PH Christa Jaya: Saat Raffi Ambil SHM, Notaris Ada di Ruang Kerja

PH Christa Jaya: Saat Raffi Ambil SHM, Notaris Ada di Ruang Kerja

KUPANG, PENATIMOR – Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang menggelar sidang lanjutan praperadilan BPR Christa Jaya terhadap Polda NTT, atas dikeluarkannya SP3 laporan polisi terhadap notaris Albert Riwu Kore.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak BPR Christa Jaya dan Polda NTT.

Pihak BPR Christa Jaya menghadirkan satu orang saksi untuk diperiksa di persidangan tersebut.

Sementara Polda NTT menghadirkan tiga orang saksi, namun hanya dua saksi yang diperiksa. Satu saksi tidak jadi diperiksa karena adanya keberatan dari penasehat hukum (PH) BPR Christa Jaya.

Sidang praperadilan yang dipimpin oleh Hakim Tunggal Reza Tyrama berlangsung di ruang Pengayoman, Jumat (4/2/2022) siang.

Samuel David Adoe, SH., selaku penasehat hukum BPR Christa Jaya, menyebutkan keterangan saksi Lanny Tadu.

Menurut advokat muda yang akrab dipanggil Adi Adoe itu, Lanny Tadu yang merupakan mantan Direktur BPR Christa Jaya, dalam persidangan, menerangkan bahwa dirinya tidak pernah menyetujui dan memberikan perintah terkait perbuatan notaris yang bertentangan dengan surat order yang mengakibatkan hilangnya 9 sertifikat hak milik (SHM) tersebut.

Sedangkan, lanjut Adi Adoe, saksi yang dihadirkan Polda NTT yaitu Rahmat alias Raffi, dimana dalam keterangannya, menyatakan bahwa saat dia mengambil sertifikat dari staf notaris, notaris Albert Riwu Kore sedang berada di ruangannya.

Raffi menurut Adi Adoe, juga mengaku sangat yakin karena jarak tempat duduknya dengan ruangan Albert Riwu Kore hanya 1-2 meter.

“Ruangannya kaca, sehingga dia (Raffi) bisa lihat dari luar dengan jelas keberadaan pak Albert di dalam ruang kerjanya. Lalu staf pak Albert juga mengambil sertifikat dari dalam ruangan pak Albert, sementara pak Albert berada dalam ruang tersebut,” beber Adi Adoe.

Sidang akan praperadilan dilanjutkan kembali pada Senin (7/2/2022) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli.

Untuk sidang putusan akan laksanakan pada Rabu (9/2/2022).

Pantuan media ini, turut hadir menyaksikan sidang praperadilan tersebut, Komisaris BPR Christa Jaya Christofel Liyanto dan Notaris Albert Riwu Kore. (wil)