Diduga Langgar Edaran Wali Kota Kupang, Rumah Makan Handayani Terancam Ditutup

  • Bagikan
Diduga Langgar Edaran Wali Kota Kupang, Rumah Makan Handayani Terancam Ditutup

Kupang, penatimor.com – Ketika Pemerintah Kota Kupang membatasi segala aktivitas keramaian di sejumlah pertokoan dan rumah makan di Kota Kupang, namun masih saja ada pengusaha yang tidak mematuhi.

Hal ini terjadi ketika rumah makan Taman Laut di Jalan Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang masih melakukan aktivitas yang dilarang pemerintah.

Untuk itu Pemerintah Kota Kupang sedang mengumpulkan data-data atas dugaan pelanggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Rabu (3/2/2021).

Informasi yang dihimpun media ini, menyebutkan bahwa rumah makan ini mengabaikan edaran Wali Kota Kupang soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan menggelar pesta, diatas jam yang telah ditentukan pemerintah.

“Kami akan koordinasi dengan tim, untuk mencari tahu kebenaran informasinya,” jelas Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, Senin (6/2/2021) di rumah jabatan Wali Kota Kupang.

Lanjut Wawali, jika diperoleh bukti akurat tentang pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik usaha Taman Laut, maka tidak segan-segan Pemkot akan menutup rumah makan tersebut.

“Asal ada bukti yang jelas, kalau ada maka kita akan tutup,” tegas Hermanus.

Terpisah, Manajer Rumah Makan Taman Laut, Wibisono, saat dikonfirmasi media ini, mengatakan pihaknya tidak bertanggung jawab atas kegiatan yang dilakukan pada 3 Februari lalu.

Dia berkilah, bahwa penyelenggara yang bertanggung jawab atas pesta pertunangan tersebut.

“Kami dari pihak rumah makan, sudah coba berkoordinasi dengan penyelenggaranya dan penyelenggara katanya yang akan bertanggung jawab,” kata Wibisono.

Pihak penyelenggara acara tersebut yang menurutnya adalah anggota kepolisian, dan mengatakan siap bertanggung jawab atas acara yang dilaksanakan.

“Katanya suami istri polisi, jadi mereka yang bertanggung jawab,” imbuhnya.

Dengan demikian, Wibisonoe, kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas pelanggaran PPKM tersebut. (wil)

  • Bagikan