Luar Biasa! Kajari TTU Kunjungi 27 Tahanan di Rutan Polres, Bagikan Alkitab

Luar Biasa! Kajari TTU Kunjungi 27 Tahanan di Rutan Polres, Bagikan Alkitab

Kefamenanu, penatimor.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) semenjak dipimpin Kajari Roberth Jimmy Lambila, S.H., M.H., benar-benar bersinar lewat kerja nyata.

Selain penegakan hukum lewat penanganan perkara-perkara pidana umum dan khusus, Kejari TTU juga gencar melakukan kegiatan sosial.

Seperti sebelumnya, Kajari TTU dan jajarannya menyalurkan bantuan sosial kepada korban bencana.

Luar Biasa! Kajari TTU Kunjungi 27 Tahanan di Rutan Polres, Bagikan Alkitab

Jumat (4/6/2021), sekira pukul 16.00 Wita, Kajari TTU Roberth Jimmy Lambila melakukan kegiatan sosial yang unik.
Orang nomor satu di Kejari TTU itu mengunjungi seluruh tahanan di rumah tahanan Mapolres TTU.

Terdapat 27 tahanan yang terdiri dari 16 tahanan jaksa dan 11 tahanan penyidik Polres TTU.

Kajari juga membagikan Alkitab kepada para tahanan yang beragama Kristen dan Katolik.

Kajari TTU pada kesempatan itu, mengatakan, melalui perkunjungan itu, pihaknya ingin memberikan penguatan kepada para tahanan untuk tabah, sabar dan ikhlas menghadapi proses hukum yang sementara dihadapi.

“Proses hukuman ini harus dimaknai sebagai suatu peristiwa iman, bukan berarti merupakan suatu hukuman Tuhan melalui tangan aparat hukum tetapi bentuh belas kasihan Tuhan kepada umatnya,” kata Kajari TTU yang didampingi Kasi Intel Kejari TTU Benfrid Christian Foeh, S.H., dan Kasi Pidsus Kejari TTU Andrew Keya, S.H.

Luar Biasa! Kajari TTU Kunjungi 27 Tahanan di Rutan Polres, Bagikan Alkitab

“Melalui proses ini setiap tahanan harus lebih dekat dengan Tuhan, lebih banyak merenung, membaca firman Tuhan,” lanjut dia.

Roberth yang pernah menjadi jaksa terbaik tingkat nasional itu juga mengimbau para tahanan, agar jangan percaya apabila ada oknum-oknum yang mengatasnamakan jaksa atau Kajari dengan menjanjikan dapat membantu meringankan hukuman dengan imbalan-imbalan tertentu berupa uang dan barang dan bila itu terjadi segera melaporkan kepada pihak kejaksaan.

“Percayalah bahwa kejaksaan sekarang sudah berubah. Kami akan menuntut secara objektif berdasarkan bukti dan fakta yang ada dengan tetap mempertimbangkan perbuatan terdakwa. Hal-hal yang meringankan dan memberatkan serta memperhatikan rasa keadilan masyarakat,” tegas Kajari.

Ditambahkan, proses hukum yang dilakukan oleh Kejari TTU ini merupakan bentuk penegakan hukum yang bermartabat dan humanis.

“Para tahanan juga adalah saudara kita. Hukum tetap ditegakkan, tetapi kemanusiaan jangan hilang,” tandas Kajari Roberth. (wil)