Tiga Terdakwa Dugaan Korupsi Puskesmas Inbate Segera Disidangkan

Tiga Terdakwa Dugaan Korupsi Puskesmas Inbate Segera Disidangkan

KEFAMENANU, PENATIMOR – Kerja cepat tim penyidik Kejari Timor Tengah Utara (TTU) patut diancungi jempol.

Perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung Puskesmas Inbate tahun anggaran 2020 segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari TTU telah melimpahkan perkara ini ke Pengadilan pada Rabu (9/2/2022).

Terdakwanya adalah Benyamin Lasakar, Thomas Laka dan Leonardus Diaz.

Hal ini disampaikan Kajari TTU Roberth Jimmy Lambila, SH.,MH., dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Rabu sore tadi.

“Penuntut Umum pada Kejari TTU sudah melimpahkan berkas perkara, surat dakwaan dan barang bukti kasus tindak pidana korupsi pembangunan gedung Puskesmas Inbate TA. 2020 atas nama terdakwa I Benyamin Lasakar, Terdakwa II Thomas Laka dan Terdakwa III Leonardus Diaz ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang,” sebut Kajari.

Menurut Kajari, terdakwa Benyamin  Lasakar didakwa melanggar kesatu primair Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP subsidair Pasal 3  UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP, atau kedua Pasal 7 ayat (1) huruf a UU Tipikor.
Sementara itu, terdakwa II Thomas Laka didakwa melanggar kesatu primair Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, subsidair Pasal 3  UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP, atau kedua Pasal 7 ayat (1) huruf b UU Tipikor.

Sedangkan, terdakwa III Leonard Diaz didakwa melanggar kesatu primair Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor jo Pasal 55 ay (1) ke 1 KUHP, subsidair Pasal 3  UU Tipikor jo Pasal 55 ay (1) ke-1 KUHP, atau Kedua, Pasal 7 ayat (1) huruf b UU Tipikor.

Kajari Roberth jelaskan, akibat perbuatan secara bersama-sama terdakwa I selaku kontraktor pelaksana, terdakwa II selaku PPK dan terdakwa III selaku KPA, telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar  Rp 995.716.375.

“Kerugian negara dihitung berdasarkan selisih antara total nilai pembayaran yang telah diterima terdakwa sebagaimana bukti SP2D dan rekening giro PT. Jery Karya Utama dengan nilai prestasi pekerjaan yang memenuhi syarat untuk dibayarkan,” jelas jaksa terbaik tingkat nasional tahun 2016 tersebut.

Ditambahkan Kajari, setelah pelimpahan perkara tersebut, selanjutnya penuntut umum tinggal menunggu penetapan majelis hakim untuk menetapkan jadwal persidangan selanjutnya. (wil)