Dugaan Korupsi Wali Kota Kupang Cup 2017, Dua Tersangka Segera Diadili di Pengadilan

Dugaan Korupsi Wali Kota Kupang Cup 2017, Dua Tersangka Segera Diadili di Pengadilan

KUPANG, PENATIMOR – Apresiasi diberikan kepada penyidik Unit Tipidkor Satreskrim Polres Kupang Kota yang telah menyelesaikan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi Wali Kota Kupang Cup tahun 2017.

Berkas perkara ini selama lima tahun bolak-balik dari penyidik dan Kejari Kota Kupang.

Namun selama 5 tahun, penyidik kepolisian berhasil merampungkan berkas perkara ini dan jaksa peneliti akhirnya menyatakan lengkap (P-21).

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya P. Binti Tarung, SIK., melalui Kasat Reskrim Iptu Hasry Jaha, saat dikonfirmasi media ini, Selasa (18/1/2021), membenarkan bahwa berkas perkara dugaan korupsi Wali Kota Cup 2017 sudah ditetapkan P-21.

Penyidik juga telah melimpahkan kedua tersangka dan barang bukti ke JPU Kejari Kota Kupang.

Kedua tersangka adalah Ishak Jusuf Hau Radja dan Deasy Mariani Ady Putri.

Dugaan Korupsi Wali Kota Kupang Cup 2017, Dua Tersangka Segera Diadili di Pengadilan
Tersangka Deasy Mariani Ady Putri saat dijebloskan ke Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kota Kupang, Noven Bulan, mengatakan, pelimpahan tahap II perkara ini telah dilakukan di kantor Kejari Kota Kupang.

“Telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana korupsi dari penyidik Polres Kupang Kota atas nama tersangka Ishak Jusuf Ha’u Radja dan Deasy Mariani Ady Putri. Kedua tersangka selaku PPK dan Bendahara,” kata Noven.

Keduanya tersangka jelas Noven, diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan kegiatan kompetisi sepakbola antar kelurahan se-Kota Kupang dan olahraga rekreasi (Funbike) Kota Kupang dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-89 tahun 2017 pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang.

Penyerahan tersangka dan barang bukti tersebut diterima oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Jeremias Penna, Selasa (18/1/2021) sore.

Menurut Novan, kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan tindak pidana tersebut senilai ratusan juta.

Terkait dengan penambahan tersangka, ia menyampaikan akan dilihat dalam fakta persidangan.

Kerugian negara mencapai Rp 100 juta lebih, untuk sementara penyerahan dari penyidik hanya dua orang tersangka dengan pasal yang disangkakan yaitu Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tipikor. (wil)