Pria di Kupang Ketahuan Nodai Anak Tetangga, Saat Ultah Istrinya

Pria di Kupang Ketahuan Nodai Anak Tetangga, Saat Ultah Istrinya

Kupang, penatimor.com – Kekerasan seksual terhadap anak kian marak di Kota Kupang.

Kali ini korbannya adalah seorang bocah perempuan berusia 9 tahun berinisial NN, siswa SD di Kupang.

Pelakunya seorang pria berinisial PB (42).

Aksi cabul dilakukan pelaku di rumahnya pada Selasa (15/9/2020) malam.

Pelaku dan korban juga bertetangga, dan korban sering bermain di rumah pelaku.

Perbuatan bejat pelaku rupanya diketahui oleh istrinya sehingga langsung melapor ke polisi.

Kapolsek Oebobo AKP Magdalena Mere yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (16/9) siang, membenarkan kasus pencabulan ini, dan pelaku sudah diamankan di Rutan Mapolsek Oebobo.

Pria di Kupang Ketahuan Nodai Anak Tetangga, Saat Ultah Istrinya

Menurut Kapolsek, pelaku diketahui sudah mempunyai istri dan seorang anak yang seumuran dengan korban.

Kasus pencabulan yang dilakukan pelaku ini terjadi pada saat korban dititipkan oleh ibu korban di rumah pelaku, karena anak pelaku seumuran dengan korban.

“Karena ibu korban yang bekerja, sehingga kalau pergi bekerja selalu menitipkan korban, karena sudah dianggap saudara,” jelas Kapolsek.

Pada saat itu ibu korban datang mengambil korban untuk pulang, karena besoknya istri pelaku ulang tahun, namun korban tidak mau pulang, tapi mau tidur di rumah pelaku.

Pada saat korban tidur di rumah pelaku, pada malam harinya pelaku melakukan aksi bejatnya, dan ketahuan istri pelaku.

Setelah ketahuan istrinya, pelaku mengancam agar tidak boleh melaporkan ke siapa-siapa.

“Karena tidak terima akhirnya istri pelaku melaporkan kejadian ini ke polisi,” imbuh Kapolsek Oebobo.

Dengan laporan ini, pelaku sudah diamankan polisi untuk menjalani proses hukum.

Pelaku juga dijerat Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan paling sedikit 3 tahun dengan denda Rp 300 juta paling besar dan denda paling kecil Rp 60 juta.

Pelaku ketika diwawancara, mengatakan bahwa dia baru pertama kali melakukan cabul pada korban.

Pencabulan dilakukan pelaku dalam keadaan sadar. Dia juga menyesal atas perbuatan yang dilakukan. (wil)