GAMKI NTT Gelar Konferda III, Emi Nomleni: Perlu Ada Pengkaderan

GAMKI NTT Gelar Konferda III, Emi Nomleni: Perlu Ada Pengkaderan

KUPANG, PENATIMOR – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) NTT menggelar Konferensi Daerah (Konferda) III Tahun 2021.

Konferensi ini berlangsung selama tiga hari yakni  3-5 Desember 2021 di Gedung GMIT Jemaat Hosana Sungkaen, Kota Kupang.

Sekretaris GAMKI NTT, Paul Bolla, STh., kepada wartawan di Gedung GMIT Jemaat Hosana Sungkaen bersama Ketua GAMKI NTT, Emi Nomleni dan beberapa pengurus, antara lain Pdt. Yahya Millu,  Bendahara GAMKI NTT, Gadi Buli, Simon Nilli, Ketua Majelis Jemaat Hosana Sungkaen, Pdt. Nyongky Riry dan Sekretaris Jemaat, menyebutkan pembukaan Konferensi Daerah III itu dilakukan di GMIT Jemaat Sungkaen dan setelah pembukaan ada kegiatan Talk Show (bisnis meeting).

Konferda kali ini mengusung tema, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang dan berdoalah”.

Menurut Paul ada beberapa daerah yang sudah mengkonfirmasi untuk hadir pada kegiatan tersebut, antara lain, Ende, Sikka, Sabu Raijua, Rote Ndao dan beberapa daerah di daratan Timor.

Ketua GAMKI NTT, Emi Nomleni mengatakan, GAMKI adalah
organisasi independen yang berakar pada gereja dan tidak pada dominasi tertentu.

“GAMKI ini juga merupakan wadah pemuda Kristen kemudian tidak berafiliasi dengan partai politik,” kata Emi.

Terkait konferensi itu, Emi yang juga Ketua DPRD NTT ini menjelaskan, konferensi  itu menjadi ajang untuk evaluasi struktur kepengurusan dan program.

“Kami berterima kasih, walaupun kondisi seperti  ini tapi senior, yunior dan semua memberi dukungan,” katanya.

Dikatakan, di tengah-tengah berbagai kekurangan GAMKI NTT ini didukung oleh para senior dan yunior.

“Kita bersyukur ada kekompakan dan kami berterima kasih kepada Pemprov NTT dan pemerintah  kabupaten dan kota. GAMKI juga hadir dan memberikan kontribusi bagi kepentingan jemaat umat yang juga adalah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, GAMKI itu bersekutu, bersaksi dan melayani.

Emi mengharapkan pada kegiatan Konferensi Daerah itu peserta
tidak membicarakan kepentingan,  tetapi merumuskan program kerja yang bisa menjawab kepentingan anak muda,  daerah serta gereja.

Terkait pelaksanaan bisnis meeting, ia mengatakan, agenda tersebut akan  menjadi masukan bagi GAMKI NTT.

Terkait agenda pemilihan ketua, ia mengharapkan ada aklamasi, tetapi kalaupun pemilihan maka itu adalah dinamika.

“Siapa yang terpilih maka itu adalah kita semua dan kita berharap semuanya berjalan baik dan aman. Tapi prinsipnya bahwa semua yang kita lakukan itu merupakan sebuah panggilan,” katanya.

Menyinggung soal calon ketua, ia mengatakan, semua yang ada adalah kader.

“Semua punya ruang dan kesempatan untuk bisa mengikuti pencalonan sebagai ketua. Saya siap tapi dalam kesadaran, waktu panjang tapi ada dalam estafet. Kami dari 2009 hingga saat ini. Perlu ada pengkaderan,” katanya. (*/wil)