UTAMA  

Ketua Asprov PSSI NTT Minta Pelatih Bawa Spirit Sportivitas dan Respect ke Daerah

Ketua Asprov PSSI NTT Minta Pelatih Bawa Spirit Sportivitas dan Respect ke Daerah

KUPANG, PENATIMOR – Ketua Asprov PSSI NTT Terpilih Petrus Christian Mboeik meminta kepada para wasit yang sudah menuntaskan Pelatihan Pelatih Lisensi D Nasional agar selalu membawa misi Sportivitas, Respect dan Kebersamaan saat kembali ke masing-masing daerah.

Penegasan itu di sampaikan Chris saat menutup Pelatihan Pelatih Lisensi D Nasional di Kupang, Senin (13/12/2021).

Chris juga meminta kepada para pelatih agar memberikan ilmu melatih yang dapat meningkatkan kemampuan jasmani dan rohani bagi setiap pemain sepakbola.

“Jangan hanya melatih skill kepada pemain saja, tapi berikan juga ilmu respect dan sportivitas kepada calon pemain agar mereka sejak dini memahami arti sepakbola sesungguhnya,” ungkap Chris .

Menurut Wakil Ketua DPRD NTT ini, pemain NTT harus dibentuk dengan karakter respect dan sportivitas, sehingga sikap itu tidak hanya diucapkan tapi juga dimanifestasikan dalam kehidupan.

“Jangan sampai seorang pemain hanya bisa ucap soal respect dan sportivitas, namun perilakunya jauh dari sikap respect dan sportivitas. Ini yang harus dilatih sejak kecil oleh pelatih semua nya,” tegas Chris.

Ketua Asprov PSSI NTT Minta Pelatih Bawa Spirit Sportivitas dan Respect ke Daerah
Chris memberi apresiasi kepada dua peserta terbaik yakni Ibnu Sanda dari Tunas Muda Kota Kupang dan Subhan Goran Tokan dari Lembata.

Chris juga mengapresiasi kepada panitia dan Kemenpora yang sudah bersinergi dalam rangka membangun sumber daya manusia pelatih di NTT.
“Kita akan terus bersinergi dengan Kemenpora, PSSI Pusat dan pihak lainnya, agar terus meningkatan SDM pelatih, pengawas pertandingan, dan pemain di NTT,” pungkasnya.

Instruktur Pelatih Pelatih Lisensi D Nasional Firmansyah memberi apresiasi kepada para peserta yang serius mengikuti program pelatihan ini sejak awal sampai akhir.

“Ini menandakan bahwa sepakbola NTT akan bangkit melalui pelatih-pelatih yang memiliki SDM yang bagus. Peningkatan¬† lisensi harus terus dilakukan oleh setiap pelatih, agar ilmunya bertambah banyak dan berkembang,” ujarnya.

Usai penutupan, Chris memberi apresiasi kepada dua peserta terbaik yakni Ibnu Sanda dari Tunas Muda Kota Kupang dan Subhan Goran Tokan dari Lembata.

Hadir juga saat penutupan, pegiat sepakbola Johni Lumba dan Piter Fomeni, serta perwakilan Dispora NTT Karel Muskanan. (*/wil)