Perlawanan JPU Dikabulkan, Ali Antonius Cs Segera Disidangkan Kembali

Perlawanan JPU Dikabulkan, Ali Antonius Cs Segera Disidangkan Kembali

Kupang, penatimor.com – Ali Antonius, Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje akan kembali diseret ke kursi pesakitan di Pengadilan Tipikor Kupang.

Ketiga terdakwa ini akan kembali disidangkan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT dan Kejari Kota Kupang menerima penetapan hari sidang dalam perkara dugaan tindak pidana secara bersama-sama, turut serta atau menganjurkan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang Pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi atau dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan aset tanah Pemda Kabupaten Manggarai Barat seluas 30 hektare yang terletak di Karanga, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

“JPU sudah dapatkan penetapan jadwal sidang pada Kamis, 15 April 2021,” kata Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, SH., saat dikonfirmasi wartawan di kantornya.

Menurut Abdul, penetapan hari sidang masing-masing Nomor 28, 29, 30/PidSus-TPK/2021/PN.Kpg  yang ditanda tangani  oleh Hakim Ketua Fransiska D. Paula Nino, SH.,MH., yang telah menetapkan sidang pada Selasa, 27 April 2021, pukul 09.00 Wita.

“Di dalam penetapan Ketua Majelis Hakim  dengan agenda pemeriksaan saksi dan memerintahkan Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kota Kupang untuk menghadirkan para terdakwa dan barang bukti di depan persidangan,” kata Abdul Hakim lagi.

Menurut Abdul Hakim, Penuntut Umum pada prinsipnya sudah sangat siap menghadirkan para terdakwa di depan persidangan yang walaupun oleh majelis hakim sebelumnya membebaskan para terdakwa dari dalam tahanan.

“Namun yang pasti Penuntut Umum siap menghadirkan para terdakwa untuk hadir dalam ruang sidang dan panggilan kepada terdakwa sedang dipersiapkan, agar ketiga terdakwa kooperatif ketika menerima surat panggilan dari Penuntut Umum. Soal majelis hakim sudah tentu sama, karena putusan perlawanan dari Pengadilan Tinggi Kupang hanya mengenai ditolaknya eksepsi dari penasehat hukum para terdakwa dan membatalkan Putusan Sela Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang Klas IA. Prinsipnya Penuntut Umum sudah sangat siap untuk menyidangkan perkara ini,” tegasnya. (wil)