UTAMA  

IJTI Provinsi NTT Bantu Jurnalis Televisi Terdampak Seroja di Kupang

IJTI Provinsi NTT Bantu Jurnalis Televisi Terdampak Seroja di Kupang

Kupang, penatimor.com – Bencana alam badai siklon tropis Seroja juga menimpa para pekerja media di wilayah Kota Kupang.

Hanya saja, pekerja media yang juga sebagai bagian dari masyarakat belum tersentuh bantuan pemerintah.

Menyikapi kondisi ini, Pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi NTT pun memberikan perhatian khusus berupa menyambangi rumah masing-masing jurnalis televisi, Kamis (6/5/2021).

Pengurus IJTI Provinsi NTT menyerahkan bantuan paket sembako berupa beras, gula, minyak goreng, mie instan, dan telur yang diterima langsung oleh setiap jurnalis televisi bersama keluarganya.

IJTI Provinsi NTT Bantu Jurnalis Televisi Terdampak Seroja di Kupang

Kontributor Berita Satu TV, David Wilzone mengaku kaget saat mendapat kunjungan mendadak dari pengurus IJTI yang memberi perhatian dengan menyerahkan paket sembako untuk keluarganya.

“Saya pikir datang berkunjung ke rumah, ternyata dapat bingkisan sembako, karena selama ini kami hanya fokus pada penugasan kantor untuk memantau perkembangan pasca bencana,

namun kami sebagai warga terdampak belum mendapat perhatian termasuk bantuan sembako,” kata David.

Kontributor Metro TV, Ferdi Rabu berterima kasih atas perhatian dari pengurus IJTI yang mau peduli terhadap nasib para jurnalis yang terdampak badai Seroja namun belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

“Kami terus membantu pemerintah dalam memberitakan penanganan pasca bencana, namun kami sendiri belum tersentuh bantuan, sehingga perhatian dari IJTI sangat membantu meringankan beban kami,” ucapnya.

IJTI Provinsi NTT Bantu Jurnalis Televisi Terdampak Seroja di Kupang

Ketua IJTI Provinsi NTT, Fabianus Benge, mengatakan bahwa pihaknya berupaya menjangkau para jurnalis televisi yang terdampak bencana Seroja namun belum mendapat perhatian dari pemerintah.

“Kami bersama pengurus berinsiatif membantu meringankan beban dari para jurnalis yang setiap hari meliput perkembangan penanganan pasca bencana, sehingga kami menggunakan uang kas untuk membelikan paket sembako kemudian membagikan kepada para jurnalis televisi yang terdampak dengan cara mendatangi rumah masing-masing,” ungkapnya.

Pihaknya saat ini memperhatikan jurnalis televisi di Kota Kupang, dan selanjutnya akan memberi perhatian bagi jurnalis televisi yang berada di daerah luar kota.

“Saat ini kami masih fokus pada jurnalis televisi yang berdomisili di dalam Kota Kupang, dan untuk selanjutnya kami juga memberi perhatian kepada wartawan televisi yang berdomisili di luar kota. Kami berharap dengan paket sembako yang kami berikan dapat meringankan beban dari para jurnalis televisi dan keluarganya,” pungkas Fabianus. (wil)