Polisi di Kupang Beri Pelatihan Sepak Bola dan Taekwondo Gratis kepada Generasi Muda

Polisi di Kupang Beri Pelatihan Sepak Bola dan Taekwondo Gratis kepada Generasi Muda

KUPANG, PENATIMOR – Kecintaan akan dunia olahraga membuat salah satu anggota Polri pada Polres Kupang Kota ini mendedikasikan diri bagi anak-
anak generasi muda lewat olahraga sepak bola dan bela diri taekwondo.

Anggota Polres Kupang kota ini adalah Bripka Ibnu Sanda.

Dengan keahliannya di dunia sepakbola dan bela diri taekwondo, ia membina anak-anak remaja di lingkungan sekitar rumahnya untuk aktif dalam dunia olahraga.

Ibnu pun rela menyisihkan gaji bulanannya untuk mengadakan berbagai perlengkapan olahraga, dan tidak memungut biaya dan kebanyakan anak binaan pun berasal dari keluarga kurang mampu.

Walaupun bertugas sebagai anggota polisi ia dapat membagi waktu dalam tugas maupun waktu latihan bagi anak binaannya.

Dimana setiap sore menjadi jadwal rutin untuk latihan sepak bola. Dan Lokasinya di Stadion Merdeka setiap pukul 15.30 Wita hingga jelang magrib.

“Sementara untuk latihan taekwondo di laksanakan pada Rabu dan Minggu malam, dengan lokasi latihan di rumah saya di Kampung Solor, Kota Kupang,” kata Ibnu Sanda kepada media ini, Jumat (12/11/2022) petang.

Polisi di Kupang Beri Pelatihan Sepak Bola dan Taekwondo Gratis kepada Generasi Muda

Lanjut Ibnu, untuk peserta latihan sepak bola adalah peserta latihan taekwondo dari anak-anak keluarga kurang mampu.

Khusus untuk sepakbola, ia bernaung dengan klub Tunas Muda binaan Anton Kia. Dan merupakan mantan pemain dari klub ini yang berdiri sejak tahun 2003 lalu.

Saat ini ia telah membina 75 anak dan remaja serta pemuda untuk latihan, untuk sepakbola dari anak usia 7 tahun hingga 25 tahun.

Dalam memenuhi kebutuhan sarana latihan dan konsumsi masih mengandalkan sumbangan senior dan sumbangan pribadi dari Bripka Ibnu Sanda. Terkadang juga ada orang tua yang ikut menyumbang.

“Kebanyakan peserta latihan sepak bola ini adalah dari keluarga kurang mampu sehingga saya gratiskan,” kata Ibnu.

Misinya pun sedernaha yaitu untuk membentuk karakter anak-anak agar menyibukkan diri dengan kegiatan positif, khususnya dalam dunia olahraga.

“Anak-anak perlu dilatih sejak dini agar mereka sibuk dengan hal positif bukan hanya sibuk bermain game,” sebut Ibnu.

“Untuk waktu latihan selama dua jam. Saya juga mengajarkan dan melakukan latihan teknik drible bola, teknik dasar dan visi dan misi bermain bola,” lanjut dia.

Untuk pembinaan yang lebih terarah, pihaknya mengelompokkan anak binaan untuk anak usia dibawah 12 tahun, 16 tahun kebawah dan usia dewasa.

Selain berlatih, Ibnu juga mengikutkan anak binaannya dalam berbagai kejuaraan dan pertandingan sepak bola.

Untuk membiayai keberangkatan tim dan akomodasi selama di daerah pertandingan, Ibnu lagi-lagi mengandalkan gajinya serta ada sumbangan sukarela orang tua.

“Selain swadaya, ada juga beberapa orang tua yang membantu,” imbuhnya.

Harapannya, agar anak-anak binaannya bisa bermain sepak bola yang benar dan bisa bermain dikancah nasional serta merubah hidup mereka menjadi pemain sepak bola profesional.

Polisi di Kupang Beri Pelatihan Sepak Bola dan Taekwondo Gratis kepada Generasi MudaLanjut dia, untuk pembinaan olahraga Taekwondo, biasa dilakukan pada setiap Rabu dan Minggu malam dengan melatih 40 anak dan remaja dari usia 8-15 tahun dari berbagai latar belakang keluarga.

Latihan taekwondo ini dirintis sejak tahun 2016 secara gratis.

“Kegiatan yang dilaksanakan juga sangat mendapat respon positif dari orang tua, dan mereka sangat mendukung. Adapula yang mau menyumbang tapi ditolak,” kata Ibnu.

Khusus untuk pakaian latihan, bagi anak-anak yang mampu bisa membeli sendiri baju latihan.

Sedangkan untuk anak-anak kurang mampu Ibnu membelikan seragam latihan.

Untuk saat ini dia sedang gencar melatih anak didiknya karena pada 4 Desember mendatang akan ada ujian kenaikan sabuk.

Selain itu anak-anak binaan pun selalu diikutsertakan dalam pertandingan antar dojang se-Kota Kupang.

Soal biaya dan pengeluaran, ia tidak terlalu ambil pusing karena ia rela menyisihkan gaji dan pendapatan untuk pembinaan generasi masa kini.

Kegiatan positif yang dilakukan ini juga sangat berdampak positif bagi anak-anak agar tidak hanya sibuk bermain game apalagi sampai melakukan tindak kriminal. (wil)