Karyawan Swasta di Kupang Diduga Tilep Uang Perusahaan Miliaran Rupiah

Karyawan Swasta di Kupang Diduga Tilep Uang Perusahaan Miliaran Rupiah

Kupang, penatimor.com – Seorang karyawan swasta di Kupang dipolisikan lantaran diduga melakukan tindak pidana penipuan dan pengelapan uang perusahaan senilai miliaran rupiah.

Kasus ini dengan terlapor Roysana Edward Sukanumba (41), warga RT 13/RW 005, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Kasus ini berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/181/VI/Res 1.11/2021 SPKT Polda NTT, (17/6/2021).

Tindak pidana penipuan dan penggelapan ini dilaporkan PT Quantum Penarik melalui kuasa hukum nya, Yohanes Kornelius Talan, SH.

PT Quantum Penarik beralamat di Jalan Gotong Royong, No. 29A Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta.

Karyawan Swasta di Kupang Diduga Tilep Uang Perusahaan Miliaran Rupiah
Surat perjanjian terlapor dan pihak perusahaan.

Yohanes Talan kepada media ini, Jumat (18/6/2021) siang, mengatakan bahwa terlapor ini merupakan karyawan PT Quantum Penarik, dengan jabatan sebagai koordinator wilayah Provinsi NTT.

Kasus ini terjadi pada tahun 2020, dimana PT Quantum Penarik mendapatkan pengadaan barang elektronik pada 58 sekolah di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT.

Pengadaan barang sekolah di setiap SD dan SMP di wilayah Kabupaten Rote Ndao itu bernilai Rp 3 miliar.

Terlapor sebagai koordinator yang bertugas untuk mendistribusikan barang tersebut ke setiap sekolah.

“Setelah barang sudah diterima, pihak sekolah melalui kepala sekolah akan melakukan pembayaran melalui via tranfer pada rekening perusahaan,” kata Yohanes.

Namun dari 58 sekolah yang sudah menerima barang tersebut hanya 29 sekolah yang melakukan pembayaran via tranfer ke rekening perusahaan.

“Untuk 29 sekolah itu, terlapor menggunakan pembayaran memakai kwitansi. Hal itu tidak boleh dilakukan dalam kontrak kerja sama,” imbuhnya.

Sehingga dari total Rp 3 miliar, PT Quantum Penarik, baru menerima pembayaran senilai Rp 2 miliar, sedangkan 58 pihak sekolah sudah melakukan pembayaran.

“Namun sampai saat ini uang pembayaran yang masih berada di terlapor berjumlah Rp 1,3 miliar,” bebernya.

Lanjut dia, pihak PT Quantum Penarik juga sudah pernah melakukan mediasi dengan terlapor namun sampai saat ini belum dikembalikan uang perusahaan. Sehingga pihak perusahaan akhirnya menempuh jalur hukum.

Pihak PT Quantum Penarik, juga akan melakukan laporan pidana terhadap pihak sekolah khususnya kepala sekolah yang melakukan pembayaran melalui kwitansi, dimana dalam perjanjian kerja pembayaran dilakukan via tranfer ke rekening perusahaan.

Ditambahnya, pihak perusahaan juga akan manunggu itikad baik terlapor untuk mengembalikan uang perusahaan. (wil)