itu, orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten Kupang itu dicecar dengan sejumlah pertanyaan terkait dengan kapasitasnya sebagai mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang.

Jerry Manafe diperiksa sebagai saksi untuk perkara mantan Direktur PDAM Kabupaten Kupang Johanis Ottemoesoe yang menjadi tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana penyertaan modal dari Pemkab Kupang ke PDAM Kupang senilai Rp 6,5 miliar pada tahun anggaran 2015 dan 2016.

Hal ini dibenarkan oleh Jerry Manafe yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kupang, ketika diwawancarai usai menjalani pemeriksaan.

Menurut Jerry dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik sekaligus Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Achmad Fauzi, SH., dirinya ditanyakan beberapa hal menyangkut penyertaan modal dari Pemkab Kupang ke PDAM Kabupaten Kupang tahun anggaran 2015 dan 2016 senilai Rp 6,5 miliar.

“Saya telah menyampaikan apa adanya kepada penyidik yang memeriksa,” kata Jerry Manafe yang sebelumnya mendatangi kantor Kejari Kabupaten Kupang dengan menggunakan mobil dinas bernomor polisi DH 2 B.

Politisi senior yang juga Ketua Umum Gapeksindo NTT itu juga menegaskan bahwa semua yang ditanyakan oleh pemeriksa sudah dijawab dengan sejujur-jujurnya.

“Apa yang saya tahu, saya menjawab. Soal jumlah pertanyaan lumayan, tapi saya tidak hafal,” sebut Jery Manafe sembari mengaku bahwa ini merupakan pemeriksaan pertama dirinya dalam perkara tersebut.

Jerry juga menyatakan siap memberikan keterangan tambahan apabila diperlukan penyidik.

“Sebagai warga negara yang baik saya harus kasih (keterangan). Saya harus kooperatif, sudah berani menjadi pejabat atau sudah pernah menjabat, harus kooperatif, dan jangan bicara yang tidak benar. Karena dengan manusia kita bisa tipu, tapi dengan Tuhan tidak bisa tipu. Kita bisa bersandiwira dengan orang, tapi tidak bisa dengan Tuhan. Itu perinsip saya, sehingga apa adanya saya akan bicara seperti itu,” tegasnya.

Jerry Manafe mengakui saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kupang, tidak ada evaluasi terhadap penyertaan modal ke PDAM Kupang.

Masalah penyertaan modal ke PDAM Kabupaten Kupang menurut Jerry Manafe, memang ada dan sudah terjadi.

Namun secara detailnya ia mengaku tidak terlalu mengetahuinya, karena hal itu dilakukan antara Pemkab Kupang dan PDAM Kupang.

“Saya ikut pada saat penetapan penyertaan modal tersebut. Kalau proses itu rana TAPD. Kalau terkait penggunaannya memang harus dipertanggung jawabkan,” tandas Jerry.

Menurut dia, sejak dirinya dilantik pada April 2019 sebagai Wakil Bupati Kupang, sebulan kemudian, tepatnya bulan Mei 2019, dia langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor PDAM Kabupaten Kupang dan menemukan banyak persoalan di perusahaan daerah milik Pemkab Kupang itu.

“Pada bulan Mei 2019 saya lakukan sidak, hasilnya ada. Saya sudah temukan banyak hal, dan sampai dengan saat itu, sampai 2022, saat saya habis sidak itu, tidak ada PAD atau setoran dari PDAM ke kas daerah. Setelah saya sidak itu, ada penyetoran Rp 1 miliar, tapi tindak lanjutnya saya tidak tahu,” sebut Jerry Manafe yang didampingi ajudannya.

“PDAM ini perusahaannya kan profit oriented, jadi harus ada pengembalian atau nilai tambah kepada pemerintah. Karena kita tidak bisa lihat output nya saja, tapi out come nya apa. Kalau ada penyertaan modal maka harus ada setoran PAD ke kas daerah,” lanjut dia.

Evaluasi ke PDAM Kupang menurut Jerry Manafe, tidak saja dilakukan terkait penyertaan modal Rp 6,5 miliar, tetapi juga menyangkut masalah kinerja, komplain masyarakat di lapangan, dan juga masalah personel.

“Evaluasi terhadap PDAM harus dilakukan karena banyak hal yang harus diperbaiki, dan sebagai Wakil Bupati saya memiliki fungsi pengawasan,” tegas Jerry lagi.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, menjalani pemeriksaan sebagai saksi di kantor Kejari Kabupaten Kupang, Rabu (15/6/2022) pagi.

Jerry Manafe diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johanis Ottemoesoe dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal dari Pemkab Kupang ke PDAM Kabupaten Kupang senilai Rp 6,5 miliar pada tahun anggaran 2015-2016.

Politikus Partai Golkar itu tampak memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejari Kupang di kompleks Civic Center Oelamasi tepat pukul 10.15 Wita.

Dengan balutan kemeja putih lengan pendek dipadu celana hitam, Jerry Manafe terlihat memasuki kantor Kejari Kupang.

Orang nomor dua di Pemkab Kupang itu langsung menghampiri meja piket untuk melapor diri, namun diarahkan untuk menunggu sebentar di lobi kantor.

Beberapa saat kemudian, datang Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, Achmad Fauzi, SH., menyampaikan ke Jerry Manafe untuk menunggu sebentar sambil dirinya mempersiapkan pemeriksaan.

Di lobi kantor Kejari, Jerry Manafe tampak menyapa dan menyalami Direktur PT Annisa Prima Lestari, Heliana Suparwati yang didampingi suaminya, Maman.

Heliana Suparwati juga sedang menunggu giliran untuk menjalani pemeriksaan tambahan, setelah diperiksa pada Senin (13/6/2022).

Bak teman lama yang baru bertemu kembali, ketiganya tampak terlibat ngobrol santai bersama.

Tepat pukul 10.32 Wita, Jerry Manafe diarahkan untuk masuk ke ruang Pidsus untuk menjalani pemeriksaan.

Jerry Manafe yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kupang itu sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang.

Sebelumnya, mantan Ketua DPRD Kabupaten Kupang Yosef Lede juga kembali diperiksa penyidik Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, Selasa (14/6/2022) petang.

Ini merupakan pemeriksaan kedua terhadap Yosef Lede di Kejari Kabupaten Kupang.

Politisi yang akrab disapa Yos Lede ini tampak memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejari Kabupaten Kupang yang berada di kompleks Civic Center Oelamasi sekira pukul 14.00 Wita dengan mengendarai sebuah mobil Fortuner warna hitam.
Dengan balutan kemeja putih lengan pendek, Yos Lede yang masih aktif sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi Partai Gerindra itu kemudian menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus.

Yos Lede diperiksa oleh jaksa penyidik Shelter F. Wairata, SH., sebagai saksi untuk perkara tersangka Johanis Ottemoesoe dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal dari Pemkab Kupang ke PDAM Kabupaten Kupang senilai Rp 6,5 miliar pada tahun anggaran 2015-2016.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang tiga periode itu diperiksa selama dua jam, atau dari pukul 14.00-16.00 Wita.

Sebelum memeriksa Yos Lede, penyidik terlebih dahulu memeriksa mantan Kepala DPPKAD Kabupaten Kupang, Anton Suriasa.

Anton Suriasa diketahui merupakan Auditor Madya pada BPKP Perwakilan NTT yang saat itu dikaryakan di Pemkab Kupang. Anton baru saja pensiun pada 1 Mei 2022.

Kajari Kabupaten Kupang, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., yang dikonfirmasi awak media ini, membenarkan.

“Ya, tadi tim penyidik memeriksa saudara Yos Lede dan Anton Suriasa sebagai saksi untuk tersangka Johanis Ottemoesoe yang adalah mantan Direktur PDAM Kabupaten Kupang. Saksi Yos Lede diperiksa dalam kapasitas saat itu sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kupang, terkait dengan dana penyertaan modal dari Pemkab Kupang ke PDAM Kupang,” kata Kajari.

Menurut Kajari, pemeriksaan terhadap mantan Kepala DPPKAD Kabupaten Kupang Tahun 2015-2016, Anton Suriasa terkait penyertaan modal Pemkab Kupang kepada PDAM Kabupaten Kupang sebesar Rp 6,5 miliar.

Anton Suriasa saat diperiksa, mengakui bahwa penyertaan modal yang dia lakukan selaku Kepala DPPKAD atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang sebagaimana amanat Perda Nomor 5 Tahun 2013 tentang Investasi Daerah, dilakukan tidak sepenuhnya sesuai tahapan atau syarat yang diamanatkan dalam Perda tersebut.

Namun, Anton menyampaikan dirinya hanya melaksanakan DPA DPPKAD, terkait apa dasar penentuan nilai penyertaan modal sebesar Rp 5 miliar pada tahun anggaran 2015.

Anton Suriasa juga menerangkan bahwa bukan dirinya yang merencanakan, melainkan angka tersebut diisi secara pribadi oleh salah satu pejabat saat itu yang juga sebagai Ketua TAPD Kabupaten Kupang dan juga selaku Ketua Badan Pengawas PDAM Kabupaten Kupang.

Pejabat yang dimaksud oleh Anton Suriasa adalah Hendrik Paut yang saat itu sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang.

Terkait keterangannya mengenai peran Hendrik Paut, Anton Suriasa juga menyatakan siap dikonfrontasi oleh penyidik.

Kajari Kupang melanjutkan, pemeriksaan terhadap Yosef Lede sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kupang yang mengetahui adanya penyertaan modal kepada PDAM Kabupaten Kupang tahun anggaran 2015-2016.

Yosef Lede bersama tim yang menyetujui penyertaan modal, sebab pada saat pembahasan KUA PPAS bersama TAPD,  Ketua TAPD Hendrik Paut selaku Sekda saat itu memaparkan semua rencana anggaran, salah satunya tentang penyertaan modal kepada PDAM Kabupaten Kupang.

Sehingga terhadap syarat penting yang ditanyakan jaksa penyidik dalam penyertaan modal, Yosef Lede menyampaikan hal tersebut merupakan rana TAPD dan juga OPD terkait yang melaksanakan verifikasi dan analisa.
Masih menurut Kajari Kupang, Yosef Lede dalam pemeriksaan tersebut, juga menerangkan bahwa DPRD menyetujui penyertaan modal tersebut, sebab dengan alasan untuk kepentingan masyarakat umum dan untuk meningkatkan pelayanan air bersih.

“Jika melihat hasil penyidikan Kejari Kabupaten Kupang, semua pembangunan yang bersumber dari dana penyertaan modal TA. 2015 dan 2016 tidak berfungsi atau dimanfaatkan sebagaimana yang diharapkan,” kata Kajari lagi.

Terhadap hal ini, menurut Kajari, Yosef Lede dalam pemeriksaan, menyampaikan DPRD memiliki kewenangan untuk mengawasi hal tersebut, namun hal itu masuk ranah tugas dan fungsi Komisi 2.

Kajari Ridwan Angsar menambahkan, tim penyidik yang ditunjuk menangani perkara ini terus berusaha merampungkan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka dan saksi.

“Kami targetkan secepatnya merampungkan penyidikan, dengan melengkapi semua berkas perkara sehingga secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan,” kata Ridwan Angsar.

Sekadar tahu, penyidik Pidsus Kejari Kabupaten Kupang telah menahan enam orang tersangka, yaitu Yunias Laiskodat (Konsultan Perencana dan Pengawas), David Lape Rihi (Kontaktor Pelaksana), Johanis Ottemoesoe (mantan Direktur PDAM Kabupaten Kupang, dan kini menjabat Direktur PDAM Kota Kupang), Tris Talahatu (PPK dan juga Kabag Teknik PDAM Kabupaten Kupang), Anik Nurhayati sebagai PPK dan Heliana Suparwati (Direktur PT Annisa Prima Lestari).

Penyidik sebelumnya juga sudah memeriksa mantan Bupati Kupang Ayub Titu Eki dan mantan Sekda Hendrik Paut. (nus)