Polisi Tahan 5 Tersangka Kasus Pengrusakan di Kupang, 2 Tersangka Oknum Aparat

Polisi Tahan 5 Tersangka Kasus Pengrusakan di Kupang, 2 Tersangka Oknum Aparat

Kupang, penatimor.com – Aparat kepolisian Polsek Kupang Tengah, Polres Kupang, menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengrusakan dan pembongkaran sebuah kios sayur secara paksa.

Kasus pengrusakan ini terjadi di RT 025 /RW 08, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, pada (8/8/2020).

Lima orang tersangka diantara bernama  Martinus Nainome, Gasper Benu dan Yacob Banu, sedang Fredik Taebenu dan Buce Nainome merupakan aparat desa setempat.

Tindak pidana pengrusakan dilaporkan oleh korban bernama Adolfina Tenis, berdasarkan laporan Nomor: STTLP/K/27/VIII/2020/Polsek Kupang Tengah.

Hal ini disampaikan Kapolres Kupang AKBP Aldinan R.J.H. Manurung, SIK., yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Alpidus Kono Feka, Selasa (1/6/2021) siang.

Kapolsek jelaskan, dalam penetapan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pengrusakan ini, sebelumnya dilakukan gelar perkara sehingga terbukti ada usur pidana.

“Para tersangka langsung ditahan di Rutan  Mapolres Kupang,” kata Kapolsek.

“Dari kelima tersangka ini, dua tersangka  merupakan aparat desa, yaitu kepala dusun dan RT di Desa Penfui Timur,” lanjut dia sembari menambahkan kelima tersangka dikenakan Pasal 170 KUHPidana.

“Setelah tetapkan tersangka dan ditahan, penyidik akan segera mengirim berkas perkara ini ke pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang,” tandas Kapolsek.

Sementara itu, Yance Tobias Mesah, SH., selaku kuasa hukum korban Joel Kabnani yang dikonfirmasi, memberikan apresiasi kepada Kapolsek Kupang Tengah dan jajarannya, yang telah membongkar kasus perusakan kios oleh oknum aparat Desa Penfui Timur sehingga kasusnya menjadi terang berderang.

Aksi pengrusakan dan pembongkaran kios sebagai tempat usaha oleh oknum aparat desa bersama beberapa masyarakat dinilainya sebagai kejahatan dan tidak manusiawi.

“Apalagi turut dilakukan oleh aparat desa bersama beberapa orang masyarakat. Bahkan aksi itu turut disaksikan pula oleh oknum aparat keamanan,” bebernya.

Ia juga mengkritisi pernyataan seorang advokat yang menyatakan bahwa kasus pengrusakan kios hanya pelanggaran administrasi. Pernyataan advokat itu bahkan telah dipublikasi oleh salah satu media.

“Jadi bagi saya advokat itu mungkin  kurang belajar hukum pidana, kalau tidak mengembangkan ilmu hukum yang cukup sehingga mencampur adukan mana perbuatan tindak pidana dan mana perbuatan tindakan administrasi. Jadi kalau tidak tau persolan jangan asal tabrak saja,” tegas Yance. (wil)