Tinus Tanaem Peragakan 105 Adegan, Punya Kelainan Seks, Kapolres: Dia Predator!

Tinus Tanaem Peragakan 105 Adegan, Punya Kelainan Seks, Kapolres: Dia Predator!

Kupang, penatimor.com – Yustinus Tanaem alias Tinus (42), tersangka kasus pembunuhan terhadap Yuliana A. Welkis alias Noni Welkis memeragakan 105 adegan dalam rekonstruksi yang digelar penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota di tempat kejadian perkara, Jumat (28/5/2021) siang.

Reka ulang kasus pembunuhan terhadap korban Noni Welkis untuk melengkapi berkas perkara.

Tersangka memeragakan 105 adegan. Sementara korban diperankan oleh seorang polwan.

Ada 6 adegan dalam reka ulang yang menjadi inti dalam kasus ini.

Pantauan media ini, dalam rekonstruksi diketahui kalau tersangka sudah membawa pisau saat menjemput korban.

Setelah sampai di lokasi kejadian, tersangka memaksa korban untuk berhubungan badan, namun korban menolak, lalu tersangka mengacam korban dengan pisau.

Tersangka lalu membanting korban ke tanah dan menikam korban sebanyak 3 kali hingga tewas.

Setelah korban meninggal, tersangka lalu membuka celana korban dan menyetubuhi mayat korban.

Tersangka juga mengambil uang korban, lalu pergi meninggalkan jenazah korban.

Tersangka juga berhenti di kali delat lokasi kejadian untuk membersihkan pisau yang digunakan untuk menikam korban.

Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH
Manurung, SIK., didampingi Kasat Reskrim Polres Kupang AKP Nofi Posu, SIK., serta Kapolsek Kupang Barat IPTU Sadikin, Sos.,
kepada wartawan usai rekonatruksi, mengatakan, dalam reka ulang tersebut, diperagakan 105 adegan, dan 6 adegan diperagakan sebagai inti.

“Tersangka ini kita menilai mempunyai kelainan seks, sehingga kita katakan predator,  karena dua korban yang kita ungkap merupakan perempuan berusia belasan tahun,” kata Kapolres.

“Tersangka juga melakukan pembunuhan dengan cara dan motif yang sama, dimana berkenalan dengan korban melalui media sosial, lalu menjanjikan barang dan pekerjaan, lalu bertemu para korban mengajak berhubungan badan,” lanjut dia.

“Tersangka ini memiliki kelainan seks. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 340  KUHP, Pasal 338 KUHP, dengan ancaman 20 tahun atau hukuman mati,” tegas Kapolres Kupang.

Masih menurut Kapolres, tersangka juga diketahui memiliki kelainan seks.

“Sebelumnya sudah ada dua korban, namun hanya berhubungan badan, karena tidak menolak. Dua korban yang menjadi korban pembunuhan ini sebelumnya sempat menolak, sehingga tersangka membunuh dan setubuhi,” tutup Kapolres. (wil)