Rekonstruksi, Tinus Tanaem Perankan 23 Adegan, Korban Dinodai Lalu Dibunuh

Rekonstruksi, Tinus Tanaem Perankan 23 Adegan, Korban Dinodai Lalu Dibunuh

Kupang, penatimor.com – Penyidik Satreskrim Polres Kupang menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan terhadap gadis gembala sapi yang juga siswi SMA bernama Marsela Bahas (18), Selasa (25/5/2021) siang.

Dalam reka ulang yang digelar terbuka di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut, tersangka Yustinus Tanaem alias Tinus memperagakan 21 adegan.

Sementara korban diperankan oleh seorang polwan yang juga anggota tim penyidik.

Adapun alat bantu berupa boneka yang digunakan sebagai pengganti korban.

Reka ulang di TKP yang berlokasi di wilayah RT 08/RW 005, Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang itu disaksikan pihak keluarga korban dan ratusan warga.

Puluhan personel Polres Kupang dibantu personel Brimobda NTT ikut mengamankan jalannya rekonstruksi.

Rekonstruksi dimulai dari pelaku datang ke TKP untuk bertemu korban, sampai dengan adegan tersangka membunuh korban.

Dari adegan demi adegan yang ditampilkan dalam reka ulang tersebut, diketahui bahwa sebelum bertemu tersangka, korban sudah berkomunikasi untuk bertemu di lokasi tempat korban mengembalakan ternak piaraannya.

Setelah bertemu, tersangka sempat menyetubuhi korban. Namun karena takut korban berteriak, tersangka menusuk korban dengan pisau hingga tewas.

Tersangka melakukan persetubuhan dan pembunuhan terhadap korban sekitar pukul 14.00 Wita.

Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH
Manurung, SIK., didampingi Kasat Reskrim Polres Kupang AKP Nofi Posu, SIK., serta Kapolsek Kupang Barat IPTU Sadikin, Sos., kepada wartawan, mengatakan, dalam reka ulang tersebut dilakukan 23 adegan yang diperankan langsung oleh tersangka.

Rekonstruksi, Tinus Tanaem Perankan 23 Adegan, Korban Dinodai Lalu Dibunuh

“Tersangka dan korban mempunyai hubungan khusus. Keduanya sudah 11 kali bertemu, namun pertemuan setiap dua minggu sekali,” beber Kapolres.

“Selama 10 kali bertemu tidak pernah berhubungan badan, sehingga tersangka menjanjikan handpone pada korban, sehingga mereka bertemu, dan berujung kematian korban dengan dibunuh,” lanjut dia.

Terkait motif, menurut Kapolres juga melalui media sosial (medsos) dan hampir sama dengan korban Noni Welkis.

Pihak kepolisian kata Kapolres, juga masih mencari barang bukti handphone milik korban yang dibuang oleh tersangka.

Tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 23 tahun 2002, dengan ancaman hukuman mati.

Kepada masyarakat diimbau agar bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial.

“Dengan pemahaman yang utuh, untuk itu kalau ada tawaran yang menggiurkan agar bisa melaporkan kepada keluarga atau pihak kepolisian terdekat,” tandas perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu.

Terpantau, rekonstruksi kasus pembunuhan ini berjalan aman dan lancar dengan pengawalan ketat. (wil)